Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Aplikasi Berbagi File SHAREit Dominasi Jaringan Iklan di Indonesia

1 415

Aplikasi populer SHAREit yang sering dimanfaatkan untuk berbagi file lewat teknologi wifi-direct, diam-diam mendominasi jaringan iklan mobile di Indonesia dan Asia Tenggara. Padahal, aplikasi tersebut tergolong pemain baru jika dibandingkan dengan pemain senior lain seperti Google Ads, Unity Ads, dan Apple Search Ads.

Hal tersebut dilaporkan AppsFlyer, perusahaan atribusi iklan terkemuka dalam Laporan Indeks Pertumbuhan Iklan 2020. Laporan ini menyoroti kinerja jaringan iklan dan sumber media yang mendominasi keunikan pasar iklan mobile di Asia Tenggara.

Marketing Director AppsFlyer, Asia Pasifik, Beverly Chen mengatakan Laporan Indeks Pertumbuhan menampilkan network kuat yang sekarang mengalami partisipasi yang lebih agresif dari pemain regional dan lokal meskipun pemain global yang sering muncul masih memimpin, pemain dari China meningkat secara stabil.

“Ketika kompetisinya semakin ketat, sangat menarik bagaimana pasar iklan tetap memiliki performa kuat, dengan Indonesia menjadi paling kuat di Asia Tenggara. SHAREit memiliki peningkatan domestik yang unik, walaupun keberadaan mereka hanya dominan di Indonesia, mereka sekarang sedang maju menjadi ad network yang berkembang sangat cepat,” kata Beverly Chen.

Baca juga: Punya Lebih dari 100 juta Pengguna, SHAREit Raih Ranking Pertama di Google Play Indonesia

Dominasi SHAREit

Indeks Pertumbuhan AppsFlyer dihitung menggunakan perbandingan indikator pada semester pertama dan akhir 2019. Perbandingan ini didasari oleh dua metrik yaitu: Volume, atau perkembangan install bersih; dan tingkat adopsi, atau perkembangan jumlah aplikasi. Secara global, laporan ini tersegmentasi dalam 252 peringkat dan termasuk dalam kategori baru seperti Keuangan, Hiburan, Perjalanan, Fotografi dan berbagai jenis Gim.

Di Asia Tenggara, jaringan iklan yang memiliki performa baik lebih banyak diluar kategori game mobile, dengan kompetisi yang semakin ketat. SHAREit memimpin di pasar Indonesia, sementara Google Ads memimpin di pasar Vietnam dan Apple Search Ads di pasar Thailand.

Walaupun SHAREit tidak memiliki keberadaan yang kuat di pasar lain, termasuk sektor game, performa baik di Indonesia menempatkan mereka dalam posisi puncak Indeks pertumbuhan di negara tersebut.

Pasar non-game di Indonesia didominasi oleh pemain asal Tiongkok karena VIVO, TikTok Ads, Oppo dan Xiaomi menduduki empat dari enam peringkat tertinggi bersama dengan SHAREit dan Google Ads.

SHAREit memimpin pasar Indonesia dengan dominasi di sektor non-gim

Kompetisi pasar iklan mobile semakin ketat pada 2019

SHAREit memimpin dalam perkembangan grafik di Indonesia dikarenakan oleh perkembangannya yang luar biasa kategori non-gim, membuat tahun 2019 tahun yang spesial untuk buku rekor mereka. Beberapa ad network baru masuk dalam bagian yang berkembang tahun ini, termasuk POKKT milik India.

Unity Ads, menduduki peringkat dua, dibantu oleh peringkat dua mereka di sektor gim, yang mencatat peningkatan network mereka sebesar 57% dan 123% di pergerakan install non-organik dan volume install non-organik. Google Ads, secara umum menduduki peringkat ketiga, yang dipicu oleh performa raksasa teknologi tersebut yang memuncaki sektor gim (peningkatan pangsa instalasi non-organik sebesar 15%) dan peringkat lima di bukan gim peningkatan pangsa instalasi non-organik sebesar 14%).

 

TikTok tercatat sebagai pemain yang mencatat pertumbuhan tercepat keempat, dengan catatan peringkat kelima di gim dan ketiga di sektor non- gim. Hal tersebut membuat peningkatan pangsa Install non-organik gim mereka sebesar 240% dan jumlah aplikasi sebesar 314%. Produsen ponsel VIVO masuk dalam peringkat enam besar dengan menduduki urutan kedua dibelakang SHAREit di kategori non-gim.

Sebagai catatan, data yang dirujuk oleh laporan ini merupakan periode semester kedua 2019, periode waktu sebelum terjadinya pandemi Coronavirus (COVID-19). Hingga saat ini, per 22 Maret 2020, AppsFlyer mencatat tidak ada perubahan yang signifikan dalam jumlah install non-organik di Asia Tenggara, dibandingkan angka tahun lalu. Index ini mengukur perkembangan, bukan performa.