Logitech Zone Vibe Pro resmi meluncur di Tanah Air sebagai headset nirkabel dirancang untuk penggunaan sepanjang hari. Tampil sebagai varian terbaru dari Zone Vibe 100, headset over-ear ini menyasar pekerja hybrid yang ingin satu perangkat untuk rapat dan hiburan pribadi.
Zone Vibe Pro tampil dengan desain tanpa boom microphone. Alih-alih, Logitech menyematkan teknologi AI-powered voice isolation untuk membantu mengurangi suara latar saat melakukan panggilan.
Baca Juga: OpenAI Dots Hadir di ChatGPT Pro, Ini 3 Profesi yang Disasar
Sementara itu, teknologi Adaptive Noise Cancellation (ANC) di headset ini diklaim mampu bekerja untuk meredam kebisingan di sekitar pengguna. Kemampuan ini membuat Zone Vibe Pro sebagai satu headset untuk berbagai aktivitas, mulai dari video call pada pagi hari hingga mendengarkan musik setelah jam kerja.
“Para profesional modern yang bekerja di open office, di rumah, maupun saat bepergian, tidak seharusnya membutuhkan banyak solusi audio untuk pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka,” ujar Joseph Mingori, VP dan General Manager Mobile and Audio Solutions di Logitech, sebagaimana dikutip dari keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Logitech Zone Vibe Pro Dilengkapi Driver 40mm dan ANC Adaptif
Untuk kebutuhan audio, Zone Vibe Pro menggunakan driver 40 mm yang dirancang khusus. Logitech menyebut konfigurasi tersebut ditujukan untuk menghasilkan suara dengan detail, bass, dan kejernihan yang dapat digunakan untuk panggilan maupun hiburan.

Headset ini juga membawa Adaptive Noise Cancellation yang dapat menyesuaikan peredaman terhadap kondisi sekitar secara real time. Tingkat ANC dapat diatur melalui aplikasi Logi Tune, termasuk opsi beralih ke Transparency Mode.
Pada sisi mikrofon, desain boomless dipadukan dengan isolasi suara berbasis AI. Menurut Logitech, teknologi tersebut dapat mengurangi kebisingan latar yang terdengar saat panggilan. Klaim pengurangan hingga 93 persen berasal dari pengujian laboratorium akustik Logitech menggunakan jenis kebisingan simulasi, sehingga bukan hasil pengujian penggunaan sehari-hari.
Baterai Tahan hingga 66 Jam
Salah satu aspek yang ditonjolkan Logitech adalah daya tahan baterainya. Logitech Zone Vibe Pro mampu digunakan hingga 30 jam untuk mendengarkan audio dengan ANC aktif dan hingga 66 jam ketika ANC dinonaktifkan.
Untuk panggilan, daya tahan mencapai 18 jam dengan ANC aktif dan 20 jam ketika ANC dimatikan. Pengisian dilakukan melalui USB-C, sedangkan pengisian cepat selama lima menit diklaim dapat memberikan waktu bicara hingga satu jam.

Headset juga tetap dapat digunakan untuk audio ketika sedang diisi melalui USB. Logitech merancang ulang bagian head strap dengan material lembut untuk membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata. Bantalan telinganya juga dibuat untuk penggunaan dalam durasi panjang.
Laman resmi Logitech menyebut desain tersebut dapat mengurangi titik tekanan tertinggi hingga 29 persen berdasarkan pengujian laboratorium perusahaan terhadap 30 partisipan. Angka tersebut merupakan hasil pengujian internal Logitech, bukan pengukuran independen.
Logitech Zone Vibe Pro juga memiliki sejumlah komponen yang dapat diganti, termasuk head strap, earpad, dan baterai. Logitech menyebut pendekatan tersebut ditujukan untuk memperpanjang masa pakai perangkat.
Harga Logitech Zone Vibe Pro di Indonesia

Untuk pasar Indonesia, Logitech menghadirkan Zone Vibe Pro dalam tiga warna, yakni Graphite, Off-White, dan Lilac.
Selain koneksi Bluetooth, headset ini mendukung Bluetooth Multipoint sehingga pengguna dapat berpindah di antara beberapa perangkat. Produk juga dapat digunakan sebagai headset berkabel melalui USB-C.
Logitech Zone Vibe Pro dirilis secara global pada 30 September 2026 dengan harga global mulai USD 259,99. Untuk pasar Indonesia, Logitech menetapkan harga Rp 5.725.000.
Headset ini dijual melalui toko resmi Logitech, baik secara online maupun offline, dengan pilihan warna Graphite, Off-White, dan Lilac.
Logitech Perkenalkan Rally AI Camera

Logitech resmi memperkenalkan Rally AI Camera dan Rally AI Camera Pro, lini kamera konferensi terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan ruang rapat berukuran besar, ruang kelas, hingga area town hall. Berbeda dengan kamera konferensi konvensional, perangkat ini mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengatur framing video secara otomatis dan menyesuaikan tampilan peserta rapat secara real-time.
Peluncuran ini menunjukkan bagaimana teknologi AI mulai mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem kerja hybrid. Setelah sebelumnya banyak diterapkan pada perangkat lunak kolaborasi, kini AI semakin banyak diintegrasikan langsung ke perangkat keras untuk membantu menciptakan pengalaman rapat yang lebih setara bagi peserta yang hadir secara langsung maupun virtual.
Di sisi lain, kebutuhan akan perangkat konferensi yang lebih cerdas memang meningkat seiring semakin kompleksnya ruang kerja modern. Namun, seperti banyak solusi berbasis AI lainnya, efektivitasnya tetap akan bergantung pada implementasi di lapangan serta kesiapan perusahaan dalam mengintegrasikan perangkat tersebut ke infrastruktur yang sudah ada.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

