Jakarta, Gizmologi – Akhir Juni ini Steam kembali menggelar Steam Summer Sale 2026 mulai tanggal 25 Juni 2026, dan akan berlangsung hingga 9 Juli 2026. Ratusan judul tersedia dengan diskon besar, termasuk beberapa game yang sudah menyentuh harga terendah sepanjang sejarahnya. Game yang rilis antara enam bulan hingga dua tahun lalu biasanya mendapat potongan harga paling agresif, di kisaran 30 hingga 60 persen, sementara rilisan baru mendapat kisaran diskon 10 hingga 15 persen.
Beberapa judul AAA sudah mencatatkan diskon yang cukup menggoda. Cyberpunk 2077 hadir di diskon 70 persen menjadi Rp209.999, sementara The Witcher 3 Complete Edition cuma dihargai Rp89.900. Dead Space Remake tersedia dengan diskon 90 persen menjadi seharga Rp65.900. Deretan judul itu punya rating tinggi dan jadi favorit pada masanya. Bila Gizmo Friends belum sempat beli, maka inilah saatnya!
Di luar judul-judul AAA, beberapa indie dan game pertengahan juga layak diperhatikan. Octopath Traveler 0 dari Square Enix hadir di harga terendahnya sejak rilis dengan potongan lebih dari 20 persen. Jika diperhatikan setidaknya ada 12 pemenang Game of the Year dari tahun-tahun sebelumnya kini tersedia di harga yang sangat murah. Steam juga mengumumkan festival lanjutan setelah sale ini berakhir, termasuk Social Deduction Fest dan Train Fest di Juli, lalu tema cyberpunk di Agustus, dan horror di Oktober.
Baca juga: Masih Diskon, Harga EA Sports FC 26 Tidak Sampai Rp50 Ribu dan Sudah Ada Timnas!
Meccha Chameleon di Steam Summer Sale, Game Rp50 Ribuan yang Kalahkan Forza di Steam

Di tengah ratusan judul yang ikut Summer Sale, ada satu game yang jadi perhatian yakni Meccha Chameleon meski tidak mendapat diskon. Sebuah game hide and seek buatan developer indie Jepang bernama lemorion_1224 bersama Haganeiro. Dikembangkan hanya dalam dua bulan, tanpa anggaran pemasaran sama sekali, game ini sudah terjual 5 juta kopi dalam 10 hari pertama dan sempat menempati posisi pertama tangga lagu global Steam, mengalahkan Forza Horizon 6 dan Final Fantasy VII Remake Intergrade.
Konsep game ini sederhana, yakni pemain dibagi jadi pemburu dan penyembunyi, di mana penyembunyi harus mewarnai tubuh putih polos karakter mereka agar menyatu dengan latar belakang lingkungan seperti dinding, lantai, rak buku, atau tekstur apa pun yang ada di sekitarnya.
Alih-alih bersembunyi di balik objek, pemain justru dituntut kreatif sendiri dalam meniru pola dinding, karpet, tanaman, atau furnitur agar tidak terdeteksi. Ini twist yang cukup segar dari format Prop Hunt yang sudah ada sebelumnya, dan itulah yang membuat setiap sesi menghasilkan momen lucu yang gampang dibagikan.
Lemorion_1224 sendiri bukan nama baru, ia sudah bertahun-tahun membuat game-game kecil yang tidak pernah viral, termasuk Penguins, Penguin Hotel, Death Burger, dan Pexit 8, sebelum Meccha Chameleon akhirnya jadi terobosannya. Meccha Chameleon dianggap sebagai “2026’s Biggest Viral Sensation”.
Kalau Gizmo Friends ingat, kisah yang terjadi pada Meccha Chameleon mengingatkan pada deretan game seperti Among Us, Fall Guys, dan Lethal Company sebagai contoh bagaimana satu mekanik yang jelas dan harga yang murah bisa menjadi fenomena gaming yang tidak bisa dibeli dengan anggaran pemasaran mana pun.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

