Jakarta, Gizmologi – Apple akhirnya mengonfirmasi bahwa mereka akan memanfaatkan model Gemini milik Google untuk memperkuat Siri. Bukan cuma sekadar integrasi biasa, Apple juga disebut akan memakai teknologi Google Cloud untuk membangun foundational model versinya sendiri. Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi AI Apple yang selama ini cenderung tertutup.
Menariknya, Apple tetap menekankan pendekatan privasi. Model Gemini disebut akan berjalan secara on-device dan lewat skema Private Cloud Compute, sehingga data pengguna tidak langsung dikirim ke server publik. Namun, detail implementasinya masih sangat minim.
Laporan dari The Information mengatakan setidaknya memberi gambaran tentang bagaimana kolaborasi ini akan berjalan. Apple tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memiliki ruang untuk menyesuaikan dan melakukan fine-tuning model Gemini agar sesuai dengan gaya respons yang mereka inginkan.
Baca Juga: Apple Resmi Gandeng Google, Sematkan Gemini Untuk Perkuat Siri & Apple Intelligence
Siri Berbasis Gemini, Lebih Mandiri dan Kontekstual

Dalam prototipe internal, respons Siri yang ditenagai Gemini tidak menampilkan branding Google maupun Gemini sama sekali. Dari sisi pengguna, ini berarti Siri tetap terasa sebagai produk Apple, bukan “asisten Google berkedok Apple”. Meski begitu, Apple masih punya opsi untuk mengubah pendekatan ini saat rilis publik.
Perubahan terbesar adalah cara menjawab pertanyaan. Alih-alih hanya menampilkan tautan seperti selama ini, Siri berbasis Gemini diharapkan mampu memberi jawaban langsung untuk pertanyaan pengetahuan umum. Laporan juga menyebut peningkatan pada aspek percakapan, termasuk kemampuan memberi respons yang terasa lebih empatik atau mendukung secara emosional.
Lebih Pintar, Tapi Masih Bukan Tanpa Risiko
AI Apple terbaru ini juga diklaim akan lebih baik dalam menangani perintah yang ambigu. Jika sebelumnya Siri kerap mentok dengan kalimat “saya tidak mengerti”, versi Gemini akan mencoba menafsirkan maksud pengguna dan memberi respons yang lebih relevan.
Namun, semua ini masih berada di ranah janji. Apple belum memberikan jadwal resmi, selain menyebut peluncuran akan dilakukan bertahap. Beberapa fitur kemungkinan diperkenalkan di WWDC 2026, sementara sisanya menyusul pada musim semi.
Tantangannya, integrasi AI generatif di level sistem selalu membawa risiko, mulai dari kesalahan informasi hingga masalah privasi, meski Apple mengklaim sudah menyiapkan perlindungan ekstra. Jika implementasinya setengah matang, reputasi Siri justru bisa kembali jadi bahan lelucon, alih-alih bangkit sebagai asisten digital yang benar-benar relevan di era AI.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



