Jakarta, Gizmologi – Halodoc kembali menghadirkan acara Halodoc Talks Episode 2 yang membahas mengenai tips merayakan Idulfitri untuk masyarakat Indonesia, Selasa (10/3). Acara ini berkolaborasi dengan Apical, perusahaan pengolah minyak nabati.
Selain membahas mengenai tips merayakan Idulfitri, Halodoc juga membahas kembali laporan terbaru mereka yaitu Indonesia Health Insights Q1 2026 yang bertajuk “Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Selama Ramadan hingga Perayaan Idulfitri”.
Laporan ini mengungkapkan fakta menarik mengenai dinamika kesehatan masyarakat yang tidak hanya terbatas pada fisik, tetapi juga mental. Seperti halnya data Halodoc menunjukan adanya gangguan kecemasan yang meningkat bertahap hingga mencapai puncak di minggu ketiga Ramadan sebanyak 27%.
Baca Juga: Menuju Bulan Ramadan, Laporan Halodoc Sebut Masyarakat Perlu Hindari Penyakit Ini
Dokter Spesialis Halodoc Bagikan Tips Merayakan Idulfitri untuk Masyarakat

Laporan Halodoc juga menyebutkan peningkatan keluhan lain dari masyarakat di periode pasca-Idulfitri. Pertama, adanya peningkatan kesadaran metabolik pada minggu pertama.
Jumlah tes lab kolesterol dan gula darah meningkat tajam hingga +95% dibandingkan rata-rata mingguan biasanya. Hal ini menunjukkan tren positif di mana masyarakat semakin sadar dan proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri.
Lalu di momen yang sama, terdapat peningkatan 62% untuk pembelian produk kesehatan diet. Produk yang paling banyak dicari termasuk minuman serat, teh detoks, suplemen pengendali kolesterol, hingga kapsul herbal pelangsing.

Halodoc juga menyebut ada keluhan mengenai sembelit yang meningkat di minggu pertama Ramadan (+20%) dan puncaknya di minggu Idulfitri (+37%). Selain itu, ada soal keluhan mengenai diare sebesar +13% setelah dua minggu perayaan Idulfitri, dengan gejala yang paling sering dilaporkan meliputi sakit perut, muntah, demam, hingga rasa lemas dan pusing.
Untuk itu, dr. Waluyo Dwi Cahyono, SpPDKEMD, FINASIM, mitra dokter spesialis Halodoc membagikan tips merayakan Idulfitri tanpa merasakan sembelit dan diare. Tips pertama ialah menjaga porsi makan seimbang.
dr. Waluyo mengingatkan untuk masyarakat jangan takut untuk makan, namun seimbangkan dengan porsi sayur dan buah yang cukup untuk membantu serat mengontrol penyerapan lemak. Tips merayakan Idulfitri yang nyaman berikutnya ialah soal transisi pola makan.

Tubuh membutuhkan adaptasi setelah sebulan berpuasa. Ia menyarankan awali pagi Idulfitri dengan asupan yang tidak terlalu iritatif (hindari terlalu pedas/asam secara mendadak).
Tips merayakan Idulfitri yang nyaman berikutnya ialah mencoba metode masak alternatif seperti memanggang atau menumis dengan sedikit minyak berkualitas untuk menjaga cita rasa asli bahan makanan. Serta masyarakat diingatkan untuk pastikan tubuh tetap terhidrasi dan mendapatkan istirahat yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Menjaga kesehatan di hari raya bukan berarti membatasi kesenangan dan perayaan. Dengan sedikit penyesuaian pada cara kita mengolah dan mengonsumsi makanan, kita bisa menjaga kesehatan pencernaan dan metabolisme tetap stabil, sehingga momen Idulfitri bisa dinikmati secara maksimal bersama keluarga,” ujar dr. Waluyo.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



