Jakarta, Gizmologi – Berbagai sumber mulai mengatakan bahwa CEO Epic Games Tim Sweeney berbicara terkait penggunaan AI di industri game. Dirinya menganggap bahwa permasalahan AI di industri tersebut belum selesai dan akan semakin banyak studio yang memanfaatkan teknologi akal imitasi.
Hal lain juga menyoroti kebijakan platform distribusi game seperti Epic Games itu sendiri atau Steam yang memang mewajibkan developer jujur atau terang-terangan bahwa mereka menggunakan AI dalam proyek yang tengah dikembangkan. Maka dari itu, ini akan memberikan kesan transparansi kepada para gamer dan pengembang.
Komentar tersebut muncul tidak lama setelah Epic Games mengumumkan bahwa Unreal Engine versi 5.8 dan Unreal Engine 6 akan menghadirkan lebih banyak fitur berbasis AI generatif. Menurut Sweeney, AI seharusnya dipandang sebagai alat produktivitas yang membantu pengembang menyelesaikan pekerjaan teknis dan repetitif, bukan sesuatu yang langsung dianggap negatif oleh pemain.
Baca Juga: GTA 6 Dikabarkan Dilarang di Sejumlah Negara, Apa Penyebabnya?
AI Dinilai Membantu Pengembang Bekerja Lebih Efisien

Dalam wawancaranya, Sweeney menjelaskan bahwa tim di Epic Games sudah memanfaatkan AI untuk mengurangi pekerjaan yang dianggap membosankan, seperti beberapa tahapan dalam pemodelan 3D maupun pembuatan tekstur. Menurutnya, nilai utama sebuah game bukan terletak pada bagaimana aset dibuat, melainkan bagaimana seluruh elemen tersebut disatukan menjadi pengalaman bermain yang menarik.
Ia bahkan mencontohkan bahwa sebuah objek sederhana seperti pot bunga bisa dibuat secara manual dengan biaya besar atau dipindai menggunakan teknologi lain. Bagi Sweeney, yang terpenting adalah hasil akhirnya mampu mendukung dunia, cerita, dan gameplay yang sedang dibangun.
Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh komunitas game. Banyak pemain dan kreator yang masih mempertanyakan dampak AI terhadap kreativitas manusia, terutama ketika teknologi tersebut digunakan untuk menghasilkan aset final yang langsung muncul di dalam game.
Label AI di Steam Jadi Sumber Kontroversi
Sweeney sebagai sosok penting dari Epic Games juga menilai kewajiban pengungkapan AI di Steam berpotensi menciptakan stigma terhadap game tertentu. Menurutnya, label tersebut bisa memicu sentimen negatif sebelum pemain benar-benar mencoba sebuah game.
Komentar ini muncul setelah sejumlah laporan menunjukkan bahwa game yang diketahui menggunakan AI cenderung mencatat penjualan lebih rendah dibandingkan game yang tidak memiliki label serupa. Beberapa studi bahkan menemukan bahwa reaksi negatif pemain biasanya lebih kuat ketika teknologi AI digunakan oleh studio besar dibandingkan pengembang independen.
Di sisi lain, keberadaan label AI juga dianggap penting oleh sebagian pemain karena memberikan transparansi mengenai proses pengembangan game. Dengan begitu, konsumen dapat mengetahui sejauh mana teknologi AI digunakan dalam sebuah proyek sebelum memutuskan untuk membeli.
Menariknya, meski mendukung penggunaan AI, Sweeney tetap berpendapat bahwa teknologi tersebut tidak akan menggantikan peran seniman sepenuhnya. Menurutnya, kualitas karya terbaik tetap lahir dari kreator berbakat yang memanfaatkan berbagai alat, termasuk AI, sebagai bagian dari proses kreatif mereka.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

