Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Kemnaker – Huawei Siap Latih 1000 Calon Pekerja Telekomunikasi

0 104

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) sedang jadi primadona perusahaan teknologi pada pekan ini. Setelah sebelumnya mengumumkan kemitraan dengan AWS, hanya selang dua hari Kemnaker bekerjasama dengan Huawei. Tujuannya sama, yakni peningkatan kompetensi tenaga kerja di Indonesia.

Huawei dan Kemnaker menyepakati program kerja sama pengembangan dan peningkatan kompetensi untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tentu sesuai dengan sektor yang digeluti Huawei yaitu Telekomunikasi. Nantinya, para lulusan SMK akan diberi pelatihan instalasi perangkat Base Transceiver Station (BTS) dan Microwave serta sertifikasi bagi 1.000 pencari kerja.

Target peserta program pelatihan tersebut merupakan para pencari kerja lulusan dari tingkat SD, SMK, hingga S1 yang berada di bawah binaan Balai Besar Latihan Kerja (BBLK) Kemenaker. Program kolaborasi yang menjadi bagian dari program SmartGen tersebut, merupakan tindak lanjut atas MoU yang disepakati pada tahun 2018 lalu.

“Program Smart Generation (SmartGen) ini merupakan komitmen Huawei dalam mengembangkan SDM terampil indonesia guna meningkatkan kompetensi dan daya saing mereka dalam menghadapi ketatnya persaingan pasara tenaga kerja di industri TIK,” ujar CEO Huawei CNBG Indonesia Andy Ma Hui.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (BINALATTAS), Kementrian Ketenagakerjaan RI, Bambang Satria Lelono menyambut baik kerja sama strategis ini. “Kemitraan dengan pelaku industri seperti Huawei merupakan merupakan solusi dalam menjembatani kompetensi oara pencari kerja dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Baca juga: Pendapatan Q1 2019 Huawei Melonjak 39% dari Tahun Sebelumnya

Foto. Dok Kemnaker

Program kerjasama ini dianggap sesuai dengan pemaparan Visi Indonesia yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada pekan yang lalu. Jokowi mengatakan bahwa pembangunan SDM Indonesia merupakan salah satu prioritas pemerintah, terutama dalam hal pelatihan vokasi serta pentingnya identifikasi, pemberian fasilitas  serta dukungan pendidikan dan pengembangan potensi bagi talenta Indonesia.

Raih Zero Accident Award dan Kemnaker

Huawei tahun ini juga menerima Penghargaan Kecelakaan Nihil Zero Accident Award 2019 dari kementrian  ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia. Huawei Indonesia telah  tiga tahun berturut-turut menerima anugerah penghargaan sejak tahun 2017.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah kecelakaan kerja rata-rata setiap tahun cukup tinggi, mencapai 130.000 kasus, dari kasus kecelakaan ringan hingga yang berdampak fatal.

Kasus kecelakaan jatuh dari ketinggian yang banyak terjadi di sektor konstruksi dan telekomunikasi berada di urutan atas setelah kecelakaan lalu lintas. Sektor telekomunikasi tercatat sebagai sektor yang memiliki banyak sumber bahaya yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan tenaga kerja.

Sebagai contoh, radiasi gelombang radio atau mikro yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja (PAK), dan begitu pula dengan pelaksanaan pekerjaan di ketinggian seperti ketika tenaga kerja melakukan pekerjaan pembangunan, pemasangan, dan pemeliharaan menara telekomunikasi yang rawan terhadap kecelakaan kerja.