Jakarta, Gizmologi – Amartha menghadirkan acara The 2026 Asia Grassroots Forum dengan tema Enabling Growth, Elevating Financial Health. Acara ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas perekonomian akar rumput di Indonesia dan Asia.
“Di The 2026 Asia Grassroots Forum tahun ini, kami ingin memastikan layanan keuangan digital tidak hanya memperluas akses, tetapi juga memperkuat kesehatan finansial masyarakat akar rumput agar dapat tumbuh lebih berdaya dan berkelanjutan,” ujar Aria Widyanto, Chief Compliance and Sustainablity Officer Amartha, di Jakarta Selatan, Rabu (20/5).
Bagi Amartha, perluasan akses keuangan perlu bergerak menuju dampak yang lebih dalam. CELIOS, sebagai lembaga riset juga mengatakan bahwa permodalan masih menjadi tantangan besar yang dihadapi UMKM di Indonesia.
Baca Juga: Ini Rencana Amartha di 2026, Terus Dukung Industri Perekonomian Indonesia
The 2026 Asia Grassroots Forum Bahas UMKM Memiliki Peran Penting

Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital CELIOS menyebutkan sebagian besar pelaku UMKM masih kesulitan menghadapi permodalan. Padahal permodalan merupakan cara mereka untuk bisa tumbuh secara berkelanjutan.
“Bagi banyak UMKM, termasuk perempuan di akar rumput, akses terhadap permodalan masih menjadi tantangan utama. Fintech, termasuk P2P lending, dapat menjembatani kebutuhan ini dengan cara yang lebih cepat dan tepat,” ungkap Huda.
Meski begitu, pembiayaan digital perlu diarahkan untuk kegiatan produktif dan didukung tata kelola yang baik agar dapat membantu UMKM memperluas pasar serta menjaga keberlanjutan usahanya. Tantangan ini menjadi semakin relevan bagi UMKM perempuan, yang kerap memegang peran ganda sebagai pengelola usaha sekaligus pengatur keuangan keluarga. Menurut International Finance Corporation (IFC), UMKM milik perempuan mewakili sekitar sepertiga dari total UMKM di negara berkembang, tetapi masih menghadapi kesenjangan pembiayaan sekitar US$1,9 triliun.

Sejauh ini UMKM memang sudah memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan ekonomi. Secara global, UMKM mewakili lebih dari 90 persen entitas bisnis, menyumbang sekitar 70 persen lapangan kerja, serta berkontribusi terhadap 50 persen PDB.
Di Indonesia, kontribusi UMKM juga sangat signifikan. Pada 2025, lebih dari 65,5 juta UMKM menyumbang lebih dari 60 persen PDB nasional dan menyerap sekitar 97 persen dari total angkatan kerja.

Mengacu pada UNSGSA, financial health menggambarkan kemampuan seseorang atau keluarga dalam memenuhi kebutuhan harian, mengelola kewajiban keuangan, menghadapi risiko, serta merasa percaya diri terhadap kondisi keuangannya di masa depan. Dalam konteks UMKM akar rumput, kesehatan finansial mencakup kemampuan mengelola arus kas, menghadapi pengeluaran tak terduga, merencanakan tujuan usaha, dan mengambil keputusan finansial dengan lebih percaya diri.
Melalui The 2026 Asia Grassroots Forum, kegiatan ini akan fokus membahas mengenai pembiayaan inklusif, pemanfaatan fintech dan AI, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem UMKM. The 2026 Asia Grassroots Forum akan berlangsung pada 3–4 Juni di Shangri-La Jakarta.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



