Jakarta, Gizmologi – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan generasi terbaru smartwatch premium mereka lewat Galaxy Watch Ultra 2 yang kemungkinan meluncur akhir tahun ini. Waktu peluncurannya disebut berdekatan dengan ulang tahun dua tahun model Ultra pertama.
Rumor terbaru menyebut perangkat ini akan menggunakan chipset baru dari Qualcomm, yaitu Snapdragon Wear Elite. Jika benar, langkah ini akan menjadi perubahan penting dalam strategi Samsung yang sebelumnya banyak mengandalkan chip Exynos buatan sendiri untuk lini Galaxy Watch.
Di saat yang sama, Samsung juga disebut akan meluncurkan generasi smartwatch reguler baru bernama Galaxy Watch9. Namun berbeda dengan varian Ultra, model ini dikabarkan tetap menggunakan chipset lama yang sama seperti generasi sebelumnya.
Snapdragon untuk Ultra, Exynos untuk Model Reguler

Menurut bocoran yang beredar di media sosial, Galaxy Watch Ultra 2 akan menjadi satu-satunya model yang menggunakan chipset Snapdragon Wear Elite. Sementara Galaxy Watch9 disebut masih memakai Exynos W1000 yang sebelumnya sudah digunakan pada Galaxy Watch7 dan Watch8.
Strategi ini secara tidak langsung mempertegas perbedaan antara lini Ultra dan model standar. Dengan prosesor baru dari Qualcomm, varian Ultra berpotensi menawarkan performa lebih tinggi serta efisiensi daya yang lebih baik dibanding model reguler.
Kemudian, Samsung Galaxy Watch Ultra 2 memang menggunakan pendekatan yang juga memunculkan sejumlah pertanyaan. Samsung selama ini cukup konsisten menggunakan chip Exynos di smartwatch mereka. Beralih ke Qualcomm untuk model tertentu bisa menandakan eksperimen baru, tetapi juga berpotensi membuat ekosistem hardware mereka menjadi lebih terfragmentasi.
Potensi Kenaikan Harga di Lini Ultra
Penggunaan chipset terbaru biasanya tidak datang tanpa konsekuensi, terutama dari sisi harga. Dalam industri smartphone, hampir setiap generasi baru chip flagship dari Qualcomm biasanya diikuti dengan peningkatan biaya produksi perangkat.
Jika pola yang sama terjadi di pasar wearable, Galaxy Watch Ultra 2 kemungkinan akan dibanderol lebih mahal dibanding generasi pertama. Hingga saat ini memang belum ada indikasi resmi soal harga, tetapi potensi kenaikan tersebut cukup masuk akal jika melihat penggunaan chip baru.
Di sisi lain, diferensiasi yang lebih jelas antara model Ultra dan seri reguler bisa menjadi strategi Samsung untuk memperkuat posisi produknya di pasar smartwatch premium. Tantangannya adalah memastikan peningkatan performa benar-benar terasa bagi pengguna, bukan sekadar menjadi pembeda di atas kertas spesifikasi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



