Gizmologi
The Bilingual Tech Media

Inilah 5 Fakta Menarik Tren Belanja Online Selama Ramadan di Indonesia

Foto ilustrasi: net

Bulan Ramadan hanya tinggal menunggu hitungan hari. Selain identik dengan ibadah, bulan Ramadan juga menjadi momen paling ramai berbelanja. Tak hanya di ranah offline seperti pasar Tanah Abang yang membludak, ada banyak fakta belanja online Ramadan menarik yang dilakukan masyarakat selama bulan puasa.

Di negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti Indonesia, warga cenderung lebih banyak berbelanja saat bulan puasa. Tradisi buka puasa bareng, mudik, baju atau sepatu Lebaran baru hingga adanya Tunjangan Hari Raya jadi fenomena yang turut mewarnai maraknya belanja. Selain itu, ada temuan baru yang cukup menarik perhatian. Fakta belanja online Ramadan menjadi tren yang kian menguat.

Jika di Amerika Serikat ada Black Friday dan Cyber Monday, maka di Indonesia bulan Ramadan menjadi momen tingginya hasrat untuk berbelanja online. Belum lama ini, lembaga riset ecommerceIQ yang berbasis di Thailand  melaporkan hasil survei bertajuk Ramadan Shopper Survey 2018 terkait kebiasaan orang Indonesia dalam berberlanja online. Ada beberapa hal menarik dalam laporan tersebut.

Fakta Belanja Online Ramadan

Berikut kami sampaikan lima fakta belanja online Ramadan yang kami sarikan darioleh ecommerceIQ dalam segmen Consumer Pulse:

1. Perempuan usia 31-40 paling sering belanja

Survei ecommerceIQ mengungkapkan salah satu fakta belanja online Ramadan adalah perempuan berusia antara 31 dan 40 tahun yang paling senang berbelanja. Produk fashion dan bahan makanan jadi dua yang paling sering dibeli.

Rerata konsumen perempuan menghabiskan antara Rp1 dan Rp5 juta untuk dua jenis produk belanja tersebut.

Dia pun bisa berbelanja sekali hingga dua kali dalam sepekan.

Yang patut dicermati dari fakta belanja online Ramadan ini adalah warga kelas menengah di Indonesai diprediksi akan mencapai 23,9 juta dalam 12 tahun ke depan dari 19,6 juta pada 2016. Yang artinya, akan banyak dari mereka yang berbelanja, terutama untuk bepergian, liburan dan membeli hadiah bagi anggota keluarga mereka.

2. Waktu berselancar teramai saat jam berangkat dan pulang bekerja

Fakta belanja online Ramadan kedua menunjukkan gawai atau perangkat mobile jadi jenis yang paling sering digunakan, yakni 59,2%, dibandingkan desktop (39,2%).

Waktu berselancar untuk berburu produk idaman adalah antara pukul 4 hingga 5 pagi dan 5 hingga 8 malam saat orang berada di jalan untuk berangkat kerja dan pulang ke rumah masing-masing.

Baca juga: Bulan Suci Ramadan, Waktu Belanja Online Terpopuler di Indonesia

3. Pria browsing lebih lama

Yang cukup mengejutkan dari fakta belanja online Ramadan yang ke-3 ini adalah konsumen pria cenderung berselancar lebih lama dari perempuan. Tetapi konsumen perempuan lebih banyak yang akhirnya membeli produk dibandingkan laki-laki.

Konsumen pria cenderung lebih suka belanja online yang simpel, banyak melakukan riset pasar dan logis sehingga berujung pada waktu berselancar yang lebih lama.

4. Shopee dan Lazada Indonesia terfavorit

Shopee dan Lazada Indonesia menjadi dua website e-commerce yang paling digemari calon konsumen. Fakta belanja online Ramadan ini juga mengungkapkan Facebook dan Tokopedia merupakan platform lain yang menggiring pengunjung untuk berbelanja. Sedangkan pada urutan ke-3 jenis platform yang sering dipakai adalah Instagram, Bukalapak dan Eiger (salah satu merk perlengkapan outdoor). Kalau kamu, lebih suka belanja online dimana, Gizmolovers?

5. Faktor harga yang murah

Nah, fakta belanja online Ramadan yang terakhir ini terkait dengan faktor sensitif, yakni harga. Meski sudah mengantongi THR pun, konsumen masih mempertimbangkan soal harga sebelum membeli produk tertentu. Perbedaan harga ini – walau kadang tidak terpaut jauh – bisa berpengaruh penting dalam memutuskan untuk berbelanja di mana. Tak heran jika situs belanja terus menerus berpromosi agar memancing konsumen berbelanja di tempatnya.

 

Sebagai poin tambahan, tiga hal ini menjadi alasan lain yang bisa meyakinkan orang untuk berbelanja:

  • Adakah promo spesial untuk produk yang mereka butuhkan, seperti makanan dan fashion?
  • Apakah ada pilihan pembayaran bayar tunai di tempat atau cash on delivery?
  • Apakah konsumen bisa menerima barang yang dipesan pada hari yang sama tanpa biaya tambahan?

EcommerceIQ tetap menyarankan agar e-commerce mengedepankan harga yang lebih murah demi bisa menggaet calon konsumen. Sebab meski gairah belanja lebih gahar selama bulan puasa, persaingan antara pelaku e-commerce tak kalah ketatnya. Nah, apakah kamu sudah ada rencana mau belanja apa saja saat di bulan Ramadan nanti, Gizmolovers?

 

%d blogger menyukai ini: