Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Satelit Merah Putih Melesat, Perkuat Jaringan Komunikasi Hingga Wilayah Terpencil Indonesia

Semua anak bangsa berhak memperoleh jaringan seluler yang kuat, tak terkecuali mereka yang tinggal di bagian terluar di nusantara. Atas alasan itulah PT Telekomunikasi Indonesia melesatkan satelit Merah Putih ke antariksa dengan menggandeng SpaceX, perusahaan perakit wahana angkasa milik Elon Musk.

Satelit Merah Putih mulai menjelajahi ruang udara per kemarin saat ia meluncur dari Cape Canareval Air Force Station, Florida, AS, sekitar pukul 12.18 WIB atau jam 1.18 waktu setempat. Peluncuran ini mengambil momen yang pas, yakni menjelang HUT ke-73 Republik Indonesia dan Asian Games 2018 pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Seperti ditulis oleh uzone.id, satelit Merah Putih ini akan membantu menyediakan layanan backhaul internet serta memperkuat jaringan telepon dan seluler, terutama bagi saudara kita yang tinggal di kawasan Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), serta Indonesia bagian timur.

Satelit Merah Putih memiliki kapasitas 60 active transponders, terdiri dari 24 Standard C-Band dan 12 Extended C-Band yang menjangkau Asia Tenggara serta 24 Standard C-band yang menjangkau Asia Selatan. (Foto: Telkom)
Related Posts
1 daripada 105

Telkom merogoh anggaran hingga US$166 juta, lebih hemat dari US$215 juta untuk proyek satelit Telkom 3S. Direktur Network dan IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin mengatakan biaya penggarapan satelit Merah Putih memang sekitar 25% lebih hemat berkat kerjasama dengan SpaceX. Selain SpaceX, pembuatan satelit Merah Putih ini turut melibatkan SSL, sebagai pabrikan pembuat satelit. Firma ini berjasa dalam merampungkan pembuatan satelit Merah Putih lebih cepat dari jadwal. Satelit ini mengandalkan platform SSL 1300 dengan usia desain 16 tahun.

Kepada Sindonews.com pada Minggu (5/8/2018) di Florida, penghematan biaya bisa dilakukan sebab satelit ini memakai roket pendorong milik SpaceX yang dapat dipakai berulang hingga 10 kali. Sebelumnya dengan meluncurkan satelit yang dilakukan perusahaan, seperti Arian hingga Proton, roket pendorong akan jatuh dan tidak bisa dipakai lagi begitu mengorbit.

Baca juga: Telkomsel Bangun Tiga BTS Broadband di Wilayah Terluar Kalimantan Timur

Satelit ini memakai roket Falcon 9 buatan SpaceX. Satelit ini akan beroperasi di posisi orbit 108 derajat Bujur Timur. Mengutip berbagai sumber, satelit ini membawa 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang siap menjangkau kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Terdapat pula 24 transponder C-Band yang akan melayani wilayah Asia Selatan.

Keberadaan Satelit Merah Putih juga diharapkan dapat mendorong pembangunan masyarakat digital Indonesia dan memperkuat peran Telkom sebagai enabler dalam kemajuan ekonomi digital nasional. Hal ini sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” ujar Alex J Sinaga, Direktur Utama Telkom. Selain ingin bisa mengatasi masalah komunikasi di tanah air, Telkomsel berharap peluncuran satelit ini bisa memperluas bisnisnya di Asia Selatan. “