Jakarta, Gizmologi – Dalam laporan Ericsson Mobility Report Juni 2026, perusahaan mencatat hal menarik mengenai trafik upload internet dengan AI atau kecerdasan buatan. Apalagi dengan AI yang berkembang pesat, membuat jaringan seluler berdampak.
“Selama ke depan itu AI itu akan menjadi part dari mobile experience. Jadi dulu kita pakai dari sisi smartphone saja, tapi penggunaannya adalah akan menuju ke wearables juga,” ujar Stanislaus Bawono, Head of Network Solutions Ericsson South East Asia, di Media Briefing Ericsson Mobility Report 2026, Selasa (23/6).
Dari data yang dimiliki oleh Ericcson, trafik uplink atau trafik upload tumbuh lebih cepat dibandingkan downlink (download) pada sebagian besar penyedia layanan. Hal ini disebabkan dari beberapa faktor yang ada.
Baca Juga: Mengenal Nora Wahby, CEO Baru Ericsson Indonesia
Faktor Trafik Upload Internet Melonjak Karena AI

Ericsson menjelaskan, faktor utama yang mendorong kenaikan trafik upload internet ialah aplikasi komunikasi dan kolaborasi di smartphone, konten user-generated, serta layanan penyimpanan cloud. Berdasarkan pengukuran trafik jaringan yang dilakukan oleh Ericsson, 43 dari 55 penyedia layanan mengalami tingkat pertumbuhan trafik upload yang lebih tinggi dibandingkan download.
Sementara 17 dari 55 penyedia layanan mencatat pertumbuhan trafik upload lebih dari 1,5 kali dibandingkan download. Menurut pemodelan skenario Ericsson, tambahan trafik dari AI lah yang membuat trafik upload meningkat hingga tiga kali lipat atau lebih pada tahun 2031 dibandingkan 2025.
“Dulu kalau kita pakai 100 giga, kita pakaikan semuanya untuk downlink, untuk mengunduh, untuk video streaming, untuk download data atau apapun itu kita lakukan. Tapi selama 5 tahun depan itu yang kita lihat bahwa traffic (upload) itu akan lebih banyak naik nanti, lama-lama ke atas,” ungkap Bawono.

Selain hal tersebut, Ericsson Mobility Report 2026 juga mengungkap sebanyak 162 juta langganan 5G baru ditambahkan secara global pada kuartal pertama 2026. Angka ini membuat total langganan 5G mencapai angka 3,1 miliar, dan diperkirakan akan terus tumbuh pesat dan lebih dari dua kali lipat menjadi 6,4 miliar pada akhir 2031.
Sekitar 390 operator telah meluncurkan layanan 5G secara komersial, dengan lebih dari 90 di antaranya telah meluncurkan jaringan 5G Standalone (5G SA). Jaringan 5G menangani 48 persen dari seluruh trafik data seluler pada akhir 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 85 persen pada 2031. Sejalan dengan tren global, jumlah pelanggan 5G di kawasan Asia Tenggara dan Oseania diproyeksikan tumbuh pesat hingga mencapai sekitar 670 juta pada 2031.

Paket berbasis kecepatan untuk fixed wireless access (FWA) juga semakin diminati sebagai strategi monetisasi oleh operator. Daya tarik layanan FWA cukup luas karena dapat diterapkan di berbagai kondisi pasar.
Laporan Ericsson Mobility Report 2026 ini mencerminkan meningkatnya fokus industri terhadap pengembangan 6G, dengan proses standardisasi yang saat ini sedang berlangsung. Teknologi ini diharapkan mampu menghadirkan konektivitas yang lebih canggih, termasuk integrasi yang lebih baik antara jaringan terestrial dan satelit, serta efisiensi energi yang lebih tinggi dengan dukungan AI.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

