Jakarta, Gizmologi – vivo kembali memperluas lini S-series dengan menghadirkan vivo S50t. Namun berbeda dari ekspektasi umum, perangkat ini bukanlah peningkatan besar dari S50, melainkan versi yang nyaris identik dengan satu perubahan kecil.
Perubahan tersebut bahkan bisa dibilang cukup “minor” untuk ukuran smartphone modern. vivo hanya mengganti jenis storage dari UFS 4.1 di S50 menjadi UFS 3.1 di S50t. Selebihnya, spesifikasi yang ditawarkan benar-benar sama.
Strategi ini cukup menarik. Di satu sisi, vivo mencoba menghadirkan opsi yang lebih terjangkau. Namun di sisi lain, pendekatan ini juga bisa memunculkan pertanyaan: apakah perbedaan sekecil itu cukup untuk melahirkan model baru?
Baca Juga: vivo T5 Series Rilis, Tawarkan Spek All-Rounder Harga Terjangkau
Performa dan Spesifikasi Tetap Kelas Atas

Secara spesifikasi, vivo S50t masih berada di kelas yang sama dengan S50. Perangkat ini mengusung layar AMOLED 6,59 inci dengan resolusi tinggi dan refresh rate 120Hz, memberikan pengalaman visual yang mulus untuk penggunaan sehari-hari.
Di sektor performa, chipset Snapdragon 8s Gen 3 dipadukan dengan RAM hingga 16GB dan storage 512GB. Ini berarti performa S50t tetap berada di level flagship killer, cocok untuk gaming hingga multitasking berat.
Sektor kamera juga tidak mengalami perubahan. Kombinasi kamera utama 50MP dengan OIS, periscope telephoto 50MP dengan 3x optical zoom, serta kamera ultrawide 8MP membuatnya cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan fotografi. Ditambah kamera depan 50MP, S50t masih terlihat kompetitif di kelasnya.
Harga Lebih Murah, Tapi Apakah Worth It?
Perbedaan utama yang ditawarkan vivo S50t terletak pada harga. Dengan selisih sekitar CNY 100 dibandingkan S50, perangkat ini jelas menyasar pengguna yang ingin sedikit menghemat tanpa kehilangan banyak fitur.
Namun, keputusan menggunakan UFS 3.1 bisa berdampak pada kecepatan transfer data dan performa jangka panjang, terutama dalam skenario penggunaan berat. Meski tidak selalu terasa dalam penggunaan ringan, perbedaan ini tetap relevan untuk pengguna yang mengutamakan performa maksimal.
Langkah vivo ini bisa dilihat sebagai strategi segmentasi pasar yang lebih granular. Tapi di sisi lain, terlalu banyak varian dengan perbedaan minim juga berisiko membingungkan konsumen.
Pada akhirnya, vivo S50t menawarkan value yang cukup solid, tapi tidak membawa sesuatu yang benar-benar baru. Ini lebih terasa sebagai alternatif hemat, bukan evolusi dari seri sebelumnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



