Netflix dilaporkan pernah menawarkan US$500 juta kepada Microsoft untuk mendapatkan hak eksklusif adaptasi film dan serial televisi dari gim-gim Xbox selama tujuh tahun. Namun, negosiasi kedua perusahaan disebut tidak mencapai kesepakatan karena perbedaan nilai yang cukup besar. Informasi ini berasal dari laporan Matthew Belloni melalui buletin What I’m Hearing di Puck, yang mengutip tiga sumber.
Menurut laporan tersebut, tawaran diajukan oleh Bela Bajaria, yang saat itu menjabat sebagai Chief Content Officer Netflix. Pihak Xbox, melalui CEO Asha Sharma dan tim urusan bisnisnya, dikabarkan meminta US$800 juta. Selisih US$300 juta itu menjadi salah satu hambatan utama dalam negosiasi, sementara Netflix disebut menilai harga yang diminta terlalu tinggi.
Perubahan kepemimpinan di Netflix juga membuat peluang kesepakatan tersebut semakin tidak pasti. Bajaria baru-baru ini diberhentikan dan akan digantikan Peter Rice, mantan eksekutif Disney dan Fox. Setelah kepergian Bajaria, tawaran Netflix tersebut dilaporkan tidak lagi berlaku. Meski begitu, belum ada pengumuman resmi yang memastikan negosiasi benar-benar berakhir secara permanen.
Baca Juga: BioWare Ditutup Setelah 30 Tahun, Game Mass Effect Baru Dibatalkan
Xbox Pilih Kerja Sama Adaptasi dengan Banyak Mitra

Netflix belum memberikan komentar resmi mengenai negosiasi tersebut. Sementara itu, Xbox menyampaikan kepada Puck bahwa properti intelektual atau IP miliknya mendapat minat yang memecahkan rekor dan menyebut Netflix sebagai mitra yang tetap dihargai.
Kedua perusahaan sebenarnya sudah memiliki sejumlah proyek adaptasi. Netflix tengah mengembangkan serial animasi Minecraft dan Diablo, serta film berdasarkan Gears of War. Alih-alih menyerahkan hak adaptasi berbagai gim dalam satu paket eksklusif, Xbox kini dikabarkan lebih memilih kesepakatan yang lebih kecil dengan sejumlah mitra berbeda. Strategi ini sejalan dengan pembentukan divisi XP, yang menangani pengembangan IP Xbox untuk film, televisi, dan taman hiburan.
Lisensi IP Jadi Peluang Bisnis bagi Xbox
Bagi Xbox, melisensikan IP ke industri hiburan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan di tengah tekanan bisnis. Divisi gim Microsoft dilaporkan kembali gagal memenuhi target kompensasi eksekutif perusahaan, untuk kelima kalinya dalam enam tahun. Xbox juga baru kehilangan chief operating officer pertamanya, sementara Sharma sebelumnya memperingatkan karyawan bahwa divisi tersebut membutuhkan IP baru agar tetap bertahan.
Di sisi lain, Netflix juga memiliki alasan untuk terus mencari IP populer yang bisa dikembangkan menjadi film dan serial. Rice diperkirakan akan mendorong lebih banyak kesepakatan lisensi selama masa kepemimpinannya. Karena itu, peluang kerja sama kedua perusahaan masih terbuka, meskipun bentuknya mungkin tidak lagi berupa paket eksklusif bernilai besar seperti yang dilaporkan sebelumnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

