Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Mengintip Rencana Samsung pada Pengembangan Teknologi AI, IoT dan 5G di 2019

AI (Artificial Intelligence) dan IoT (Internet of Things), dan 5G adalah 3 mantra yang banyak dipakai oleh perusahaan teknologi global, tak terkecuali oleh Samsung Electronics. Di ajang CES 2019 yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat, raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut mendemonstasikan bagaimana konsumen dapat menjalan hidup terkoneksi dengan AI, IoT, dan 5G.

Seolah-olah, tiga hal di atas sudah menjadi keniscayaan jika ingin disebut sebagai perusahaan teknologi kekinian. Jika tidak, apakah berarti “kekunoan”? Bisa jadi, walau belum tentu adopsi teknologi terkini bisa berhasil jika tidak diracik dengan tepat.

Samsung Electronics mengumumkan bahwa I, IoT, dan teknologi 5G dijadikan sebagai fondasi untuk mewujudkan Connected Living. Di ajang ini, Samsung juga menampilkan platform robotik masa depan yang didukung AI. Robot ini dapat digunakan untuk mengatur aktivitas sehari-hari, seperti membantu para lansia mengatur rutinitas kesehatan mereka secara mandiri. Menjadi saingan asisten rumah tangga? Duh.

Pengembangan Teknologi Samsung Electronics di 2019

HS Kim, President and CEO of Consumer Electronics Division, Samsung Electronics, mengatakan bahwa 2019 adalah ulang tahun ke-50 Samsung Electronics, dan selama lima dekade terakhir selalu berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang bermakna untuk konsumen di mana pun berada.

“Di tahun 2019, kami membawa hal-hal ini ke level berikutnya, dan memanfaatkan kepemimpinan kami di industri untuk merealisasikan visi Hidup Terkoneksi,” ujar Kim dalam siaran pers yang kami terima hari ini di Jakarta (8/1/2018), karena kami tidak sedang berada di Las Vegas.

Oke, mari kita ulas lebih rinci mengenai apa saja yang ditawarkan Samsung Electronics di tahun 2019 ini.

Akselerasi Intelligence of Things 

HS Kim, President and CEO of Consumer Electronics Division, Samsung Electronics

Samsung menyebut rangkaian IoT, 5G dan AI sebagai Intelligence of Things. Istilah yang keren. Pada konferensi pers CES di Las Vegas beberapa hari yang lalu (8/1), Samsung menjelaskan bagaimana pengembangan teknologi inti ini memampukan inovasi dihasilkan pada seluruh portfolio produk mereka.

Pertama, kita membahas tentang AI. Di balik segala kecanggihan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, bagaimanapun juga AI juga menyimpan bahaya jika tidak dikontrol dengan ketat. Sudah pernah nonton film Eagle Eye atau novel karya Dan Brown berjudul Origin? Walaupun fiksi, namun film maupun novel tersebut menceritakan tentang kekhawatiran teknologi AI yang bisa mengontrol dirinya sendiri.

Sepertinya Samsung berupaya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi. Mereka mengumumkan filosofi dasar pengembangan AI yaitu keadilan (fairness), dapat dipertanggungjawabkan (accountability), dan transparansi (transparency).

Sebagaimana yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan teknologi, Samsung juga berambisi mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. Samsung bahkan telah membangun tujuh Global AI Centers, dan memasukkan teknologi unik ini ke dalam rangkaian produk dan jasanya. Mereka juga membangun ekosistem AI dengan mengadakan Samsung NEXT dan Samsung Strategy and Innovation Center (SSIC) yang telah berinvestasi di lebih dari 20 startup AI dalam lima tahun terakhir.

Seiring memajukan teknologi AI, Samsung berkomitmen untuk memastikan algoritma yang disusunnya bersifat inklusif, perlindungan terhadap informasi dan privasi pengguna menjadi prioritas utama, dan konsumen dapat dengan mudah memahami apa yang dilakukan perusahaan dengan data mereka dan bagaimana data tersebut ditangani.

Contoh pengejawantahannya adalah pada memori mobile dan prosesor AI Samsung, termasuk lini Exynos Auto, yang memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat dan efisien dalam perangkat. Pada waktu yang sama, solusi memori unggul ini akan memenuhi kebutuhan datacenter dan usaha masa depan saat mereka butuh untuk menyelesaikan tugas AI yang lebih kompleks.

