Variable Aperture menjadi salah satu fitur kamera yang diperkenalkan pada iPhone 18 Pro. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengatur bukaan lensa untuk mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke sensor. Meski bukan teknologi baru di dunia fotografi, kehadirannya di smartphone menarik perhatian karena memberikan kontrol lebih besar terhadap hasil foto dan video.
Sebelumnya, sejumlah produsen smartphone sempat menghadirkan sistem bukaan lensa yang dapat berubah. Namun, fitur tersebut tidak bertahan lama dan sebagian besar kamera smartphone kembali menggunakan bukaan tetap. Kini, Apple membawa Variable Aperture ke lini iPhone Pro, membuka peluang bagi pengguna untuk mengeksplorasi teknik fotografi yang sebelumnya lebih identik dengan kamera profesional.
Meski demikian, Variable Aperture bukan fitur yang otomatis membuat setiap foto menjadi lebih baik. Manfaatnya bergantung pada situasi pemotretan dan bagaimana pengguna mengatur bukaan, kecepatan rana, serta ISO. Dengan memahami cara kerjanya, fitur ini bisa membantu menghasilkan video yang lebih natural, foto dengan area fokus lebih luas, hingga detail gambar yang lebih optimal.
Baca Juga: Unboxing iPhone 18 Pro Max Glacier, Alternatif Burgundy yang Nggak Kalah Memikat
1. Apa Itu Variable Aperture?

Aperture adalah bukaan pada lensa yang mengatur banyaknya cahaya masuk ke sensor kamera. Pada sistem Variable Aperture, ukuran bukaan dapat diubah sesuai kebutuhan. Prinsipnya mirip dengan pupil mata yang membesar saat kondisi gelap dan mengecil ketika berada di tempat terang.
Ukuran aperture biasanya ditulis menggunakan angka f, seperti f/1.8 atau f/4. Angka yang lebih kecil menunjukkan bukaan yang lebih lebar sehingga lebih banyak cahaya dapat masuk. Sebaliknya, angka yang lebih besar menunjukkan bukaan lebih sempit. Pada iPhone 18 Pro, aplikasi kamera bawaan menyediakan pilihan f/1.46, f/1.8, f/2.8, dan f/4.
2. Membantu Menghasilkan Video dengan Gerakan Lebih Natural

Salah satu manfaat Variable Aperture adalah membantu pengguna mengatur tampilan gerakan dalam video. Kecepatan rana atau shutter speed berpengaruh terhadap motion blur, yakni efek buram yang muncul ketika objek bergerak. Video dengan kecepatan rana terlalu tinggi dapat terlihat kaku atau patah-patah, terutama ketika merekam gerakan cepat.
Dengan mempersempit aperture, jumlah cahaya yang masuk berkurang sehingga kamera dapat menggunakan kecepatan rana lebih lambat tanpa membuat gambar terlalu terang. Hasilnya, gerakan dapat terlihat lebih natural dan mendekati karakter video sinematik. Namun, pada kondisi sangat terang, pengguna mungkin tetap membutuhkan filter ND untuk mengendalikan cahaya.
3. Mengatur Kedalaman Bidang dan Area Fokus

Variable Aperture juga memengaruhi depth of field atau kedalaman bidang, yaitu area di depan dan belakang titik fokus yang masih terlihat tajam. Bukaan lebar seperti f/1.46 menghasilkan kedalaman bidang lebih dangkal, sehingga latar belakang lebih mudah terlihat buram dan subjek tampak terpisah dari lingkungan sekitarnya.
Sebaliknya, bukaan yang lebih sempit seperti f/4 dapat menjaga lebih banyak bagian objek tetap fokus. Hal ini berguna saat memotret objek dari jarak dekat, ketika sebagian objek berisiko terlihat tidak tajam. Pada pengujian iPhone 18 Pro yang menjadi sumber artikel ini, bukaan f/1.46 juga dapat membuat foto close-up terlihat lebih lembut karena area fokusnya sangat tipis.
4. Apakah Variable Aperture Membuat Foto Lebih Tajam?

Bukaan yang lebih sempit berpotensi meningkatkan ketajaman di beberapa bagian gambar, terutama sudut foto. Dalam pengujian menggunakan format RAW 48MP, perbedaan antara f/1.46 dan f/4 pada iPhone 18 Pro disebut relatif kecil. Bukaan f/4 memberikan sedikit keuntungan pada ketajaman sudut dan mengurangi purple fringing, yaitu semburat warna ungu di sekitar objek berkontras tinggi.
Namun, bukaan sempit juga dapat menghasilkan pola cahaya menyerupai bintang di sekitar sumber cahaya terang. Karena itu, penggunaan Variable Aperture untuk meningkatkan detail perlu disesuaikan dengan kondisi pemotretan. Pada situasi tertentu, bukaan lebar tetap menjadi pilihan yang masuk akal tanpa kehilangan detail secara signifikan.
5. Keterbatasan Variable Aperture di iPhone 18 Pro

Mengatur aperture hanya untuk membuat foto lebih terang atau gelap bukanlah manfaat utamanya. Kamera smartphone dapat menyesuaikan ISO dan kecepatan rana secara otomatis, sementara fitur Night Mode membantu meningkatkan hasil foto dalam kondisi minim cahaya. Dengan demikian, perbedaan hasil akibat perubahan aperture untuk kebutuhan eksposur saja bisa jadi tidak terlalu terlihat dalam penggunaan sehari-hari.
Ada pula keterbatasan dari sisi kontrol. Variable Aperture di iPhone 18 Pro hanya tersedia pada kamera utama, sementara aplikasi kamera bawaan menawarkan empat pilihan bukaan dan belum menyediakan kontrol ISO manual. Aplikasi pihak ketiga seperti Optika disebut menawarkan pilihan aperture yang lebih beragam. Pada akhirnya, Variable Aperture merupakan fitur yang berguna bagi pengguna yang ingin lebih leluasa mengatur foto dan video, tetapi manfaatnya paling terasa ketika dipakai dengan pemahaman fotografi yang tepat.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

