Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Google Gelontorkan Rp7,7 Triliun ke Situs Belanja JD.com untuk Ekspansi Asia Pasifik

Dunia ritel di Asia Pasifik masih menggiurkan untuk raksasa online sekelas Google. Hal itu yang membuat Google investasi ke JD.com, salah satu pemain ritel online terbesar di dunia sekaligus pesaing Alibaba. Dana segar sebesar US$550 juta atau sekitar Rp7,7 Triliun disuntikkan bagi induk usaha JD.id, yang turut meramaikan dunia online shopping, di Indonesia tersebut.

Seperti dilaporkan di laman resminya, aksi Google investasi ke JD.com ini diputuskan setelah melihat pesatnya pasar ecommerce di kawasan tersebut. Menurut Google, penduduk di Asia Pasifik saja diperkirakan akan menghabiskan hingga US$88,1 miliar berbelanja melalui online pada 2025.

Semakin banyaknya warga Asia Pasifik yang terhubung ke internet dan ritel online membuat mereka mempunyai ekspektasi yang kian meningkat agar memperoleh pengalaman belanja yang semakin optimal.

“Itu sebabnya kami senang mengumumkan kemitraan baru yang strategis bersama JD.com, salah satu perusahaan ecommerce terkemuka di dunia. Sebagai bagian dari kerjasama ini, kami akan menginvestasikan US$550 pada JD.com,” kata Google.

Dana segar ini akan membuat persaingan JD.com dengan Alibaba makin sengit. Foto oleh kr-asia.com

Aksi Google investasi ke JD.com ini diharapkan dapat mempercepat ekosistem ritel online yang sanggup memberikan pengalaman berbelanja ke konsumen secara lebih personal dengan mutu layanan yang bagus.

Related Posts
1 daripada 34

“Dengan memanfaatkan jaringan stok JD.com plus keahlian mereka di bidang logistik dan teknologi, kami akan mengeksplorasi cara baru agar peritel bisa memberikan kemudahan belanja bagi konsumen, dimana mereka bisa berbelanja di mana pun dan kapan pun,” tambah Google.

Sebagai bagian dari kesepakatan investasi Google ini, JD.com akan bergabung dengan Google Shopping dan memasukkan produk andalannya di Google Shopping agar bisa diketahui pengunjung situs tersebut.

JD.com sering disebut sebagai pesaing paling serius bagi Alibaba, sang penguasa ritel di pasar Tiongkok. JD.com sendiri juga dikenal sebagai JingDong Mall, yang dibangun oleh Liu Qiangdong pada Juli 1998 sebagai sebuah toko offline yang menjual barang magneto-optikal di Beijing.

Situs online firma ini baru merambah dunia maya pada 2004 dengan nama domain jdlaser.com lalu 360buy.com pada 2007 hingga berubah menjadi JD.com per Maret 2013.

Baca juga:Mengenal Google One, Layanan Cloud Storage Tergres dengan Banyak Poin Plus

JD.com menggandeng sebuah mitra di Indonesia untuk membentuk JD.id, sebuah ecommerce, sejak Oktober 2015. JD.id turut meramaikan pasar online nasional yang terlebih dahulu diisi di antarnya oleh Tokopedia, Bukalapak¸ Lazada hingga Shoppee.

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.