Related Posts
1 daripada 14

Selanjutnya dalam hal mengembangkan ekosistem IoT, Samsung telah memiliki aplikasi SmartThings dan layanan SmartThings Cloud yang berkembang signifikan. Jumlah pengguna SmartThings yang terdaftar tumbuh 220 persen dan pemasangan aplikasi tumbuh 61 persen. Jumlah partner yang berpartisipasi dalam ekosistem ini juga bertumbuh 44 persen.

Sementara itu dalam hal konektivitas 5G, Samsung adalah pemegang paten ETSI (European Telecommunication Standards Institute) yang telah mendaftarkan lebih dari 2000 paten dasar 5G per November 2018. Samsung merupakan perusahaan pertama di dunia yang memperoleh persetujuan FCC untuk peralatan komersial 5G.

Tak hanya itu saja, Samsung juga berkomitmen untuk menghadirkan smartphone 5G pada paruh pertama 2019. Wah gak sabar nih, kira-kira seri apa ya? Dugaan saya, Samsung Galaxy Note10. Baiknya, kita tunggu saja ya seperti apa ponsel 5G yang akan dihadirkan Samsung.

Pengembangan Platform Bixby

Bixby yang awalnya adalah asisten di smartphone Galaxy telah berevolusi menjadi platform AI yang dapat dimanfaatkan secara luas dan menjadi platform AI terbuka untuk banyak perangkat. Samsung mengumumkan bahwa kecerdasan Bixby akan ditanamkan dalam rangkaian QLED dan TV premium di 2019, dan perangkat pintar seperti kulkas, mesin cuci, dan juga air conditioner, perangkat mobile, speaker AI, dan lebih lagi. Sebagai tambahan, Bixby juga berekspansi ke Digital Cockpit dan platform robotik baru. Keren ya.

Uber, Ticketmaster dan lainnya menggunakan Bixby untuk membuat layanan mereka lebih cerdas. Hari ini, Samsung mengumumkan bahwa iHeartRadio telah bergabung sebagai partner terbaru. Dan Bixby akan terus berkembang seiring dengan bergabungnya partner baru ke dalam ekosistem, seperti Google.

Connected Driving

Samsung juga menampilkan perkembangan barunya dengan HARMAN, menampilkan inovasi dalam teknologi otomotif. Digital Cockpit 2019 menawarkan pengalaman mobil terkoneksi yang lebih terfokus pada konektivitas, personalisasi, dan keselamatan.

Dengan integrasi Bixby pada pengalaman mobil terkoneksi, pengemudi dapat memeriksa dari jauh berapa bensin yang mereka miliki sebelum melakukan perjalanan jauh atau mengatur suhu mobil sebelum berangkat, Menggunakan kamera di dalam mobil, Digital Cockpit terbaru mengenali pengemudi dan penumpang secara spesifik kemudian mengatur ruang personal dalam mobil – menyesuaikan preferensi tampilan, tinggi kursi, penerangan, dan menyiapkan playlist favorit. Penumpang juga dapat menikmati layar personal di kursi belakang dan tersambung ke Samsung DeX dalam kendaraan untuk bekerja on-the-go. Digital Cockpit 2019 juga menawarkan keselamatan selama menyetir dengan mirror replacement vision system dan solusi keselamatan berbasis kamrea.

Semua hal ini dimungkinkan oleh teknologi Cellular-V2X yang memadukan keahlian Samsung dalam solusi mobile network dengan teknologi otomotif. Dengan Samsung C-V2X, mobil akan dapat menerima dan menganalisis informasi yang akan membuat pengalaman mengemudi lebih aman dan menyenangkan.

Platform Robotik AI

Di ajang CES 2019, Samsung mendemonstrasikan perkembangan terakhir dalam platform robotik besutannya. Robot AI yang ditampilkan Samsung ini diciptakan untuk memperkaya kehidupan pengguna, dan membantu membuat dampak positif di lingkungan.

Ada empat jenis robot yang dipamerkan yaitu Samsung Bot Care, Samsung Bot Air, Samsung Bot Retail, dan Samsung GEMS. Samsung Bot Care adalah robot khusus perawatan kesehatan yang cocok untuk pendamping manula. Robot ini dapat mengukur tekanan darah, detak jantung, pernapasan, dan kondisi tidur pengguna, dan bahkan mampu mengingatkan ketika saatnya minum obat.

Kemudian Samsung Bot Retail bisa merampingkan pemesanan dan pembayaran dengan menawarkan pengalaman ritel yang dipersonalisasi. Selanjutnya Samsung Bot Air yang menggunakan sensor untuk mendeteksi sumber pencemaran yang tepat dan membersihkan udara. Terakhir, Samsung GEMS adalah bot yang berfokus pada mobilitas.