Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Canalys: Salip Samsung, OPPO Pimpin Marketshare Smartphone Indonesia Q2 2019

Lanskap pasar smartphone di Indonesia terus berubah. Di era tahun 2000-an, Nokia menguasai pasar ponsel selama 14 tahun yang kemudian tumbang oleh Samsung di tahun 2012. Kini, OPPO berhasil menggeser posisi Samsung menjadi produsen smartphone nomor 1 di Indonesia. Setidaknya, begitulah menurut laporan terbaru dari Canalys.

Perusahaan riset pasar Canalys telah merilis laporan penelitian terbaru terkait pangsa pasar smartphone di Indonesia untuk periode kuartal kedua tahun 2019. Disebutkan, pada kuartal tahun ini pasar smartphone di Indonesia mencatat kinerja terbaik dengan berhasil mengirimkan unit 11,4 m dan tumbuh 8,9% YoY.

Menurut survei Canalys yang berdasarkan data pengiriman (shipment), Oppo berhasil mengungguli Samsung untuk memimpin pasar untuk pertama kalinya dengan market share 26 persen. Hal itu berkat cakupan offline yang kuat, sementara kompetisi dari saluran online memanas naik. Pertumbuhan tahun ke tahun OPPO tercatat meningkat 54%.

Market share smartphone Indonesia menurut Canalys
Data market share smartphone Indonesia pada Q2 2019 versi Canalys

 Menanggapi pencapaian ini, Aryo Meidianto A, PR Manager OPPO Indonesia, mengatakan ini menjadi sebuah kebanggaan bagi OPPO karena dapat meraih posisi pertama dalam marketshare penjualan smartphone di Indonesia pada kuartal kedua ini.

“Dukungan terbesar dari konsumen dan O-fans lah yang membuat kami dapat meraih posisi ini. Dari data internal lini seri A dan F memang menjadi factor pendorong kenaikan marketshare pada kuartal kedua, beberapa tipe seperti A1k, A5s , F11, F11 Special Online Edition, dan F11Pro memberikan kontribusi besar terhadap angka market share di kuartal ini,” ujar Aryo Meidianto.

Related Posts
1 daripada 287

Baca juga: Review OPPO K3: Layar Yahud, Kinerja Ngebut

Ia menambahkan, strategi untuk menguasai pasar kelas menengah di tanah air sudah cukup tepat. Apalagi, komitmen OPPO yang terus menghadirkan fitur-fitur perangkat kelas premium untuk berada pada perangkat kelas menengah agaknya menjadi sebuah kunci kesuksesan OPPO untuk menguasai pasar Indonesia. Pendekatan dari sisi desain dan penyajian warna perangkat yang tampil berbeda juga menjadi daya tarik utama untuk menggaet konsumen muda yang menjadi target pasar OPPO di Indonesia.

 “Kami merasa strategi yang sangat kuat pada jaringan luring (offline) juga menjadi penyebab mengapa OPPO bisa mendapat pencapain seperti ini. Kemudian, yang menjadi fokus kami kedepan adalah bagaimana menyajikan layanan purna jual yang terbaik kepada konsumen kami, sehingga nantinya kami dapat mempertahankan marketshare kami di pasar Indonesai,” pungkas Aryo.

Dibanding IDC dan Gfk, nama Canalys memang masih kalah populer. Namun, lembaga riset yang berkantor di Amerika, Inggris, India, China, dan Singapura ini punya rekam jejak yang akurat. Setahun sebelumnya, pada Mei 2019 Canalys adalah yang pertama melaporkan bahwa Xiaomi berhasil menduduki posisi kedua market share diIndonesia.

Waktu itu, Xiaomi menggeser OPPO menjadi ke posisi tiga. Pencapaian Xiaomi waktu itu tergolong fenomenal karena mengalami pertumbuhan 1455% di mana tahun sebelumnya saja masih belum berada di posisi lima besar. Setelah Canalys, lembaga riset lain seperti IDC melaporkan hal yang serupa di mana Xiaomi berada di posisi kedua. Hanya nilai persentase yang berbeda.

Sebagai catatan, selain OPPO, pencapaian signifikan tahun ini diraih juga oleh sang adik, realme. Sub-brand OPPO yang belum setahun beroperasi di Indonesia tersebut sekarang sudah berhasil masuk ke jajaran lima besar produsen smartphone di Indonesia. Bagaimanapun juga, kita tetap perlu menunggu laporan terbaru dari lembaga riset pasar lain terutama IDC dan Gfk sebagai data pembanding keakuratan peta pasar ponsel di Indonesia.