Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Gandeng BCA, Gojek Luncurkan Solusi Pembayaran Praktis GoBiz PLUS

0 936

Beragam cara bisa dilakukan oleh berbagai pihak untuk menunjang keberlangsungan ekonomi Indonesia. Gojek sebagai platform aplikasi on-demand, terus mendukung program digitalisasi UMKM agar mereka dapat bertahan hingga pandemi selesai. Kali ini, bekerja sama dengan salah satu perbankan, Gojek luncurkan perangkat serba bisa yaitu GoBiz PLUS.

Ini adalah kolaborasi pertama antara Gojek dengan PT Bank Central Asia, Tbk (BCA), dan juga solusi perangkat keras (hardware) pertama. GoBiz PLUS adalah perangkat teknologi pertama di Indonesia yang dapat menerima seluruh jenis pembayaran non-tunai. Perangkat ini sebenarnya telah direncanakan sejak awal tahun lalu, namun adanya pandemi membuat Gojek mengganti fokus utamanya.

Menyambut situasi normal baru, di mana sudah lebih banyak masyarakat melakukan transaksi secara luring dari luar rumah, merupakan momen yang dirasa tepat bagi Gojek untuk akhirnya resmikan GoBiz PLUS. Inovasi ini menjawab kebutuhan para pelaku usaha terhadap efisiensi untuk bertransaksi, sejalan dengan kebutuhan konsumen dan anjuran Pemerintah.

Yaitu demi meminimalisir kontak fisik langsung, dengan opsi pembayaran digital yang bisa dipilih masyarakat selama pandemi COVID-19. Hadirnya perangkat ini pertegas komitmen #MelajuBersamaGojek, hadirkan solusi lengkap untuk semua pelaku usaha agar bisa go-digital. Ini adalah lanjutan pengembangan super app GoBiz, di mana Gojek telah bermitra dengan 900 ribu usaha di Asia Tenggara sejak 2018.

Baca juga: Gojek Raih 38 Juta Pengguna di Asia Tenggara, Total Nilai Transaksi Rp170 Triliun

Hadirnya GoBiz PLUS Disambut Baik Kementerian Perdagangan

GoBiz Plus
(searah jarum jam) Direktur PT Bank Central Asia Tbk – Santoso Liem, Co-CEO Gojek – Andre Soelistyo, Moderator – Rosel Lavina, Head of Merchant Platform Business Gojek – Novi Tandjung, Mitra Usaha Gojek Pemilik Pop Cookies – Irena, dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan – Syailendra dalam acara peluncuran GoBiz PLUS (15/12).

Dalam sebuah konferensi vitual yang diadakan Selasa (15/12), Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek mengatakan bila pihaknya sadar bahwa UMKM menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. “Kami berbangga hati karena dapat kembali kolaborasi dengan BCA, sesama anak bangsa, untuk mengembangkan inovasi teknologi pembayaran non-tunai terlengkap di GoBiz PLUS.”

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Syailendra juga turut mengawali peluncuran GoBiz PLUS dengan menyampaikan data dari Kemenkop UMKM. Disebutkan bila kontribusi terhadap struktur ekonomi Indonesia, 99% berasal dari UMKM, dengan nilai pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) yang signifikan sebesar 60%.

Juga hadir Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Santoso Liem, yang menyampaikan keselarasan visi dari BCA dan Gojek untuk dukung kemajuan karya anak bangsa, khususnya sektor UMKM. “BCA mengimplementasikan teknologi yang memungkinkan pengguna untuk memilih berbagai opsi pembayaran. Hadirnya kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong efisiensi pembayaran demi terwujudnya ekosistem non-tunai dan cashless society.”

Beragam Keunggulan Perangkat GoBiz PLUS

Keunggulan GoBiz PLUS

GoBiz PLUS adalah sebuah perangkat serba bisa, yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk beroperasi lebih efisien. Lewat satu perangkat berukuran kompak, UMKM maupun pelaku usaha lainnya bisa menerima pembayaran berbagai kartu, berkat kerjasama dengan Bank BCA. Dan tentunya, melayani pembayaran non-tunai.

Alat ini bisa berlakukan metode pembayaran berbasis kode QR atau QRIS, yang sudah distrandarisasi oleh Pemerintah, hasilkan satu QR code yang bisa di-scan atau digunakan oleh berbagai dompet digital. Metode satu ini diutamakan guna mendukung higienitas, untuk mereka yang ingin lakukan pembayaran tanpa kontak.

Fitur lainnya yaitu dapat mencetak resi instan tanpa perlu terhubung ke perangkat kasir lain. Dan juga dilengkapi layanan Point of Sales (POS), sehingga bisa permudah para mitra usaha dalam melakukan pencatatan pesanan, memperbarui menu maupun harga. Biaya yang diperlukan kurang lebih hanya Rp4,900 tiap harinya, dinilai sudah sangat terjangkau untuk para pelaku bisnis.