FIFA Tak Ingin Electronic Arts Miliki Lisensi Eksklusif Game Sepak Bola

Jakarta, Gizmologi – Federasi sepak bola dunia, FIFA, belum memberi keputusan mengenai pengajuan kontrak baru dari perusahaan game Electronic Arts (EA) menyangkut lisensi produk mereka. Padahal selama ini, EA sudah identik dengan game berjudul “FIFA” dan menjadi game sepak bola nomor satu di seluruh dunia. Salah satunya karena bermodalkan lisensi yang EA miliki bekerja sama dengan federasi tersebut.

Belakangan FIFA memberi sinyal tidak mau lagi menjadikan EA sebagai pemegang hak eksklusif game sepak bola dengan lisensi resmi. Menurut perwakilan FIFA, dikutip dari Reuters, “Masa depan gaming dan eSports untuk sepak bola harus berkembang dari sekadar pengaturan dan eksploitasi hak dari satu pihak saja.”

Hal tersebut membuka peluang lisensi dari FIFA dapat diberikan kepada lebih banyak pihak pengembang game sepak bola. Atau bahkan bisa saja nantinya, federasi mengembangkan sayapnya masuk ke ranah gaming. Melihat begitu besarnya antusiasme penikmat olahraga ini, tidak hanya di dunia nyata tapi juga dalam versi digital.

Kontrak EA bersama FIFA sendiri akan berakhir selepas Piala Dunia Qatar 2022 mendatang. Lisensi eksklusif yang selama ini dimiliki EA di antaranya untuk liga dan kompetisi yang di bawah bendera federasi sepak bola dunia tersebut. Hal yang tidak dimiliki oleh pesaing utama Pro Evolution Soccer/ eFootball dari Konami. Atau bahkan game sepak bola lain yang lebih “kecil”.

Baca juga: EA Sports Mau Ganti Nama FIFA 22, Tiru Langkah PES?

Nama “FIFA” Akan Ditinggalkan Oleh EA

FIFA
Fifa Ultimate Team jadi salah satu fitur andalan dalam game milik EA.

 

Sebelumnya sempat tersiar kabar bahwa kemungkina EA tidak akan lagi menggunakan nama “FIFA” untuk game sepak bola mereka di masa mendatang. Jika terwujud, maka langkah tersebut mengikuti apa yang telah dilakukan Konami terhadap game mereka, eFootball. Dan akan jadi langkah besar, mengingat rentang waktu yang panjang penggunaan nama “FIFA” oleh EA.

Pergantian nama tentu akan menjadi tantangan bagi EA untuk tetap menjadikan game sepak bola mereka yang terbaik di kolong langit. Belum lagi, gamer sempat dihebohkan dengan trailer dari UFL, sebuah game sepak bola baru yang terlihat menjanjikan. Bahkan diharapkan mampu jadi yang terbaik di tengah minimnya inovasi dari EA maupun Konami.

Menarik untuk dinantikan nama apa yang akan dipilih EA seandainya perpanjangan kontrak dengan FIFA gagal terwujud. Termasuk tampilan dan kompetisi yang dihadirkan tanpa adanya hak eksklusif. Semoga saja akan merevolusi game sepak bola jadi lebih baik.

Tinggalkan komen