Jakarta, Gizmologi – Setelah heboh Rockstar mengumumkan jadwal rilis GTA VI, serikat pekerja Rockstar Games dan Rockstar Game Workers Union (RSGWU) resmi mengemukakakn langkah baru dalam upaya mendapatkan pengakuan resmi dari perusahaan.
Melansir dari The Guardian, RSGWU sendiri dibentuk pada awal 2026 bekerja sama dengan Independent Workers’ Union of Great Britain (IWGB) Game Workers. Serikat tersebut menyatakan ingin memiliki peran yang lebih besar dalam membahas kondisi kerja, keamanan pekerjaan, hingga kebijakan perusahaan yang berdampak langsung terhadap para pengembang game.
Langkah ini juga kembali memunculkan perdebatan terkait hubungan antara manajemen dan pekerja di industri game. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah studio besar menghadapi kritik terkait pemutusan hubungan kerja, tekanan kerja, hingga restrukturisasi setelah proyek besar selesai dikembangkan.
Baca Juga: GTA 6 Dikabarkan Dilarang di Sejumlah Negara, Apa Penyebabnya?
Berawal dari Kontroversi PHK Tahun Lalu

Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah pemecatan 31 karyawan Rockstar pada 2025. Menurut perusahaan induk Rockstar, yakni Take-Two Interactive, para pekerja tersebut diberhentikan karena melanggar perjanjian kerahasiaan dengan membagikan informasi terkait GTA VI di forum publik.
Namun, IWGB memiliki pandangan berbeda. Organisasi tersebut mengklaim bahwa para pekerja yang diberhentikan saat itu sedang dalam proses pembentukan serikat pekerja. Karena itu, mereka menilai pemecatan tersebut tidak sepenuhnya terlepas dari aktivitas organisasi pekerja yang sedang berlangsung.
Hingga saat ini, belum ada keputusan hukum yang secara definitif membuktikan salah satu klaim tersebut. Karena itu, tuduhan terkait union busting atau upaya menghalangi pembentukan serikat pekerja masih menjadi perdebatan antara kedua pihak.
Industri Game Masih Dibayangi Gelombang PHK
Dorongan pembentukan serikat pekerja juga muncul di tengah kondisi industri game yang sedang menghadapi banyak tantangan. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan besar dilaporkan melakukan pengurangan tenaga kerja, termasuk studio milik Sony, Microsoft, hingga Ubisoft.
Di sisi lain, GTA VI diperkirakan menjadi salah satu peluncuran game terbesar dalam sejarah industri. Beberapa laporan bahkan menyebut game tersebut telah menghasilkan miliaran dolar dari pemesanan awal. Kondisi ini membuat sebagian pekerja berharap keberhasilan komersial GTA VI dapat diikuti dengan perlindungan kerja yang lebih baik bagi tim pengembang.
Meski demikian, belum diketahui bagaimana respons Rockstar terhadap permintaan pengakuan resmi dari RSGWU. Dengan peluncuran GTA VI yang semakin dekat, perkembangan hubungan antara perusahaan dan serikat pekerja kemungkinan akan menjadi salah satu isu yang terus mendapat perhatian dari industri game global.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

