Jakarta, Gizmologi – GAC Indonesia mengungkap fondasi teknologi yang menjadi dasar pengembangan lini kendaraan listrik AION yang dipasarkan di Tanah Air. Di tengah persaingan pasar mobil listrik yang semakin ketat, perusahaan menyoroti pengalaman riset dan pengembangan (R&D), kemampuan engineering, hingga jaringan inovasi global yang telah dibangun selama hampir tiga dekade.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya GAC untuk memperkenalkan identitas perusahaan tidak hanya sebagai produsen kendaraan listrik, tetapi juga sebagai perusahaan otomotif yang berfokus pada pengembangan teknologi. Menurut perusahaan, pendekatan tersebut diterapkan mulai dari proses desain kendaraan, manufaktur, hingga pengujian kualitas produk.
Di sisi lain, strategi ini juga muncul saat banyak merek otomotif asal China berupaya memperkuat posisi mereka di pasar internasional, termasuk Indonesia. Bagi konsumen, aspek teknologi dan kualitas menjadi faktor penting selain harga dan fitur yang ditawarkan kendaraan listrik saat ini.
Baca Juga: Impresi Perdana LEPAS E4 EV, Andalkan LEX Platform untuk Kenyamanan
Investasi R&D Jadi Fondasi Pengembangan Teknologi

GAC menyebut bahwa investasi pada riset dan pengembangan menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Sepanjang 2025, perusahaan mengalokasikan dana sekitar RMB 7,71 miliar untuk mendukung pengembangan teknologi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).
Investasi tersebut digunakan untuk berbagai proyek, mulai dari pengembangan baterai solid-state, teknologi autonomous driving Level 3, hingga solusi mobilitas masa depan. Selain itu, GAC juga mengandalkan jaringan pusat R&D yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Guangzhou, Shanghai, Beijing, Silicon Valley, Los Angeles, dan Milan untuk mempercepat inovasi.
Indonesia Jadi Bagian dari Strategi Ekspansi Global

Menurut GAC, teknologi yang dikembangkan melalui jaringan global tersebut tidak hanya digunakan untuk satu model kendaraan tertentu, tetapi menjadi fondasi bagi seluruh lini produk perusahaan, termasuk AION yang dipasarkan di Indonesia.
Indonesia sendiri disebut sebagai salah satu pasar strategis di Asia Tenggara. Melalui strategi “In Local, For Local”, GAC Indonesia berupaya menyesuaikan standar global perusahaan dengan kebutuhan pasar lokal. Langkah yang dilakukan mencakup pengembangan perakitan lokal, peningkatan nilai TKDN, hingga perluasan jaringan penjualan dan layanan purna jual.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Pasar kendaraan listrik Indonesia kini semakin kompetitif dengan kehadiran berbagai merek global dan China. Karena itu, selain menghadirkan teknologi, faktor layanan, harga, serta kepercayaan konsumen akan menjadi penentu apakah strategi jangka panjang GAC mampu memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik nasional.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

