Jakarta, Gizmologi – Google mengumumkan perubahan besar pada struktur biaya di Play Store menyusul kekalahannya dalam sengketa hukum melawan Epic Games. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah pemangkasan komisi yang harus dibayarkan pengembang aplikasi dan game saat mendistribusikan produknya melalui platform tersebut.
Selama bertahun-tahun, Google dikenal menerapkan potongan hingga 30% untuk transaksi digital di Play Store. Kebijakan ini sering menjadi sorotan karena dianggap memberatkan sebagian pengembang, terutama studio kecil dan menengah. Epic Games menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengkritik sistem tersebut hingga akhirnya membawa kasus ini ke ranah hukum.
Kini, Google mulai menerapkan model yang lebih fleksibel. Perusahaan juga membuka peluang bagi pengembang untuk menggunakan sistem pembayaran alternatif di luar Google Billing, sebuah langkah yang sebelumnya menjadi salah satu tuntutan utama dalam berbagai kasus antimonopoli terhadap platform distribusi aplikasi.
Baca Juga: CEO Epic Games Kritik Kebijakan AI Steam, Sebut Bisa Hambat Kesuksesan Game
Komisi Turun, Pengembang Punya Lebih Banyak Pilihan

Dalam kebijakan terbaru, Google memangkas potongan pendapatan menjadi 10% untuk pendapatan tahunan pertama hingga US$1 juta per tahun. Meski demikian, pengembang yang tetap menggunakan sistem pembayaran milik Google akan dikenakan biaya tambahan sebesar 5% di wilayah Amerika Serikat, Inggris, dan kawasan European Economic Area (EEA).
Perubahan ini mulai berlaku pada 30 Juni untuk wilayah AS, Inggris, dan EEA. Sementara itu, akses terhadap sistem pembayaran pihak ketiga akan diperluas secara bertahap ke berbagai negara lain. Australia dijadwalkan mendapat dukungan pada September 2026, disusul Jepang dan Korea Selatan pada Desember 2026. Untuk pasar global lainnya, implementasi penuh baru direncanakan pada September 2027.
Dari sisi pengembang, kebijakan baru ini berpotensi meningkatkan margin keuntungan, terutama bagi studio kecil yang sebelumnya harus menyerahkan sebagian besar pendapatannya ke platform distribusi. Namun di sisi lain, pengembang juga harus mempertimbangkan biaya operasional tambahan jika memilih mengelola sistem pembayaran sendiri.
Dampak Besar untuk Ekosistem Aplikasi
Selain perubahan biaya, Google juga memperkenalkan pembaruan pada program Games Level Up dan Apps Experience. Pengembang yang memenuhi kriteria tertentu berpeluang mendapatkan tarif yang lebih rendah dibandingkan struktur biaya standar.
Langkah ini menunjukkan bahwa tekanan regulasi dan persaingan industri mulai mendorong perubahan dalam model bisnis toko aplikasi digital. Selama beberapa tahun terakhir, Apple dan Google sama-sama menghadapi kritik terkait dominasi mereka dalam distribusi aplikasi mobile.
Meski demikian, perubahan ini belum tentu langsung mengubah kondisi pasar secara drastis. Bagi sebagian pengembang besar, biaya distribusi mungkin bukan satu-satunya faktor penentu. Namun bagi studio independen dan pengembang yang sedang bertumbuh, pemangkasan komisi serta hadirnya opsi pembayaran alternatif bisa menjadi kabar positif yang membuka ruang lebih besar untuk berkembang di ekosistem Android.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

