Jakarta, Gizmologi – Tidak dapat dipungkiri, eksistensi Google Gemini pada gadget terutama perangkat Android semakin mendominasi, mulai dari smartphone, tablet, dan dari rilisan berbagai brand sekalipun. Sudah terintegrasi ke dalam sistem, Gemini juga seolah menggantikan peran Google Assistant alias asisten Google yang umumnya muncul saat pengguna menahan tombol power atau home, untuk input perintah suara dan lainnya. Dan benar saja, Gemini siap menggantikannya secara resmi mulai bulan depan.
Informasi terkait transisi dari Google Assistant ke Gemini sendiri, disampaikan langsung oleh pihak Google melalui surel yang dikirim ke sejumlah pengguna, termasuk forum resmi Google. Bisa dibilang hal ini sudah diprediksi, mengingat Google memang sempat mengumumkan rencana untuk integrasikan Gemini secara lebih menyeluruh sejak tahun lalu—secara tidak langsung mengindikasikan kalau tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk gantikan peran Google Assistant.
Informasi ini kemudian menuai berbagai komentar warganet, terutama mereka yang memiliki sejumlah perangkat seperti smart home dan lainnya, yang notabene menjalankan versi hardware lebih lama. Sehingga muncul kekhawatiran bila perangkat mereka nantinya akan tidak dapat digunakan, ketika proses transisi selesai. Kabar baiknya, Google juga memberikan jawaban yang cukup melegakan, setidaknya untuk saat ini.
Baca juga: Google Pixel Tag Dirumorkan Meluncur 12 Agustus, Siap Jadi Penantang Apple AirTag?
Perangkat Lama Dijanjikan Tetap Bisa Akses Google Assistant

Dalam pernyataan resminya, Google sebutkan bila, “kami akan mulai menghapus akses ke Google Assistant pada 3 September, dan proses ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu hingga menjangkau seluruh pengguna. Setelah akses tersebut dihapus, Anda tidak akan dapat lagi menggunakan atau beralih kembali ke Google Assistant di smartphone, tablet, maupun perangkat yang terhubung dengan smartphone Anda.”
Dengan kata lain, perangkat lain yang utamanya terhubung ke smartphone seperti smartwatch yang menjalankan Wear OS, earphone TWS yang kompatibel dengan Gemini, hingga kendaraan yang mendukung fitur Android Auto melalui sambungan dari smartphone, semuanya akan secara otomatis melalui proses transisi dari Google Assistant ke Gemini. Lantas bagaimana dengan perangkat lainnya?

Google sebutkan bila kendaraan dengan layanan Google terintegrasi, masih tetap bisa mengakses Google Assistant dan bisa terus berfungsi selepas 3 September. Pernyataan ini mengindikasikan bila jenis perangkat lain, seperti speaker pintar Google rilisan terdahulu, juga masih bisa terus berfungsi—meski Google memang tengah menggulirkan kemampuan Gemini ke sejumlah seri speaker rilisannya.
Sayangnya, Google juga tidak menyebutkan hingga kapan persisnya layanan Google Assistant tetap dapat diakses. Setidaknya konsumen masih memiliki waktu bila memang terpaksa harus membeli perangkat baru kelak nantinya layanan Google tersebut benar-benar sudah tidak dapat diakses dan lebih fokus hadirkan Gemini.
Sudah Eksis Lebih dari 10 Tahun

Layanan Google Assistant sendiri pertama kali diumumkan sejak 10 tahun lalu, tepatnya pada ajang Google I/O pada Mei 2016 silam. Pada saat itu, sang CEO Sundar Pichai, memperkenalkannya sebagai sebuah layanan berbasis perintah suara pintar, yang dapat diakses dari smartphone Android maupun perangkat smart home.
Google Assistant menjadi satu dari sekian fitur kunci terbaru yang dimiliki Google Pixel generasi pertama, termasuk rangkaian perangkat Google Home. Baru beberapa waktu kemudian, Google Assistant juga terintegrasi dengan perangkat Android lainnya, dan benar-benar dapat diakses secara mudah lewat pintasan gestur khusus.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

