Seminyak, Gizmologi – Pemerintah dalam waktu dekat akan mendirikan bursa kripto. Hal ini diungkapkan oleh Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Perdagangan, di sela-sela jumpa pers peluncuran Tokocrypto T-Hub Bali di kawasan Seminyak. Menurutnya, bursa kripto itu penting untuk menghidupkan dan membuat ekosistem yang baik.
“Kalau sekarang kita jual beli langsung ke trader (Tokocrypto dll-red), tapi nanti begitu ada bursa kripto akan lebih accountable. Seperti clearing, kustodian, pencatatan, record-nya, sehingga lebih terintegrasi antara konsumen dan pedagang. Serta yang paling penting adalah memberikan keamanan dan perlindungan bagi konsumen. Itu concern kami,” ujar menteri milenial berusia 36 tahun ini.
Lebih lanjut, Jerry mengungkapkan pertumbuhan dan perkembangan aset kripto yang luar biasa di Indonesia. Hingga Desember 2021 lalu, pelanggan aktif di kripto di Indonesia sebanyak 11,2 juta pelaku dan total transaksi sepanjang tahun menembus Rp859 triliun.
Baca juga: Tokocrypto Luncurkan T-Hub Bali, Wadah Edukasi Aset Kripto dan Teknologi Blockchain
Rencana Pembentukan Bursa Kripto Indonesia

Lebih lanjut, Jerry menambahkan, Kemendag itu paling banyak concern menyangkut konsumen. Oleh karena itu, bursa kripto ini dalam rangka menghidupkan, membuat ekosistem yang baik dan sehat. Tentunya nanti akan semakin banyak menumbuhkan trader-trader lain yang berpartisipasi dalam bursa.
Dengan adanya pengembangan asset kripto dan bisnis-bisnis turunannya, juga akan menggairahkan sektor-sektor lain. Mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, asuransi, dan lainnya. Ini semua ujung-ujungnya untuk menghidupkan UMKM, menghidupkan produk-produk Indonesia.
Selain itu, juga sesuai upaya untuk menghidupkan produk ekspor nasional non tradisional. Di mana Kemendag melihat ada produk-produk inovatif, kreatif, seperti produk digital yang berpeluang menjadi aset. “Ini yang menjadi mindset kita di Kemendag, sesuai arah Bapak Presiden, untuk mengembangkan produk ekspor non tradisional,” imbuhnya.
Ia menuturkan, perkembang aset kripto yang terus naik signifikan dari tahun ke tahun. Dari tahun 2020 itu jumlah transaksi sekitar 60 triliun, tahun 2021 mencapai lebih dari Rp 800 triliun. Menurutnya, penyebab pertumbuhan ini adalah melihat pertimbuhan dan juga informasi yang sangat deras dari segala penjuru dunia.
Para pengguna biasanya melihat, membaca dan mengobservasi banyak token atau koin baru di seluruh dunia. Token tersebut yang diakui di Indonesia hanya 229, tapi di seluruh dunia ada lebih dari 15 ribu.
“Kita ga sembarangan, ingin memastikan tidak abal-abal. Oleh karena itu perlu validasi atau screening. Itu pun sudah memberikan pertumbuhan yang signifikan di mana pengguna usia 20-30 tahun yang paling banyak,” kata wakil menteri dari Partai Golkar tersebut.
Kapan bursa kripto Indonesia akan diluncurkan?

Sayangnya, Jerry belum memberikan informasi lebih rinci soal ini. Ia berdalih, pembuatan bursa kripto ini melalui proses yang panjang. Seperti melalui Bapppebti, listing di exchange, dan sebagainya.
“Kami fokus memastikan aset kripto ini dari semua aspek aman. Sebagai aset yang bisa dipertanggung jawabkan,” ujarnya.
Selain itu, kita melihat potensi untuk melihat membentuk bursa. Bursa ini, akan semakin memberikan kepastian, keamanan, khususnya perlindungan kepada konsumen. Karena yang kita inginkan adalah semua transaksi administrasi, pencatatannya itu jelas. Sehingga nanti ekosistemnya bisa semakin sehat.
“Diusahakan secepatnya, sekarang lagi dalam proses. Kenapa bursa penting? Karena akan membuat ekosistem lebih baik, lebih sehat. Ada integrasi, semuanya lebih rapih. Yang paling penting, juga terkait penerimaan negara,” tegasnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




