Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Snapdragon Wear 4100, Lebih Kencang dan Hemat Daya

0 3.181

Selain didominasi oleh Apple Watch, pasar jam tangan pintar atau smartwatch juga banyak dikuasai oleh beragam produk yang menjalankan sistem operasi Wear OS. Kebanyakan, produsen smartwatch yang jalankan OS tersebut memilih untuk gunakan chipset rilisan dari Snapdragon, mulai Snapdragon 400 sampai Snapdragon Wear 3100. Diperkenalkan sejak tahun 2018, sudah saatnya Qualcomm perkenalkan chipset baru khusus aksesori wearable yang satu ini.

Selang hampir dua tahun kemudian, mereka perkenalkan suksesor dari chip khusus smartwatch tersebut. Tak hanya satu, Qualcomm perkenalkan Snapdragon Wear 4100 platforms, terdiri dari Wear 4100 dan 4100+. Platform ini dirilis dengan basis arsitektur hybrid, untuk konsumsi daya yang lebih hemat dari generasi sebelumnya.

Khusus pada Snapdragon Wear 4100+, pendekatan hybrid yang digunakan adalah penggunaan System on Chip (SOC) super cepat yang dikombinasikan dengan Always On (AON) co-processor yang lebih pintar. Serta proses fabrikasi 12nm yang berikan peningkatan substansial dari generasi platform sebelumnya. Peningkatan ini diharap dapat tingkatkan pengalaman ketika digunakan pada mode interaktif, mode ambient maupun olahraga.

Baca juga: Qualcomm Snapdragon 690 Bawa Dukungan 5G Ke Smartphone Rp4 Jutaan

Snapdragon Wear 4100 Platform Teruskan Kesuksesan Wear 3100

Snapdragon Wear 4100+

“Kami sangat senang dapat menjadi pemimpin dalam segmen wearable yang berkembang pesat,” kata Pankaj Kedia, Global Business Head, Smart Wearables Segment, Qualcomm Technologies, Inc. dalam sebuah rilis. Ia menambahkan, Qualcomm telah perlihatkan kesuksesan luar biasa lewat desain hybrid yang inovatif, pertama kali diperkenalkan pada seri Wear 3100.

“Hari ini  (30/6), kami menggunakan pendekatan unik tersebut ke tahap selanjutnya dengan peluncuran Snapdragon Wear 4100 platforms, yang akan memberikan pengalaman lebih kaya dan ditingkatkan untuk smartwatch generasi selanjutnya,” tambah Pankaj. SoC pada Snapdragon Wear 4100+ meliputi CPU, GPU, memori, modem seluler sampai sub-system kamera, dengan DPS ganda untuk modem/lokasi dan sensor/audio.

Kini CPU yang digunakan menggunakan arsitektur quad-core A53, dipasangkan dengan GPU Adreno 504, memori LPDDR3 750Mhz serta ISP ganda untuk dukungan sensor kamera sampai resolusi 16MP. Dibandingkan dengan Wear 3100, Snapdragon Wear 4100+ didesain untuk hasilkan performa 85% lebih cepat. UX diklaim lebih lancar dan responsif, serta pengalaman foto dan video yang lebih kaya.

Peningkatan AON Snapdragon Wear 4100

Co-processor Always On (AON) pada chipset ini juga dibuat semakin pintar. Kini dapat menampilkan hingga 64 ribu warna (dari yang sebelumnya hanya 16), respon tilt-to-wake yang lebih cepat, dan efek getar (haptic) lebih mumpuni untuk mode jam tangan tradisional.

Selain lebih canggih, Snapdragon Wear 4100+ juga hadir dengan konsumsi daya lebih hemat 25% jika dibandingkan dari seri sebelumnya. Qualcomm telah bekerja sama dengan berbagai produsen smartwatch ternama secara global. Nantinya, Suunto, Xiaotiancai dan Mobvoi Inc. akan menjadi yang pertama gunakan Snapdragon Wear 4100 platform di smartwatch terbaru mereka.