Jakarta, Gizmologi – PT Bank Jago Tbk atau Bank Jago hadirkan program berkantong royong dalam mendukung pengusaha lokal (UMKM) di Ramadan 2026. Program ini hadir sebagai lanjutan dari kampanye Baiknya Belanja Lokal via live TikTok pada Ramadan 2025 lalu.
“Melalui gerakan berkantong royong, Bank Jago ingin menghadirkan semangat Ramadan sebagai momen penuh berkah dan kebaikan. Inisiatif ini juga sejalan dengan semangat Bank Jago untuk menghadirkan dampak positif dan memperluas kesempatan tumbuh bagi berjuta orang,” ujar Michael Hartawan, Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago.
Program kampanye ini berupa tirai penutup kedai saat jam puasa yang berguna sebagai media promosi bagi pelaku usaha lokal. Inisiatif ini memfalisitasi kolaborasi antara pemilik kedai dan pengusaha lokal agar dapat tumbuh bersama dalam ekosistem keuangan digital selama bulan puasa.
Baca Juga: Seabank Indonesia Bantu Anak Muda Atur Finansial Jadi Lebih Mudah!
Insiatif Bank Jago Berkantong Royong Ajak 14 Pengusaha Lokal

Menurut Michael, tirai tempat usaha yang biasanya tertutup selama jam puasa dialihfungsikan menjadi sarana promosi kreatif untuk memperkenalkan produk lokal. Pelaku usaha lokal bisa memasarkan produk mereka pada tirai-tirai kedai makan dan minum agar bisnis mereka dikenal dan menjangkau banyak pelanggan.
“Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, kolaborasi ini menegaskan bahwa keberkahan Ramadan tumbuh ketika pelaku usaha saling memberi ruang, berbagi peluang, dan melangkah maju bersama dengan mengedepankan toleransi,” tutur Michael.
Inisiatif ini merangkul ratusan usaha lokal dengan latar belakang yang beragam di wilayah Jakarta hingga Bali dan pemilik kedai makanan. Mulai dari Sunyi Coffee, Toko Kopian, Futago, Panama Coffee, Kongsi, 7 Sleepers, Mad For Coffee, Bakmi Jawa Tebet, Bakmi Jawa Gunungkidul, Sate Maranggi Lestari, RM Sinar Gakong, hingga jaringan rumah makan seperti Warteg Rio, Warteg Bumi Bahari, dan Warteg Agung.

Pengusaha lokal yang diajak juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Seperti Sunyi Coffee yang dikenal sebagai ruang inklusif yang memberdayakan penyandang disabilitas. Sementara Toko Kopian dan Futago turut melestarikan warisan budaya dan menghidupkan komunitas kreatif di kawasan bersejarah.
Pada program berkantong royong ini para pelaku usaha lokal turut berpartisipasi sebagai pemasang iklan dengan memanfaatkan fitur Kantong Bersama. Fitur ini memungkinkan pengelolaan dana dapat berjalan lebih rapi, transparan, dan saling menguntungkan selama Ramadan karena pemasang iklan dan pemilik kedai dapat melihat transaksi keuangan secara bersama-sama.

Seluruh kolaborasi ini dimungkinkan melalui fitur Kantong Bersama di aplikasi Jago dan Jago Syariah. Fitur ini menjadi solusi atas tantangan klasik pemilik kedai dan pelaku usaha lokal dalam mengelola dana secara kolaboratif, transparan, dan mudah digunakan.
Melalui Kantong Bersama, pemilik kedai dan pelaku usaha lokal dapat merasakan langsung pengalaman mengatur keuangan bersa ma secara digital dan tertib. Program berkantong royong pun menjadi momentum untuk memperkenalkan cara pengelolaan dana kolaboratif yang lebih rapi, terutama dalam memenuhi berbagai kebutuhan selama Ramadan.
“Harapannya, fitur Kantong Bersama bisa menjadi solusi yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari para pelaku usaha lokal, baik dalam interaksi digital maupun operasional di lapangan,” tutup Michael.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



