Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Batam Buka Diri bagi Investasi Manufaktur Komponen Smartphone

0 225

Pulau Batam sudah lama dikenal sebagai tujuan industri di Indonesia. Bagian dari Provinsi Kepulauan Riau ini pun ingin memanfaatkan geliat investasi asing selain maraknya proyek infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Salah satunya adalah investasi manufaktur komponen smartphone.

Selama ini Indonesia lebih dikenal sebagai penikmat produk rilis smartphone buatan global. Sudah saatnya Indonesia, khususnya Batam, memainkan peran sebagai tempat investasi manufaktur komponen smartphone.

Berbekal ingin meningkatkan nilai investasi manufaktur komponen smartphone di Indonesia, terutama di Batam, vendor smartphone internasional Xiaomi dan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) pada 7 dan 8 Mei 2018 lalu menyelenggarakan Supplier Investment Summit untuk pertama kalinya di Batam.

Acara dua hari ini telah dihadiri oleh lebih dari 20 pemasok komponen smartphone global. Dalam agenda ini, mereka memperoleh informasi tentang ekosistem manufaktur di Indonesia yang pada akhirnya dapat membantu mereka untuk mendirikan pabrik di Indonesia, khususnya terkait dengan investasi manufaktur komponen smartphone.

Selain diskusi terkait investasi manufaktur komponen smartphone, para peserta turut diajak mengunjungi Pelabuhan Laut Batu Ampar dan Bandara Kargo Hang Nadim untuk mengeksplorasi fasilitas logistik di Batam serta mengunjungi area industri Batam yang berlokasi di Batam Center dan Nongsa.

Kunjungan tersebut memberikan akses langsung bagi para supplier untuk mengeksplorasi dan mempelajari peluang investasi, berbagai insentif yang ditawarkan oleh BP Batam dan pemerintah lokal, kebijakan investasi asing langsung, kebijakan Industri, dan berbagai kebijakan pemerintah lainnya yang diterapkan untuk investor asing di Indonesia.

Steven Shi, Head of Xiaomi South Pacific Region and Xiaomi Indonesia Country Manager mengatakan: “Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan BP Batam untuk menjamu para supplier global dalam kegiatan Supplier Investment Summit pertama di Batam.”

Ia berharap melalui berbagai kegiatan yang berbeda di acara ini, para supplier dapat melihat secara langsung besarnya potensi pasar serta memahami iklim investasi di Indonesia, dan khususnya di wilayah Batam.”

Di lain pihak, Lukita Dinarsyah Tuwo, Kepala BP Batam, mengatakan acara tersebut merupakan sebuah langkah penting dalam menyambut gelombang baru dari investasi asing yang diperkirakan akan memperkuat seluruh proses manufaktur smartphone lokal di Indonesia.

“Kita juga perlu mempertimbangkan bagaimana kegiatan ini dapat mempercepat laju transformasi Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan perekonomian digital terbesar di dunia,” tambah Lukita.

Baca juga: Xiaomi Mi 7 Diperkenalkan 23 Mei Nanti?

Ia mengatakan Batam mempunyai ketersediaan infrastruktur, letak geografis yang strategis dan mengantongi dukungan pemerintah dalam kemudahan perizinan investasi. Para pebisnis, termasuk yang bergerak pada investasi manufaktur komponen smartphone, dapat menikmati program izin investasi 3 jam (i23j).

Sebagai daerah andalan investasi, Batam mencatat 73 proyek sepanjang 2017 dengan nilai investasi melampaui US$1,15 miliar, demikian menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM). Apabila seluruh supplier komponen smartphone global yang hadir pada kegiatan ini membangun pabrik di Indonesia, nilai investasi yang dihasilkan diprediksi mencapai $315 juta dan pada saat bersamaan akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi 10 ribu orang.