Jakarta, Gizmologi – realme tampaknya mulai menyiapkan penerus lini T-series berikutnya. Setelah realme 15T meluncur pada September tahun lalu, kini indikasi kehadiran realme 16T mulai terlihat lewat kemunculannya di database benchmark Geekbench.
Perangkat dengan kode model RMX5268 diyakini sebagai realme 16T, meski pihak realme sendiri belum memberikan konfirmasi resmi. Namun, seperti biasanya, kemunculan di Geekbench sering jadi sinyal awal bahwa peluncuran sudah tidak terlalu jauh.

Dari sisi performa, skor yang muncul terbilang cukup standar untuk kelas menengah. realme 16T mencatat skor 784 untuk single-core dan 2.007 untuk multi-core, angka yang menunjukkan positioning-nya masih berada di segmen entry hingga mid-range.
Baca Juga: vivo S50t Resmi Diperkenalkan, Bedanya Cuma Storage Lebih Lawas
Spesifikasi Awal Ada Penurunan dari Generasi Sebelumnya?

Menariknya, realme 16T justru dirumorkan menggunakan chipset MediaTek Dimensity 6300. Ini sedikit mengundang tanda tanya, mengingat realme 15T sebelumnya dibekali Dimensity 6400 Max yang secara teori berada di level lebih tinggi.
Chipset ini dipadukan dengan GPU Mali-G57 MC2, yang masih cukup umum digunakan di kelasnya. Unit yang diuji di Geekbench membawa RAM 8GB, meski rumor sebelumnya menyebutkan akan ada opsi 6GB juga untuk varian lebih terjangkau.
realme juga disebut akan langsung mengadopsi Android 16 untuk perangkat ini. Ini bisa jadi nilai jual tambahan, terutama jika realme mampu menjaga performa dan optimalisasi sistemnya tetap stabil di perangkat dengan spesifikasi tersebut.
Varian dan Posisi di Pasar
Selain spesifikasi inti, bocoran lain mengungkapkan realme 16T akan hadir dalam tiga pilihan warna: Starlight Red, Starlight Black, dan Aurora Green. Sementara untuk konfigurasi memori, akan tersedia dalam tiga opsi, yaitu 6GB/128GB, 8GB/128GB, dan 8GB/256GB.
Kalau melihat kombinasi spesifikasi dan opsi tersebut, realme 16T kemungkinan besar tetap menargetkan segmen pengguna yang mencari perangkat terjangkau dengan fitur cukup lengkap.
Namun, keputusan menggunakan chipset yang secara teknis lebih rendah dari pendahulunya bisa jadi langkah yang dipertanyakan. Bisa jadi ini strategi untuk menekan harga, atau realme punya fokus lain seperti efisiensi daya atau stabilitas.
Seperti biasa, semua ini masih sebatas bocoran. Jawaban sebenarnya baru akan terlihat saat realme resmi memperkenalkan perangkat ini dalam waktu dekat.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



