Razer Kembangkan Konsep Masker Pintar Dilengkapi Mikrofon dan Lampu RGB

Kebutuhan akan masker di tengah pandemi semakin meningkat. Dengan penyebaran vaksin yang mulai meluas, penggunaan masker saat ini masih sangat dibutuhkan sebagai langkah pencegahan ekstra terhadap virus.Tak hanya sebatas alat penangkal Covid 19, pemakaian masker menjadi sebagai salah satu alat tunjuk gaya.

Baca juga: Dibanderol Rp42 Juta, Razer Hadirkan Kacamata Pintar Pertamanya

Melalui tampilan warna dan corak, alat pelindung ini dapat meningkatkan kepercayaan diri pemakainya sehari-hari ketika harus ke luar rumah. Masker dibuat dengan fitur yang dapat memudahkan pengguna menghirup udara. Selain menawarkan kenyamanan, setiap orang menginginkan keamanan dari masker untuk terhindar dari virus.

Masker Razer dengan RGB Ala Gamers

Razer
Dilengkapi lampu RGB dan memiliki penutup transparan membuat pengguna lebih nyaman (Razer)

Perusahaan teknologi asal Singapura, Razer di CES awal tahun ini meluncurkan masker wajah futuristik bernama Project Hazel. Masker ini akan memiliki lampu RGB yang ber. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan masalah kabut-kabut pada masker yang mengganggu saat memakai masker, terutama saat di luar ruangan yang bersuhu dingin.

Project Hazel diharapkan dapat efektif seperti pemakaian masker N95 dengan alat penyaringan bakteri yang dapat menjebak 95% partikel di udara. Dengan menampilkan tali yang dapat disesuaikan untuk membuat segel kedap udara.

Baca juga: Razer Kiyo Pro, Webcam Canggih Berkemampuan HDR Harga Rp2 Jutaan

Pengguna nantinya dapat menghirup udara segar, dengan kemampuannya untuk menyaring karbon dioksida.Tak kalah canggihnya, pada masker ini akan dilengkapi mikrofon dan speaker internal yang dapat memperkuat suara Anda ketika berbicara.

Berkontribusi Dalam Pembuatan Masker

Razer
Razer co-founder Tan Min-Liang, telah menyampaikan produksi masker sebanyak 1 juta buah (Asia One)

CEO Razer, Min-Liang Tan mengatakan pembuat elektronik tersebut berencana untuk mengubah masker Project Hazel menjadi kenyataan. Alat pelindung wajah ini dilengkapi penutup depan transparan yang memungkinkan orang lain melihat mulut pengguna. “Kami telah menyadari bahkan dengan vaksinasi, setiap orang masih harus menutupi wajahnya karena masih ada faktor risiko (penularan) meskipun telah divaksinasi,” katanya.

Sebelumnya, perusahaan berbasis game ini telah mengumumkan akan memproduksi masker bedah. Lewat kicauan Min-Liang Tan, Razer akan menyumbangkan lebih dari 1 juta masker ke seluruh negara di dunia. Ia berharap dengan adanya sumbangan tersebut, dapat memperlambat penyebaran Covid-19.

Sampai saat ini belum ada konfirmasi mengenai kapan akan memproduksi masker tersebut. Dengan kecanggihan dari masker buatan Razer, kemungkinan harga yang ditawarkan jauh lebih mahal daripada pelindung wajah lainnya.

Saat ini, perusahaan masih dalam tahap pengembangan. Melalui pemikiran serta komitmen kepada pengguna, bersama timnya tetap akan melanjutkan dan menyelesaikan aspek keberlanjutan dari masker tersebut. Adanya pengembangan proyek ini, diharapkan dapat menjadi suatu hal yang penting bagi perusahaan dalam melebarkan sayap bisnisnya ke depan.

Tinggalkan komen