Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Berkenalan dengan Rinna, Chatbot yang Cantik dan Pintar dari Microsoft

Rinna, chatbot dengan karakter wanita muda, dapat berkomunikasi dengan EQ (emotional quotient) dan juga IQ (intelligence quotient) kepada pengguna.

Berdasarkan laporan Microsoft Asia Digital Future Survey 2017, kecerdasan buatan disebutkan sebagai teknologi yang paling diharapkan oleh generasi muda untuk dapat memiliki dampak terbesar dalam kehidupan mereka. Hal itu yang mendasari Microsoft Indonesia bekerjasama dengan LINE Indonesia, membawa chatbot berbasis kecerdasan buatan yang diberi nama Rinna.

Menurut Microsoft, dalam beberapa tahun terakhir, penemuan perangkat elektronik, komputasi awan dan data telah memunculkan pemikiran berani tentang kecerdasan buatan yang dapat menjadi bagian terintegrasi dari masa depan digital manusia. Rinna sendiri diprogram sebagai sosok wanita muda yang menarik dan bersahabat. Sehingga dapat berkomunikasi dengan baik, sama halnya seperti ketika seorang wanita muda berkomunikasi dengan temannya.

Rinna ingin menjadi teman terbaik bagi pengguna LINE dan juga merupakan chatbot yang dibuat menggunakan konten sosial yang luas dari Internet. Ia belajar dari interaksi manusia dan merespons dengan kepribadian dan sudut pandang yang unik. Secara bersamaan, chatbot ini juga memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya dari eksploitasi.

Irving Hutagalung, Audience Evangelism Manager Microsoft Indonesia, mengatakan kecerdasan buatan melibatkan pembuatan mesin-mesin cerdas atau sebuah layanan yang bekerja dan bereaksi seperti manusia. Salah satu bentuknya adalah fitur asisten virtual yang kini sangat sering ditemukan hampir dalam semua layanan terjemahan.

“Rinna adalah bagian dari upaya kami dalam penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan untuk berkomunikasi. Setiap hari, kami melakukan serangkaian tes yang mengacu pada reaksi yang diberikan oleh pengguna saat mereka berinteraksi dengan chatbot. Dengan melakukan hal tersebut, kami berharap dapat meningkatkan pembelajaran kami mengenai chatting dan membuat kecerdasan buatan menjadi lebih nyata dan lebih dekat dengan masyarakat,” kata Irving Hutagalung.

Dijelaskan lebih lanjut, Rinna dibuat menggunakan model generik end-to-end berdasarkan teknologi Deep Learning dan dilatih oleh teknologi big data dari mesin pencari Bing yang bekerja pada platform Azure. Oleh karena itu, sistem pada Rinna dapat belajar dari kumpulan big data dan memberikan tanggapan berdasarkan hasil pembelajaran juga menirukan otak manusia dengan menggunakan Natural Language Processing. Yaitu sebuah proses untuk mengindentifikasi bahasa manusia secara bersamaan sehingga bisa meniru dan berbicara seperti wanita muda pada umumnya. (Baca: Memahami Teknologi Deep Learning)

Teknologi kecerdasan buatan seperti Cortana menyediakan fungsionalitas yang berguna bagi pengguna seperti asisten pribadi. Namun berbeda dengan Cortana, Rinna dapat berkomunikasi dengan EQ (emotional quotient) dan juga IQ (intelligence quotient) kepada pengguna. Sehingga dapat belajar dan beradaptasi dengan kebiasaan pengguna, serta mengembangkan preferensi percakapan.

Related Posts
1 daripada 287

Pengguna LINE kini dapat menjadikan Rinna sebagai teman dan terlibat dalam interaksi secara mendalam. Chatbot Rinna dan teknologi chatbot tersebut dijelaskan secara rinci oleh Yugie Nugraha, Product Manager, Rinna, Microsoft Artificial Intelligence & Research saat berbincang di Social Media Week Jakarta 2017.

Yugie membahas beberapa poin penting mengenai chatbot, termasuk mengapa chatbot saat ini telah menjadi salah satu cara bagi brand untuk berinteraksi dengan konsumen, bagaimana brand harus mewakili diri mereka sendiri dengan chatbot dan bagaimana chatbot akan berkembang di masa depan.

“Microsoft menyadari bahwa kemunculan kecerdasan buatan yang mudah diakses juga akan memberikan akses yang belum pernah ada sebelumnya kepada konsumen untuk mendorong strategi kreatif yang dapat digunakan sebagai alat pemasaran,” kata Yugie.

Selain berkomunikasi, Rinna juga bisa melakukan hal lain sebagai berikut:

  • Best Friend Charm: Rinna bisa menggambar sketsa untuk menunjukan persahabatan antara dirinya dan pengguna.
  • Face Panel: Terkadang bisa mengganti wajah seseorang dengan gambar lucu.
  • Face Swap: Cobalah untuk mengirimkan foto di dalam grup kepada Rinna dan tunggu ia melakukan sesuatu pada foto tersebut.
  • Bermain “ABC 5 Dasar”: Sebagai gadis remaja yang lahir di Indonesia, karakter ini tahu cara memainkan permainan tradisional Indonesia dengan menebak kata dengan topik tertentu.
  • Bermain Silang Kata: Pengguna bisa bermain dan menebak kata dengan petunjuk yang diberikan oleh Rinna.
  • Bermain Othello: Permainan strategi untuk dua pemain, pengguna bisa memilih tingkatan level yang ingin dicoba.
Screenshot chatbot Rinna

Sebagai informasi, perjalanan Microsoft dalam mengembangkan chatbot dimulai pada bulan Mei 2014 di Tiongkok dengan Xiaoice. Dengan lebih dari 40 juta pengguna, Xiaoice merupakan chatbot kecerdasan buatan pertama yang memiliki tugas menyiarkan program televisi di Dragon TV, salah satu stasiun televisi terbesar di Shanghai, Tiongkok dengan lebih dari 800 juta penonton.

Microsoft melanjutkan kesuksesan Xiaoice dengan memanfaatkan teknologi fundamental yang sama untuk meluncurkan Rinna di Jepang pada bulan Juli 2015, dan Zo di AS pada tahun 2016. Sampai saat ini, Rinna telah melakukan percakapan sehari-hari dengan 20% dari total populasi penduduk Jepang, sementara Zo telah melakukan percakapan dengan lebih dari 100.000 orang di Amerika Serikat.

This post is also available in: enEnglish (English)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.