Moto E6i, Smartphone Android Go Dua Kamera Rp2 Jutaan

Smartphone dengan sistem Android Go pada umumnya dirilis dengan harga yang sangat piring. Kehadirannya bertujuan untuk mengisi segmen kelas Rp1 jutaan, sebagai pengganti dari feature phone biasa. Motorola, baru saja rilis Moto E6i dengan Android Go yang sedikit berbeda, punya harga jual cukup mahal.

Di Indonesia sendiri, beberapa produsen smartphone juga rilis perangkat yang pakai sistem operasi sama. Seperti HMD dengan Nokia C3 dan Infinix lewat Infinix Hot 10 Play, di mana keduanya punya harga jual kurang dari Rp2 juta. Namun Moto E6i punya banderol harga lebih mahal, meski sejatinya punya spesifikasi 11-12.

Secara desain, mirip seperti smartphone rilisan Motorola pada umumnya. Hadir dalam dua opsi warna (Titanium Gray & Pink), disematkan logo khas yang ada di bodi belakangnya, yang juga berfungsi ganda sebagai sensor sidik jari. Setup kamera ganda terletak di kiri atas, dan lubang speaker mono di bawahnya.

Baca juga: Motorola Edge S, Smartphone Pertama dengan Snapdragon 870

Spesifikasi Moto E6i

Moto E6i

Tampak depan dari smartphone ini terlihat cukup sederhana. Moto E6i punya layar yang cukup besar di 6,1 inci, meski desain notch-nya masih berbentuk “U”, untuk meletakkan kamera depan 5M f/2.2. Menjadi smartphone kelas entri, resolusinya tentu masih sekelas HD+, tanpa proteksi khusus maupun dukungan seperti HDR10.

Di belakang, terdapat setup kamera ganda di mana sensor utamanya beresolusi 13MP f/2.2. Sensor keduanya berjenis depth sensor 2MP, untuk hasilkan foto potret lebih halus. Yang sedikit membuat mengernyitkan dari adalah jenis chipset yang digunakan. Motorola percayakan cip Unisoc Tiger SC9863A, yang identik dengan milik Nokia C3.

Cip tersebut berjalan cukup lambat di smartphone Nokia yang sempat kami ulas tersebut, meski sudah dibantu dengan penggunaan Android 10 (Go edition). Dipadukan dengan RAM 2GB dan penyimpanan internal 32GB, kapasitas tersebut tergolong standar untuk di kelasnya. Setidaknya masih ada opsi tambahan slot kartu microSD.

Dan walaupun layarnya lebih besar, kapasitas baterainya sama-sama ‘imut’ di 3,000 mAh. Tanpa dukungan fast charging, dan masih gunakan port berjenis micro USB. Untuk konektivitas lainnya, sudah mendukung Wi-Fi 2.4GHz, Bluetooth 4.2 dan masih punya lubang jack audio 3,5mm untuk penggunaan earphone kabel. Semuanya dikemas dalam smartphone dengan bobot 160 gram saja.

Harga Moto E6i

Lalu berapa harga yang dipatok oleh Motorola? Pertama kali dijual di Brazil, Moto E6i dijual seharga BRL1,099, atau sekitar Rp2,8 jutaan. Harga yang sangat mengejutkan untuk sebuah smartphone Android Go. Memang, pamor Motorola di negara tersebut tergolong sangat baik.

Namun tentunya masih banyak alternatif lain dari kompetitor, terutama dari Xiaomi dan realme yang punya lini produk cukup lengkap di rentang harga Rp2 – 3 jutaan. Wajar saja bila eksistensinya tak berlanjut di Indonesia, ya.

Tinggalkan komen