Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Bisnis Insurtech Naik, PasarPolis Raup Untung Sepanjang Tahun 2020

0 113

Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang menyeluruh terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk berbagai jenis bisnis yang ada. Bila sebagian mengalami kerugian, ada juga yang malah mendapatkan keuntungan. Salah satunya bagi industri insurance technology (insurtech) atau asuransi berbasis teknologi, seperti PasarPolis yang mendominasi di Indonesia.

Dengan perilaku masyarakat yang kini serba digital, mereka juga lebih tertarik akan mengadopsi asuransi berbasis teknologi. Dengan positifnya respon pasar, lantas membuat industri insurtech diprediksi bakal tetap berpeluang besar untuk tumbuh di tahun ini. Salah satu penyedia insurtech di Indonesia adalah PasarPolis, diklaim terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara.

Menyambut peluang di 2021, PasarPolis siap untuk terus membuat gebrakan inovasi. Cleosent Randing, CEO dan Founder PasarPolis menyebutkan bila transformasi digital asuransi telah terjadi, dan pondasinya telah terbangun semakin kuat selama 2020, karena adanya pandemi.

Baca juga: PasarPolis Raih Pendanaan Seri B USD 54 Juta, Diklaim Terbesar di Insurtech Asia Tenggara

PasarPolis Cetak 70 Juta Polis Tiap Bulan Sepanjang 2020

Cleosent Randing - PasarPolis
Cleosent Randing, CEO & founder PasarPolis.

“Industri insurtech di 2020 ke 2021 terus bergerak positif, dan pelaku industri ini harus mampu membawa gebrakan yang berbeda dan dampak positif lebih besar dari tahun sebelumnya. Kami yakin bahwa masih terdapat ruang yang sangat besar bagi insurtech untuk terus tumbuh ke depannya,” tambah Cleosent.

Saat ini, PasarPolis telah memiliki lebih dari 80 produk aktif, terutama sebagai pelaku insurtech yang fokus mendemokratisasi asuransi bagi beragam lapisan masyarakat. Semua jenis produk dirancang secara khusus, agar dapat meringankan beban dan penuhi kebutuhan masyarakat yang unik tiap individu.

Pemanfaatan teknologi telah memberikan dampak positif yang luar biasa bagi PasarPolis, terbukti dari kondi asuransi yang lebih inklusif serta terjangkau selama tahun 2020. Melalui teknologi AI, pihaknya mampu menjawab tiga masalah penghambat utama industri asuransi; akses yang rumit, proses klaim yang susah, serta premi yang tidak terjangkau.

Di tahun 2020, PasarPolis telah mendapat lebih dari empat juta pelanggan baru hanya di bulan Juni. Sementara dalam beberapa waktu belakangan, mereka telah mencatat sekitar 70 juta polis yang dikueluarkan setiap bulannya. Termasuk pendanaan seri B yang diterima di bulan September 2020 kemarin, menandai telah diakuinya PasarPolis oleh investor lokal maupun global.

Jadi Andalan UMKM, PasarPolis Optimis di Tahun 2021

Terkait inklusivitas, 90% konsumen dari PasarPolis adalah mereka yang sebelumnya belum pernah membeli polis asuransi, dengan kata lain pembeli pertama. Sementara 40% pemegang polis di antaranya merupakan pekerja sektor informal. Seperti ojek daring, kurir hingga pelaku UMKM daring.

PasarPolis optimis bila pencapaian positif yang telah diraih bakal terus bertambah dan tumbuh di 2021. “Dengan adopsi digital yang semakin tinggi, masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan platform digital, serta permintaan terhadap asuransi yang meningkat, kami yakin bahwa prestasi insurtech di tahun 2021 akan terus berkembang,” tutup Cleosent.

Tinggalkan komen