Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Honor Play4 Pro Punya Sensor Inframerah untuk Cek Suhu Tubuh

0 5.505

Diperkenalkan di China pekan lalu, Honor, sub-brand dari Huawei baru saja meluncurkan dua seri smartphone terbarunya untuk lini Honor Play. Lini tersebut biasanya berfokus untuk berikan nilai jual tinggi kepada konsumen lokal dengan fitur canggih dan harga terjangkau. Kali ini ada Honor Play4 dan Honor Play4 Pro, dimana salah satunya dilengkapi dengan sensor untuk cek temperatur.

Meski namanya serupa, keduanya memiliki spesifikasi yang hampir jauh berbeda. Pun harganya juga terpaut cukup jauh. Yang sama adalah keduanya sama-sama mendukung jaringan 5G SA/NSA, memiliki sensor sidik jari yang menyatu dengan tombol power di sisi kanan bodi, serta sama-sama jalankan MagicUI 3.1 berbasis Android 10. Mari kita bahas keunggulannya satu persatu.

Spesifikasi Honor Play4 Pro

Honor Play4 Pro

Memiliki embel-embel “Pro”, seri yang satu ini tentu hadir dengan spesifikasi yang lebih gahar. Honor Play4 Pro miliki layar 6,57 inci dengan dua kamera punch hole di sisi atas, masing-masing beresolusi 32MP & 8MP (ultra wide-angle). Resolusinya full HD+ dan gunakan panel IPS.

Chipset yang digunakan sudah sama dengan flagship Huawei masa kini, yaitu Kirin 990 yang sudah membawa modem 5G. Dipasangkan dengan RAM 8GB serta penyimpanan internal 128GB, Honor Play4 Pro sanggup melibas aplikasi maupun gim yang berat. Kapasitas baterainya juga cukup besar di 4,200 mAh, dan mendukung fast charging 40 watt yang mampu isi daya hingga 70%, hanya 30 menit saja.

Yang cukup unik, jumlah kamera belakangnya sama seperti kamera depan. Ketika smartphone lain berlomba rilis kamera utama dengan empat lensa, Honor Play4 Pro hanya miliki dua lensa. Lensa utamanya gunakan sensor Sony IMX600 40MP yang cukup spesial, punya dimensi besar (1/1.7 inci) dengan filter RYYB. Honor menyebutkan jika sensor ini dapat menangkap cahaya 40% lebih banyak dari sensor tradisional, dengan ISO maksimum 204,800.

Lensa keduanya adalah telefoto dengan 3x optical zoom (5x hybrid, 30x digital), dilengkapi OIS dan beresolusi 8MP. Kedua lensa tersebut ditemani laser autofocus untuk pengambilan fokus cepat dan akurat. Tanpa OIS pada lensa utama, smartphone ini manfaatkan AIS dari ISP bawaan Kirin, untuk membuat hasil rekam video 4K 60fps-nya lebih stabil.

Honor Play4 Pro IR Sensor

Nah, yang spesial lagi, Honor Play4 Pro juga hadir dengan edisi khusus, dilengkapi sensor inframerah untuk cek suhu atau temperatur. Sensor tersebut mampu deteksi suhu objek, hewan hingga manusia, sehingga sangat berguna terutama pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Sensornya diklaim dapat mendeteksi suhu pada rentang -20 hingga 100 derajat celsius.

Sementara Honor Play4 hadir jadi opsi yang lebih murah dengan layar lebih luas di 6,81 inci. Kamera depannya hanya satu (16MP), dan smartphone ini menjalankan chipset Dimensity 800 dari MediaTek yang juga mendukung 5G. Kapasitas baterai juga sedikit lebih besar di 4,300 mAh, namun dengan pengecasan lebih lambat yaitu 22,5 watt.

Kamera belakangnya justru lebih banyak. Honor Play4 miliki sensor utama 64MP f/1.89, 8MP f/2.2 ultra wide-angle, serta dua sensor 2MP f/2.4 masing-masing untuk macro dan depth sensor. Smartphone ini miliki jack audio 3,5mm serta sertifikasi IP5X untuk ketahanan dari cipratan air.

Baca juga: Honor Indonesia Ajak Masyarakat Untuk Hidup Sehat dengan Olahraga di Rumah

Harga Honor Play4 & Play4 Pro

Honor Play4
Honor Play4

Akan tersedia di negara asalnya, Honor Play4 dijual mulai dari CNY1,799 (Rp3,5 jutaan) untuk varian 6GB/128GB dan CNY1,999 (Rp3,9 jutaan) 8GB/128GB. Jika ingin membeli versi Pro, harus merogoh kocek lebih dalam yaitu CNY2,899 atau Rp5,7 jutaan. Sementara untuk Honor Play4 Pro dengan sensor inframerah untuk pengukur suhu tubuh lebih mahal Rp200 ribu.

Honor Play4 Pro dijual lebih dulu mulai 9 Juni kemarin, sementara Honor Play4 menyusul di tanggal 12 Juni. Kemungkinan hanya dilengkapi dengan Huawei Mobile Services (HMS) tanpa adanya layanan Google. Menurut Gizmo friends, sensor pengecek suhu pada smartphone dapat menambah nilai tersendiri, atau hanya sekadar gimmick?