Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Tesla Segera Bangun Pabrik Baterai Bertenaga 100 Megawatt

0 134

Di saat masih simpang siur soal rencana Tesla bangun pabrik di Indonesia, produsen kendaraan listrik tersebut tengah membangun pabrik di negaranya sendiri. Tesla saat ini sedang membangun baterai 100 megawatt di Texas, Amerika Serikat. Pabrik baterai Tesla ini menyusul masalah baru-baru yang disebabkan pemadaman listrik besar-besaran dan berkelanjutan.

Karena gangguan ini, hampir sebagian memengaruhi jutaan penduduk di negara bagian ini. Selaint itu,  jaringan listrik di Texas tidak memiliki perjanjian antarnegara bagian yang sama. Juga keterkaitan dengan negara bagian lain serta sulitnya mendapatkan listrik di luar area bermasalah. Pabrik baterai Tesla skala utilitas ini diharapkan dapat membantu mencegah beberapa masalah tersebut di masa mendatang.

Baca juga: Tesla Luncurkan Engagement Hub, Hubungkan Pelanggan dan Perusahaan

Dilansir dari Bloomberg, anak perusahaan Tesla yang terdaftar sebagai Gambit Energy Storage LLC diam-diam membangun proyek penyimpanan energi lebih dari 100 megawatt di Angleton, Texas, sebuah kota sekitar 40 mil selatan Houston.

Pabrik baterai Tesla sebesar itu dapat memberi daya pada sekitar 20.000 rumah pada hari musim panas yang terik. Pekerja di lokasi tersebut menyimpan peralatan di bawah penutup dan penonton yang berkecil hati, tetapi logo Tesla dapat dilihat di topi pekerja dan dokumen publik membantu mengonfirmasi peran perusahaan.

Mengerjakan Baterai Berkapasitas Besar

Tesla
Tesla juga menyiapkan panel surya (Inverse)

Saat ini perusahaan juga menawarkan tenaga panel surya yang berfungsi sebagai media pengubah sinar matahari hingga menjadi tenaga penggerak mesin. Untuk memanfaatkan energi matahari secara maksimal, diperlukan baterai berkapasitas tinggi dan Tesla menawarkan solusi Powerwall untuk penggunaan perumahan dan komersial.

Fasilitas penyimpanan baterai Tesla kemungkinan tidak akan menghasilkan energi, tetapi akan membantu memperlancar pasokan, penyimpanan, pelepasan sesuai kebutuhan, cepat dan efisien. Secara alami, ini akan membutuhkan kerja sama dengan perusahaan utilitas lokal dan pemerintah.

Baca juga: Apple dan Huawei Siap Bersaing Kembangkan Mobil Listrik

Setiap baterai Powerwall dapat menyimpan energi 13,5 kilowatt-jam dan beberapa unit dapat digunakan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan energi. Dengan hal itu, pemilik rumah tidak perlu memasukkan energi matahari berlebih ke jaringan listrik, melainkan menyimpannya di baterai di rumah untuk digunakan nanti saat matahari terbenam.

Perusahaan milik Elon Musk sedang dalam pengerjaan dengan baterai 100 megawatt di Angleton, Texas. Mirip dengan Powerwall, tetapi dengan kapasitas yang jauh lebih tinggi. Sistem penyimpanan energi skala utilitas ini akan mampu memberi daya pada sekitar 20.000 rumah dengan sendirinya.

Pabrik Baterai Tesla Dilengkapi Keamanan dan Penyedia Daya Listrik

pabrik baterai Tesla

Sama seperti setiap Powerwall perumahan yang dapat mengisi daya dari jaringan dan memasok daya selama pemadaman listrik, sistem baterai skala utilitas dapat melakukan hal yang sama tetapi untuk ribuan rumah. Sistem seperti itu telah digunakan di Australia dan laporannya sangat positif dan antusias.

Penggunaan energi ini disebut juga Hornsdale Power Reserve yang memiliki kapasitas 150 megawatt dan telah beroperasi sejak 2017. Sistem Tesla memberikan beberapa tingkat keamanan ke jaringan listrik dan menyediakan daya jika terjadi pemadaman hanyalah salah satunya.

Baca juga: Mulai 2025, Jaguar Beralih Menjadi Kendaraan Bertenaga Listrik

Cadangan baterai ini dapat diatur dengan peralihan cepat yang menghaluskan gangguan daya sementara, sehingga kehilangan daya mungkin tidak akan terasa oleh masyarakat. Melalui penggunaan teknologi komputer catu daya yang kecil, membuat sambungan listrik tidak pernah terputus selama bertahun-tahun hingga sekarang.

 

Tinggalkan komen