Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Sudah Capai 202,6 Juta Orang

Jakarta, Gizmologi – Menkominfo Johnny G Plate menyebut nilai valuasi ekonomi digital Indonesia untuk 2025 mencapai US$ 124 miliar. Bahkan jika dilihat dari potensi pasar terutama jumlah pengguna internet di Indonesia yang kini mencapai 202,6 juta jiwa pada Januari 2021.

“Di samping itu, pengguna layanan digital di Indonesia juga mengalami pertumbuhan sebesar 37 persen selama pandemi Covid-19,” kata Menkominfo dalam OJK Virtual Innovation Day 2021, pada Selasa (12/10).

Dalam siaran pers di laman Kemkominfo, Johnny mengatakan bahwa dalam skala global maupun nasional, inovasi dan utilisasi teknologi digital lebih terakselerasi akibat pandemi. Untuk itulah pendayagunaan konektivitas internet dan lalu lintas data menjadi enabler bagi kemajuan yang inklusif di era new normal.

Di sisi lain, berdasarkan data United Nations Conference on Trade and Development tahun 2021 menunjukkan, peningkatan bandwidth internet global pada tahun 2020 mencapai 35 persen, peningkatan ini menjadi yang terbesar sejak 2013. Sedangkan lalu lintas data bulanan secara global diprediksi akan terus meningkat hingga 780 exabytes di 2026.

“Sehingga adopsi teknologi digital telah menjadi katalisator bagi kemajuan di berbagai kehidupan dan aktivitas masyarakat, termasuk perkembangan ekonomi digital di Indonesia,” ujarnya.

Menkominfo menambahkan, kolaborasi antarkekuatan startup Indonesia juga semakin terlihat dari bergabungnya Gojek dan Tokopedia dalam konsolidasi platform e-commerce. Hal itu diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional melalui upaya kolaboratif.

Menurut Johnny, dengan geliat potensi dan resiliensi tersebut, diperkirakan valuasi ekonomi digital Indonesia ke depan akan terus meningkat sebesar USD 124 miliar pada 2025 dan USD 315,5 miliar pada 2030.

Perluas Layanan 4G

Jaringan 4G LTE

Dirinya menambahkan, pemerintah sedang memperluas pembangunan BTS untuk memenuhi kebutuhan layanan sinyal 4G di seluruh wilayah desa dan kelurahan di 3T. Mengingat masih banyak wilayah yang blank spot atau yang belum tersedia layanan maupun jaringan internet.

Johnny mengatakan pada akhir tahun 2022 nanti, dari 83.548 desa dan kelurahan di Indonesia sudah terlayani dengan coverage sinyal, khususnya sinyal 4G baik yang dari BAKTI Kemkominfo maupun dengan operator seluler.

“Para operator seluler telah menyatakan keseriusannya untuk secara simultan menyelesaikan penggelaran 4G BTS di seluruh wilayah tanah air, yang belum tersedia layanan atau yang blankspot,” tandasnya.

 

Tinggalkan komen