Nintendo Switch Pro yang Dinanti, Justru Versi OLED Menghampiri

Rumor mengenai kehadiran Nintendo Switch Pro telah bergulir sejak setahun terakhir. Meski kemudian Nintendo Switch OLED yang justru dirilis. Selama ini, Nintendo memangtidak pernah memberikan pernyataan resmi tentang hal tersebut.

Perusahaan game asal Jepang tersebut malah merilis varian warna baru untuk Nintendo Switch Lite yang penjualannya terkatrol naik selama pandemi. Sampai akhirnya informasi tentang hadirnya konsol baru dirilis oleh Nintendo pada awal semester 2021 ini.

Kejutan datang karena bukannya Nintendo Switch Pro yang digadang-gadang akan hadir sebagai pesaing Playstation 5 dan Xbox X|S. Perusahaan Jepang itu malah merilis versi terbaru Switch yang sudah dilengkapi layar OLED. Terang saja hal tersebut menghadirkan pro kontra di kalangan gamer. Buat apa Nintendo malah ‘buang tenaga’ merilis ulang Nintendo Switch OLED, bukannya versi Pro yang dinanti-nanti.

Nintendo sepertinya masih terus optimis melanjutkan tren positif penjualan Switch yang mencapai angka 80 juta unit di seluruh dunia. Kehadiran Switch versi OLED memang seperti ubahan minor saja. Namun bila jeli melihat potensi hybrid dari Switch, maka penggunaan layar tersebut dapat jadi senjata konsol untuk bersaing dengan smartphone gaming terbaru.

Sebelum muncul versi OLED, Nintendo Switch selama ini masih menggunakan layar LCD yang sudah ketinggalan zaman. Pantulan cahaya dari tipe layar tersebut jadi sangat mengganggu terutama ketika bermain game di luar ruang.

Baca juga: Pendaftaran CODM World Championship 2021 Dibuka, Prize Pool Hingga Rp28 Miliar!

Nintendo Switch OLED Sebenarnya Adalah Versi Switch Pro?

Nintendo Switch Pro

Ada yang menyebut rilisan terbaru Switch OLED merupakan wujud Nintendo Switch Pro itu sendiri. Hal itu disebabkan beberapa perubahan yang dapat ditemukan baik untuk konsol maupun dock penyerta. Nintendo menjadikannya versi lebih baik daripada model awal yang sudah menemani selama 4 tahun belakangan.

Nintendo Switch OLED dilengkapi layar lebih besar berukuran 7 inci (versi basic 6,2 inci). Hanya saja layar itu masih dilengkapi perangkat daya produksi visual yang sama dengan versi basic di angka 1280 x 720 (720p) saja. Jadi satu-satunya kelebihannya, ya hanya di kualitas serapan cahaya agar tidak terpantul khas OLED. Kualitas 4K? Belum ada tanda-tanda tentang hal itu.

Peningkatan justru ditemukan pada dock tempat menaruh konsol saat digunakan pada mode televisi. Dock tersebut telah dilengkapi port WLAN beriringan dengan port HDMI dan AC adaptor. Pertanyaannya, untuk apa menempatkan port WLAN di saat kebanyakan akses internet sudah dilakukan secara nirkabel. Apakah membuat proses transfer data jadi lebih stabil?

Fitur memori penyimpanan juga mengalami peningkatan. Tidak signifikan, hanya lumayan. Dari sebelumnya 32 GB menjadi 64 GB, bukannya 128 GB yang diharapkan banyak gamer. Pada sisi audio juga mengalami peningkatan kualitas suara yang jadi lebih jernih. Selebihnya Nintendo Switch OLED memiliki spesifikasi sama seperti versi basic.

Seperti disebutkan pada cuitan Twitter mereka, bahwa Nintendo Switch OLED akan dirlis pada 8 Oktober 2021 mendatang. Soal harga, perbedaan Nintendo Switch OLED dengan versi basic dipatok sekitar US$50 (sekitar Rp 650.000). Apakah kamu salah satu yang tertarik meminang Nintendo Switch OLED?

Tunjukkan Komen (1)