Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

China, Negeri Teknologi dengan Ribuan Inovasi

Awal November lalu, saya berkesempatan untuk menjadi peserta dari program Seeds for the Future 2019. Ini merupakan program tahunan Huawei yang dilaksanakan di 108 negara dan telah diikuti oleh lebih dari 30000 mahasiswa dari sekitar 350 universitas di seluruh dunia.

Bersama dengan 9 peserta lain dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, dan Telkom University, saya mendapatkan sebuah pengalaman tak terlupakan di salah satu negeri pelopor teknologi dunia, China.

Perjalanan tim Seeds for the Future 2019 dimulai dari ibu kota China, Beijing. Diawali dengan kunjungan ke Forbidden City, sebuah situs budaya yang menunjukkan jejak kekaisaran China di masa kejayaannya. Tidak ketinggalan, kami juga berkesempatan untuk mengunjungi salah satu dari 7 keajaiban dunia, yaitu Tembok Besar China (The Great Wall of China).

Selain itu, kami juga belajar bahasa dan budaya China di Beijing Language and Culture University (BLCU) selama satu minggu. Sejak pertama kali berjalan-jalan di Beijing, saya sudah dibuat kagum dengan penerapan teknologi yang ada di negara ini.

Sebut saja mobil listrik dan tilang elektronik, teknologi yang mungkin menjadi sesuatu yang baru kita kenal belakangan ini sudah lebih dulu diterapkan dan berkembang di negeri tirai bambu ini. Berbeda dengan di Indonesia, kendaraan listrik, terutama motor dan sepeda listrik, sepertinya menjadi pilihan utama kendaraan pribadi penduduk China, begitu juga dengan kendaraan umum seperti bus dan taksi listrik.

Di minggu kedua saya melanjutkan perjalanan ke kota Shenzhen, kota yang dikenal sebagai Silicon Valley-nya China dimana banyak ditemukan kantor pusat perusahaan raksasa teknologi China dan dunia seperti Tencent, Konka, ZTE, dan Huawei.

Kota ini menjadi salah satu saksi dan juga pusat kemajuan teknologi di negeri Tirai Bambu. Kunjungan saya ke Shenzhen Museum menunjukkan bagaimana dalam waktu kurang dari 30 tahun, kota ini berhasil melakukan transformasi gemilang. Dari kota nelayan menjadi kota dengan ratusan gedung tinggi, pabrik, dan kantor-kantor perusahaan besar, menyaingi Hongkong sebagai pusat ekonomi dan teknologi di kawasan ini.

Related Posts
1 daripada 3

Selain daya tariknya sebagai kota teknologi, Shenzhen juga memiliki beberapa daya tarik wisata seperti China Folk Culture Village, sebuah tempat wisata berisi puluhan miniatur tempat-tempat ikonik China dan sejarahnya, dan juga yang lagi-lagi menimbulkan rasa kagum saya pada kota ini yaitu Shenzhen Light Show, pertunjukan lampu di Shenzhen Civic Center dimana puluhan gedung tinggi “bekerjasama” menampilkan pertunjukan cahaya LED yang indah.

Satu destinasi yang tidak boleh terlewatkan ketika mengunjungi Shenzhen adalah Huaqiangbei, pasar elektronik terbesar di dunia. Pusat perbelanjaan yang tersusun dari Di sana kita dapat menemukan apapun elektronik yang kita inginkan, mulai dari smartphone, wearable devices, komponen gadget, drone, hingga yang lebih mutakhir seperti AI robot, dan perangkat smarthome. Di Huaqiangbei, kita dapat menemukan toko resmi dari merek-merek gadget terkenal dunia, service center, hingga toko yang menjual barang-barang copy, dan tempat merakit komponen smartphone.

China memang dikenal sebagai negara yang selalu membuat terobosan-terobosan di dunia teknologi. Mulai dari pengembangan teknologi gadget, elektronik, hingga proyek-proyek luar biasa yang belakangan ini ramai dibicarakan. Sebut saja proyek bulan artifisial yang rencananya akan diluncurkan di kota Chengdu untuk menggantikan lampu yang menerangi malam hari, transit elevated bus (bus melayang), yang dapat berjalan di atas kemacetan lalu lintas China, hingga matahari buatan.

Selain itu ada satu teknologi yang sedang hangat dibicarakan saat ini dan juga dipelopori oleh China, yaitu 5G, teknologi generasi kelima dari standar komunikasi seluler.

Di Huawei Campus, saya berkesempatan untuk mempelajari teknologi dan komponen jaringan 5G yang dimiliki Huawei, serta mempraktekan secara langsung bagaimana cara konfigurasi perangkat base station 4G dan 5G. Hal ini tentu menjadi pengalaman berharga bagi saya mengingat teknologi ini masih sangat baru dan tidak dapat saya pelajari di kampus.

Di dunia teknologi seperti sekarang ini, terlebih dengan adanya revolusi industri 4.0, rasanya sudah jelas bahwa kemajuan teknologi dan inovasi menjadi nilai jual suatu negara yang juga dapat meningkatkan ekonomi negara itu.

Saya berharap ke depannya Indonesia juga dapat mengambil contoh dari China tentang bagaimana pengembangan, penerapan, serta inovasi teknologi, serta strategi pengembangan potensi ekonomi daerah seperti yang dilakukan China pada Shenzhen.