GoPro Hero 10 Lebih Kencang dengan Prosesor Baru, Mendukung Video 4K 120fps

Jakarta, Gizmologi – Vendor yang dikenal dengan action camera jagoannya, GoPro baru saja meluncurkan produk terbarunya yang cocok bagi konsumen dengan kebutuhan perekaman video di segala medan. Hadir dengan desain yang familiar, GoPro Hero 10 dilengkapi prosesor baru, mampu bawa peningkatan yang menyeluruh.

Sebelumnya, GoPro Hero 9 hadir dengan dua layar pada kedua bagian bodinya yang berlapis warna hitam. Sama-sama berwarna, tak sedikit konsumen yang mengeluhkan adanya lag atau kurang responsif saat disentuh atau dengan gestur lainnya. Selain bisa hasilkan konten yang lebih tajam pada resolusi tinggi, kamera GoPro terbaru kali ini juga hadir selesaikan isu tersebut.

Baca juga: Aplikasi GoPro Quik Diperbarui dengan Banyak Fitur dan Pilihan Pembayaran

Vendor asal Amerika Serikat satu ini luncurkan produk flagship-nya setelah generasi sebelumnya hadir secara resmi di Tanah Air pada Desember 2020. Dalam sebuah rilis resmi, Nicholas Woodman selaku penemu darn CEO dari GoPro mengatakan, “GoPro Hero 10 black adalah salah satu kamera paling mengesankan di dunia, berapa pun harganya.” Kehadiran produk ini juga menandai 10 tahun eksistensinya pada pasar action camera.

Yang benar-benar diunggulkan pada GoPro Hero 10 adalah penggunaan prosesor baru yaitu GP2. Tak seperti pada smartphone, tak dijabarkan bagaimana arsitektur CPU, GPU maupun clock speed yang dimilikinya. GoPro fokus untuk memberikan informasi benefit apa saja yang dibawa.

Kamera GoPro Hero 10 Lebih Andal Saat Low-light

GoPro Hero 10

Pada perekaman video, bisa dibilang kini meningkat cukup jauh, hampir dua kali lipat secara resolusi. Kini resolusi maksimumnya mencapai 5.3K 60fps, dengan dukungan slow-motion 4K 120fps dan 2.7K 240fps—di mana sebelumnya hanya sebatas full HD saja.

Ketika merekam video dalam resolusi tertinggi, pengguna dapat mengambil tangkapan layar menjadi sebuah foto hingga resolusi 19,6MP. Sementara untuk kode khusus, resolusi maksimumnya 23MP. Cip GP2 juga berikan algoritma local tone mapping dan 3D noise reduction, sehingga lebih optimal pada kondisi kurang cahaya.

Sistem stabilisasinya juga ditingkatkan lewat fitur HyperSmooth 4.0, mampu diaktifkan dalam resolusi dan frame rate lebih tinggi. Sementara untuk mode Horizon Leveling (otomatis meluruskan horizon pada video), kini bisa berputar sampai 45 derajat—meningkat 27 derajat dari seri sebelumnya.

GoPro juga memastikan bila kamera ini lebih cepat dalam berbagai aspek. Termasuk untuk responsivitas sentuhnya, termasuk layar pada bagian depan yang mendukung refresh rate tinggi untuk preview video lebih akurat.

Mendukung Fitur Auto Backup

GoPro Hero 10

Ada fitur menarik yang disematkan pada kamera ini demi memudahkan perpindahan konten. Ketika sedang diisi daya, pengguna GoPro Hero 10 dapat mengaktifkan fitur auto backup, otomatis mengirimkan media ke cloud milik GoPro.

Alternatif lain adalah transfer secara nirkabel yang diklaim 30% lebih cepat. Atau bila ingin lebih cepat, terdapat opsi menggunakan kabel dari GoPro Hero 10 ke smartphone. Lensa kamera GoPro terbaru satu ini juga dirancang lebih tahan goresan, serta lebih bersih ketika terkena air.

Dengan fitur auto backup, tentu saja pengguna jadi harus membeli penyimpanan cloud dari GoPro. Bersama dengan diluncurkannya GoPro Hero 10, dihadirkan opsi berlangganan dengan kapasitas unlimited, bisa dibayarkan tiap bulan (USD4,99) atau tiap satu tahun (USD49,99).

GoPro Hero 10 dijual seharga USD499 atau sekitar Rp7 jutaan tanpa berlangganan. Namun bila konsumen memutuskan untuk ikut berlangganan dalam periode satu tahun, unitnya diberikan potongan harga hingga USD100.

Sebagai informasi, GoPro Hero 9 hadir secara resmi dengan harga awal Rp8,099 juta. Bisa dipastikan bila generasi terbaru akan tersedia pada rentang harga serupa, sementara edisi tahun lalu bakal diberikan penurunan harga.

Tinggalkan komen