Jakarta, Gizmologi – Dampak kenaikan biaya komponen seperti memori memaksa sejumlah brand elektronik menaikkan harga produk rilisan terbarunya, bahkan merevisi harga produk yang saat ini tengah dijual bebas. Dan yang terbaru, Apple akhirnya terpaksa melakukan hal yang sama. Selain dikabarkan bakal naikkan harga iPhone 18, banyak produk yang saat ini dijual, sudah dinaikkan setidaknya mulai hari ini (26/6).
Ya, sebelumnya dalam sebuah kesempatan, sang CEO Tim Cook sempat mengatakan bila perusahaan terpaksa untuk meningkatkan harga iPhone yang siap debut dalam beberapa bulan ke depan. Rumor yang beredar sebutkan kenaikan harga cukup signifikan, yakni mulai kisaran USD200 atau Rp3 jutaan. Namun ternyata lini produk lain juga terkena imbasnya—termasuk MacBook Neo yang baru saja debut sebagai laptop Apple termurah.
Kenaikan harga berbagai lini produk Apple sudah langsung efektif secara global, setidaknya situs resmi Apple telah memajang harga baru. Tentunya ini juga akan berdampak terhadap harga produk Apple di Indonesia, cepat atau lambat. Produk apa saja yang alami kenaikan?
Baca juga: Apple Siap Rilis Produk Terbanyak Tahun Depan, Mulai iPhone Air 2 Hingga Apple Glasses?
Lini Produk Tertentu Alami Kenaikan Harga Lebih dari 50%

Selama ini Apple mencoba untuk “menahan” harga jual produknya lewat daya tawar yang kuat maupun skala rantai pemasok yang superior, sehingga seolah tidak terdampak meski biaya produksi meningkat dan sudah berdampak pada sejumlah kompetitornya. Sayangnya hal tersebut tidak bisa bertahan lama, di mana Apple sudah menaikkan harga mulai dari lini computer Mac, iPad, hingga sejumlah jenis perangkat lainnya seperti smart home sampai Apple Vision Pro.
Tablet Apple iPad, misalnya, alami kenaikan mulai dari USD100 atau Rp1,8 jutaan, termasuk iPad termurahnya yang kini dibanderol mulai USD449 (Rp8 jutaan) dari sebelumnya mulai USD349, dan seri lainnya seperti iPad mini, iPad Air, hingga iPad Pro juga naik. Bagaimana dengan lini komputer Mac?
Kenaikan harga Mac tergolong variatif, di mana opsi premium seperti MacBook Pro 16 inci bisa naik sampai USD500, kini mulai USD2999 (Rp53 jutaan), sementara Mac Studio varian M3 Ultra naik sampai USD1300 menjadi mulai USD5299 (Rp95 jutaan). Sayangnya, harga MacBook Neo juga ikutan naik USD100, menjadi mulai USD699 (Rp12,5 jutaan).

Padahal, MacBook Neo di Indonesia tergolong menggiurkan, karena harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan di sejumlah negara tetangga, sehingga bisa menjadi alternatif pas dari opsi laptop Windows di pasaran. Bagaimana dengan perangkat aksesori? Baik speaker HomePod, Apple TV, maupun Apple Vision Pro juga berdampak. Di mana harga Apple Vision Pro kini mulai USD3699 (Rp66 jutaan).
Speaker seperti HomePod mini naik sekitar Rp500 ribu menjadi USD129 (Rp2,3 jutaan). Sementara produk yang tergolong sudah cukup lama tidak ada pembaruan yakni Apple TV, naik sampai lebih dari 50%, dari USD129 menjadi USD199 (Rp3,5 jutaan).
iPhone 18 Series Juga Bakal Semakin Mahal

Dari pantauan tim Gizmologi, kabar baiknya harga iPhone masih belum terdampak—namun tidak dapat dipungkiri bisa saja Apple juga berikan dampak yang sama. Atau justru Apple sengaja menaikkan harga berbagai lini produk lainnya supaya smartphone mereka tetap menggugah di pasar? Tentu ini hanyalah asumsi yang baru akan terjawab kelak sampai iPhone terbaru dirilis.
Yang pasti, harga iPhone 18 Series bakal naik signifikan, di mana Apple siap memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra sebagai opsi foldable perdananya. Dengan begitu, jangan heran bila keduanya bakal membawa banderol harga signifikan lebih tinggi dibandingkan penawaran dari kompetitor seperti Samsung, OPPO, maupun vivo.
Apakah dampak kenaikan harga produk Apple kali ini membuat Gizmo friends lebih terburu-buru membeli perangkat secara resmi yang saat ini belum terdampak?
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

