Ini Alasan Kamera OPPO Find X3 Pro Punya Sensor Mikroskop

OPPO baru saja memperkenalkan sebuah smartphone flagship-nya untuk tahun 2021 secara global. Tampil jauh berbeda dari seri sebelumnya secara fisik, kamera OPPO Find X3 Pro juga dibuat berbeda. Kalau generasi sebelumnya punya tiga sensor utama, kini ada empat sensor yang berbeda-beda.

Pertama kali di industri, OPPO gunakan sensor yang sama baik untuk wide-angle dan ultra wide-angle di kamera OPPO Find X3 Pro. Namun bukan itu saja yang membuatnya menarik—di sebelah kiri kedua sensor tersebut, terdapat sebuah sensor yang dikelilingi oleh lampu LED. Tampak berbeda dari lainnya.

Bukan sensor makro, OPPO Find X3 Pro mengusung sensor “microlens” dengan pembesaran 60x. Kehadiran sensor ini membuat kameranya lebih fleksibel, namun juga menghilangkan sebuah sensor yang dulunya ada di Find X2 Pro yaitu periskop 5x optical zoom. Digantikan dengan telephoto 5x hybrid optical zoom.

Selang perilisannya, mulai ada perdebatan akan penting atau tidaknya kehadiran microlens yang menjadi bagian dari kamera OPPO Find X3 Pro. Beberapa pengulas smartphone menganggap tidak penting, namun tak sedikit juga yang menganggap sebagai fitur yang revolusioner, dapat mengabadikan sesuatu yang sebelumnya tidak dimungkinkan dari sebuah smartphone.

Baca juga: OPPO Find X3 Pro, Flagship Kamera Mikroskop & 50 MP, Harga Rp19 Jutaan

Kamera OPPO Find X3 Pro Dirancang Lebih Fleksibel

Kamera Mikroskop OPPO Find X3 Pro

Untuk menjawab pertanyaan terkait mengapa OPPO sematkan sensor ini, DR. Huang Jiewen, Senior Engineer of Photography, OPPO menjelaskan alasannya dalam sebuah sesi tanya jawab daring yang diadakan Jumat (13/3) lalu. Dihadiri oleh beragam media lainnya dari berbagai negara di Asia.

Menurutnya, kehadiran sensor periskop pada sebuah smartphone bakal memakan terlalu banyak ruang di dalam modul kamera OPPO Find X3 Pro. Sementara tahun ini pendekatannya adalah ingin merancang perangkat tersebut seramping mungkin. Terlebih gunakan material kaca seamless yang membutuhkan proses manufaktur tingkat tinggi.

Ia sendiri sadar bila kompetitor mampu hasilkan pembesaran hingga 100x digital zoom (vs OPPO Find X3 Pro yang maksimal hingga 20x zoom). Namun lewat kamera OPPO Find X3 Pro, OPPO ingin seimbangkan beragam aspek sekaligus. Memaksimalkan pengalaman yang bisa didapat oleh pengguna.

Dengan setup kamera OPPO Find X3 Pro, konsumen bakal bisa abadikan beragam jenis momen tanpa batasan. Bekerja sama dengan Sony, sensor IMX766 yang digunakan juga sebagai kamera ultra wide-angle, juga dilengkapi dengan autofokus, alias merangkap sebagai kamera makro.

Sehingga konten yang dihasilkan bisa beragam, mulai dari foto normal, ultra wide-angle, telefoto, makro hingga foto tekstur atau detil objek sekecil mungkin lewat sensor microlens 3MP terbarunya.

Punya Layar dan Kamera dengan Dukungan Warna 10-bit

OPPO Find X3 Pro

Fitur menarik lainnya adalah dua sensor utama kamera OPPO Find X3 Pro yang mendukung “Billion Colour images”, alias mendukung standar 10-bit. Baik saat merekam video dalam resolusi 4K, juga termasuk ambil foto dengan mode khusus.

OPPO Find X3 Pro hadirkan fitur baru bernama RAW Plus. Berkat bantuan sensor dan ISP dari Snapdragon 888, kameranya bisa menangkap foto HDR dalam format RAW sekaligus. Namun benefit ini juga hanya dapat dilihat pada layar yang mendukung.

Tentunya, OPPO gunakan panel yang sudah mendukung 10-bit pada flagship terbarunya ini. Menurut OPPO, meski sejatinya mata manusia tak bisa mencapai rentang warna 10-bit, perbedaan akan tetap terlihat terutama bila disandingkan dengan layar 8-bit standar.

Sama dengan iPhone 12 Pro yang punya layar serta kamera dengan dukungan perekaman video 4K HDR 10-bit, sesuai standar Dolby Vision. Saat ini masih bisa dianggap sebagai gimmick, kecuali nanti ketika sudah banyak televisi dan smartphone kelas menengah yang sudah mendukung teknologi serupa.

Selain unggulkan kamera dan layar, tentu saja yang menjadi daya tarik lain adalah desainnya yang stylish. Smartphone ini punya bobot 193 gram dengan ketebalan 8,26mm saja. Tonjolan kameranya gunakan satu lapisan kaca dengan lekukan kontinyu, miliki lebih dari 2,000 titik pemetaan khusus.

Hadir dalam dua opsi warna, varian warna Blue gunakan permukaan matte anti-glare. Sementara varian Gloss Black dibuat menyerupai keramik. Kira-kira, berapa harga resminya di Indonesia ya?

Tinggalkan komen