Kaspersky Ungkap Kelompok Ransomware Semakin Banyak dan Canggih

4 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Kaspersky sebagai perusahaan yang menawarkan produk proteksi keamanan siber, mengungkapkan penelitian terbarunya mengenai kelompok ransomware. Penelitian mendalam yang dilakukan oleh para ahli Kaspersky menunjukkan peningkatan jumlah kelompok ransomware bertarget di skala global sebesar 30% dari tahun 2022 hingga 2023.

Sejalan dengan peningkatan ini, jumlah korban serangan ransomware yang ditargetkan pun meningkat sebesar 70% dalam periode waktu yang sama. Wawasan ini dibagikan pada Cyber Security Weekend– META tahunan Kaspersky yang kesembilan, yang berlangsung di Kuala Lumpur.

Kelompok ransomware berbeda dengan ransomware yang sebelumnya kamu ketahui, tapi keduanya perlu kamu hindari. Kaspersky selain memberitahukan hasil penelitiannya juga memberikan tips untuk kamu bisa menghindari kelompok kejahatan tersebut.

Baca Juga: Keamanan Siber Masih Mengancam Indonesia, Hampir 1 Juta Serangan Ransomware di 2023

Kelompok Ransomware Lebih Banyak dan Canggih dari 2022 ke 2023

Kaspersky menjelaskan kelompok serangan siber ini terlihat mirip dengan bisnis pada umumnya. Namun kelompok ransomware bertarget mempekerjakan penjahat siber sebagai karyawan untuk menjalankan operasi yang luas dan cerdas guna meluncurkan serangan bertarget mereka yang semakin canggih.

Ransomware pada umumnya menyerang atau menargetkan korban secara sesukanya. Sedangkan kelompok ransomware bertarget terkenal sering menyerang entitas pemerintahan, organisasi terkenal tertentu, atau sekelompok orang tertentu dalam sebuah organisasi.

Kelompok ransomware bertarget sangat gigih dan memiliki keinginan besar untuk melakukan pemerasan. Misalnya, jika korban menolak membayar uang tebusan, penjahat siber sering kali mengancam akan mempublikasikan data yang dicuri. Dalam beberapa kasus, penjahat siber ini juga mengajukan keluhan GDPR (General Data Protection Regulation) atau SEC (Securities and Exchange Commission) di wilayah tertentu terhadap organisasi korban karena telah melanggar undang-undang perlindungan data,” ujar Maher Yamout, Peneliti Keamanan Senior di Kaspersky.

Peneliti Kaspersky memantau dengan cermat terdapat sekitar 60 kelompok ransomware bertarget ditemukan pada tahun 2023, dibandingkan dengan sekitar 46 kelompok pada tahun 2022. Selain itu pakar juga menemukan insiden yang mengindikasikan kolaborasi antar kelompok ransomware bertarget.

Dalam beberapa kasus, kelompok yang dikenal memperdagangkan akses mengincar ke dalam jaringan dan sistem perusahaan, menjual titik masuk awal kepada kelompok ransomware tingkat lanjut yang mampu melancarkan serangan yang lebih canggih. Karena penjahat siber harus melewati beberapa tahap untuk melancarkan serangan ransomware yang ditargetkan, kolaborasi semacam itu memungkinkan mereka menghemat waktu dan langsung melakukan pengintaian hingga infeksi jaringan. Serangan ransomware telah menyebabkan pembayaran secara global melampaui USD 1,1 miliar pada tahun 2023, ini merupakan angka tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tips Lindungi Bisnis dari Kelompok Ransomware

Ilustrasi kejahatan siber. (Sumber: Freepik)

Kaspersky memberikan tips untuk lindungi bisnis dari kelompok ransomware. Pertama ialah selalu memperbarui semua perangkat dan sistem untuk mencegah penyerang mengeksploitasi kerentanan.

Tips kedua, kamu bisa menyiapkan cadangan offline yang tidak dapat disalahgunakan oleh penyusup, dan pastikan kamu dapat mengaksesnya dengan cepat dalam keadaan darurat. Cara yang ketiga ialah mengedukasi karyawan dan pelatihan keamanan siber diperlukan karena kesalahan manusia merupakan penyebab umum pelanggaran keamanan siber dan dapat menjadi titik akses awal serangan ransomware. Untuk langkah perlindungan lainnya kamu juga bisa mencoba produk dari Kaspersky.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version