Gizmologi
The Bilingual Tech Media

Bulan Suci Ramadan, Waktu Belanja Online Terpopuler di Indonesia

Ramadan identik dengan bulan mulia, penuh ampunan dan ibadah. Selain itu juga biasanya dibarengi dengan meningkatnya konsumsi belanja untuk keperluan lebaran. Tren belanja tersebut pun melebar ke ranah digital. Olah data tahun lalu oleh Priceza Indonesia menunjukkan masyarakat lebih aktif belanja selama bulan puasa. Tak heran kalau kita menyebut bulan Ramadan bulan belanja online.

Priceza yang merupakan mesin pencari belanja sekaligus platform pembanding harga menemukan Ramadan bulan belanja online nasional. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan data jumlah klik sebesar 26% dibandingkan bulan sebelum bulan Ramadan. Tren serupa pun akan terjadi tahun ini bahkan lebih meningkat.

Data Priceza menunjukkan bahwa tiga kategori terpopuler selama bulan ini, adalah produk-produk fashion, elektronik dan smartphone selama berselancar di situs belanja online selama bulan Ramadan.

Ada berbagai kebutuhan selama bulan suci bagi umat Islam yang tidak kita temui di bulan lain, seperti kebutuhan untuk buka puasa pribadi atau bareng-bareng, keperluan mudik hingga Lebaran. Jika diperinci, sudah pasti gairah berbelanja lebih besar semisal jelang buka puasa. Sebagai contoh, membeli kudapan atau makanan pembuka sebelum makan berat, lalu beli baju atau sepatu baru untuk Lebaran bagi anak-anak.

Baca juga: Fashion Jadi yang Paling Dicari Konsumen Selama Belanja Online 2017

Priceza menambahkan, animo masyarakat Indonesia terhadap berbagai promo di saat bulan Ramadan tergolong tinggi dibanding kondisi normal, bahkan paling tinggi dibanding promo lainnya di tahun yang sama. Hal ini dibuktikan juga dengan adanya kenaikan nilai transaksi sebanyak 16%.

Ramadan bulan belanja online nasionalBerdasarkan data ini, maka bisa disimpulkan bahwa Ramadan dan Lebaran berhasil menarik minat konsumen untuk melakukan kegiatan online shopping, sekaligus juga meyakinkan mereka untuk melakukan transaksi. Berkat giatnya warga berbelanja selama Ramadan bulan belanja online nasional ini maka omzet pedagang pun bisa naik berlipat ganda terutama jelang Idul Fitri.

Tak hanya pedagang konvensional, pelaku e-commerce pun ikut kecipratan rezeki selama bulan puasa. Mereka memanfaatkan  lamanya waktu Ramadan yang menjadikan bulan ini lebih spesial dibandingkan bulan-bulan lainnya, terutama dalam menentukan metode atraksi promo apa saja yang bisa dilakukan untuk menghasilkan konversi dan transaksi.

Menurut Bayu Irawan, Co-founder & Country Head Priceza Indonesia, bahwa salah satu penyebab utama dari temuan ini adalah jeda waktu atau periode ketika mengusung program. Jarak yang cukup lama selama momen Ramadan hingga menuju puncaknya di hari Lebaran, menghasilkan ledakan transaksi yang signifikan.

“Dari 2017 ini kita bisa belajar bahwa bulan Ramadan secara tradisional masih tetap akan menjadi bulan yang efektif dalam mengusung program promosi bagi para pelaku e-commerce”, sambung Bayu.

Sekadar informasi, suatu penawaran harus memancing orang tertarik membeli. Dengan itu, maka jumlah pengunjung akan meningkat dengan sendirinya dan tentu berdampak pada ‘jumlah klik’ yang terjadi. Periode waktu selama kurang lebih 30 hari tersebut memberikan keleluasaan dalam hal ini.

Atraksi adalah seberapa menarik program promosi yang dilakukan, yang bisa berwujud desain program, periode waktu, tema yang pas, serta lainnya. Namun atraksi baru setengah jalan karena proses tidak berhenti di sana.

Pengunjung akan memasuki proses untuk berubah (konversi) menjadi melakukan ‘transaksi’. Pada fase ini, pelaku e-commerce bisa berperan dengan menciptakan deskripsi atau gambaran produk yang relevan, menawarkan program promosi menarik, seperti diskon atraktif atau pun gratis ongkos kirim.

Tujuan melakukan promo selama bulan Ramadan ini adalah mempertahankan selera belanja pengunjung usai masuk ke toko dan mendorong mereka untuk melakukan transaksi. Dalam kasus ini, nampak bahwa atraksi terhadap program Ramadan menjelang Lebaran cukup tinggi.

Jadi Gizmolovers, sudah siap dengan daftar belanjaan online saat bulan puasa nanti belum?

 

 

%d blogger menyukai ini: