Bagi pengguna PC, laptop, dan ponsel, RAM merupakan salah satu komponen yang diyakini bisa mendongrak performa perangkat. Namun, banyak anggapan liar di luar sana yang membuat fungsinya menjadi kurang tepat.
RAM alias Random Access Memory memang menjadi komponen dasar dalam perangkat komputer dan ponsel. Tugasnya adalah mengingat perhitungan penggunaan untuk waktu yang terbatas sehingga prosesor tidak perlu mengulangi perhitungan tersebut setiap saat.

Mitos RAM pada PC dan Laptop
Lalu apakah mitos yang salam ini berkembang? Berikut ini daftarnya:
- Tidak Bisa Digabung atau Ditingkatkan dengan Ukuran dan Brand yang Berbeda
Jika komputer kamu tersedia slot untuk RAM, maka kamu bisa menambahnya dengan ukuran dan brand yang berbeda. Misalnya untuk RAM bawaan perangkat kamu kapasitasnya 4GB, kamu bisa menambahnya dengan slot 2GB dan tidak perlu dengan brand yang sama.
Meskipun begitu hal ini tidak disarankan, karena untuk performa terbaik memang sebaiknya menggunakan stick RAM dari pabrikan yang sama dengan ukuran dan frekuensi yang sama.
- RAM 4 GB Sudah Cukup
Pada sebuah perangkat laptop, RAM bawaan di dalamnya memang sudah sesuai dengan peruntukannya. Misalnya untuk komputasi dasar, RAM 4 GB tampaknya akan baik-baik saja menjalankan fungsi komputasi dasar.
Namun, tidak ada salahnya jika kamu ingin menambah kapasitas RAM menjadi 8 GB. Hal ini sesuai dengan aturan umum yang berlaku sekarang, di mana kapasitas RAM yang disarankan untuk penggunaan biasa adalah 8 GB, di mana 4 GB adalah minimum.
Pada kebutuhan gamer, desain grafis, dan video editor, RAM yang paling standar adalah 16 GB dan disarankan untuk ditambah menjadi 32 GB untuk mendapatkan performa terbaik.
- RAM Berpangaruh pada Kecepatan
Banyak anggapan di luar sana jika semakin besar RAM maka kinerja PC akan semakin baik. Ini tidak sepenuhnya benar, karena faktor penentu kinerja RAM adalah kecepatan dan frekuensi.
Semakin tinggi kecepatan clock pada RAM, semakin banyak fungsi yang bisa dilakukannya dalam satu detik. Saat ini RAM stick yang sering ditemukan adalah frekuensi 2400MHz atau 3000mAh, namun jika ingin mendapatkan performa kelas atas sebaiknya pilih yang frekuensinya 3200MHz dan 3600MHz.
Namun, semua itu bergantung pada motherboard yang digunakan. Jika RAM yang digunakan bekerja pada 2000MHz namun motherboard hanya mendukung RAM1333MHz, sistem tidak akan bisa memanfaatkan kelebihan dari 700MHz untuk menambah PC menjadi lebih cepat.
- Bersihkan RAM Supaya Lebih Cepat
Selama ini ada anggapan membersihkan RAM dengan โRAM boosterโ atau โmemory optimizerโ akan membuat kinerja perangkat menjadi lebih cepat. Padahal, tidak semestinya RAM dalam keadaan kosong.
Kondisi RAM yang penuh dengan data ternyata berguna dalam membantu proses sistem berjalan dengan cepat. Jika menghapus perhitungan tertentu dari memori RAM, maka akan memperlambat sistem karena RAM akan menulis kembali data untuk akses yang berulang dan ini seperti membuatnya kembali bekerja dari awal.
- RAM di Laptop Tidak Bisa Upgrade
Tidak seperti pada PC dekstop, upgrade RAM pada laptop membutuhkan penyesuaian bergantung pada jenis laptopnya. Terkadang ada beberapa pabrikan yang akan menyolder RAM pada tempatnya sehingga akan susah diganti.
Baca juga: Pilihan Laptop Akhir Tahun dari MSI, Diskon Hingga Rp 5 Jutaan!
Jadi, ketika membeli laptop pastikan kamu tahu apakah laptop tersebut bisa di-upgrade atau tidak untuk RAM-nya. Jika tidak, maka kamu akan selamanya stuck dengan RAM bawaan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



