Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Saingi TikTok, Snapchat Bayar Kreator untuk Buat Konten Viral di Spotlight

0 1.070

Sepanjang tahun 2020, konten viral yang ada di media sosial umumnya beredar lebih dulu dari platform berbagi video pendek. Banyak video yang bersumber dari platform seperti TikTok, sehingga wajar bila platform lainnya terus berusaha agar memenangkan hati para pengguna, untuk membuat konten berkualitas di platform-nya masing-masing, termasuk Snapchat.

Meski kesannya lebih dulu hadir dengan metode perekaman video pendek, Snapchat mulai kehilangan jumlah pengguna aktif akibat hadirnya pesaing seperti Instagram Stories, WhatsApp Status hingga TikTok (yang memang secara durasi video sedikit berbeda). Untuk itu, Snapchat merilis fitur atau program bernama Spotlight. Tak main-main, hadirnya Snapchat Spotlight bakal berikan kreator hadiah hingga USD 1 juta.

Ya, selain kemudahan akses, faktor seperti monetisasi konten juga menjadi bahan pertimbangan oleh para kreator konten terutama video. Selama ini, platform Snapchat umumnya digunakan untuk berbagai video pendek kepada teman yang menjadi followers, atau pengguna yang ikuti akun media maupun figur publilk.
Baca juga: Belajar Bahasa Indonesia & Mengenal Tanaman Bisa Lewat Kamera Snapchat

Snapchat Spotlight Bakal Beri Hadiah Untuk Konten Viral

en USSebenarnya, Snapchat Spotlight tidak sepenuhnya baru, hanya saja ini mengubah distribusi konten (atau yang disebut “Snaps”) berbeda dari sebelumnya. Tiap Snaps yang diunggah oleh penggunanya, bakal ditampilkan ke pengguna lain lewat sebuah halaman atau timeline yang serupa dengan TikTok. Video dapat diberi like sampai menjadi viral bergantung dari kualitas dan daya tarik kontennya.

Durasi video bisa dibuat hingga sepanjang 60 detik, namun berbeda dengan TikTok, belum bisa diberikan watermark. Snapchat bakal kucurkan dana hingga USD 1 juta untuk kreator yang paling populer per harinya sepanjang tahun 2020. Cara yang cukup menarik, agar kreator bisa lebih semangat untuk membuat konten mereka di Spotlight.

Yang dinilai tentunya bukan dari jumlah pengikut atau subscribers, namun dari jumlah unique views yang didapatkan di tiap videonya, dibandingkan dengan Snaps lainnya di hari itu. Bila kontennya terus populer selama beberapa hari, maka pendapatannya akan terus bertambah.

Sementara bagi pengguna kasual atau penikmat konten, bakal ada tab khusus di mana kita dapat melihat konten yang dibuat khusus untuk Spotlight. Konten yang ditampilkan bakal menggunakan algoritma dari Snapchat, dilihat dari jenis konten apa saja yang selama ini dilihat, dan durasi kita melihat masing-masing konten untuk tentukan ketertarikan topik.

Snapchat Spotlight Belum Tersedia Secara Langsung di Indonesia

Dalam sebuah rilis di situs resminya, Evan Spiegel selaku CEO Snap Inc. menyebutkan bila Spotlight dirancang untuk menghibur komunitas pengguna Snapchat, sambil menjalankan nilai-nilai perusahaan dengan kesejahteraan komunitas sebagai prioritas utama. “Konten yang tampil di Spotlight bakal dimoderasi dan tidak diizinkan untuk diberi komentar oleh publik.”

Hal tersebut mungkin ditujukan agar tidak terjadi perundungan masif yang bisa membahayakan Kesehatan mental penggunanya. Ingin menikmati fitur baru ini? Sayangnya, Spotlight tak langsung tersedia di Indonesia. Dalam perilisan awalnya, baru tersedia untuk AS, Kanada, Australia, New Zealand, Inggris, Norwegia, Sweden, Denmark, Jerman dan Perancis.

Snapchat sendiri belum menyebutkan kapan, namun yang pasti Spotlight bakal dihadirkan juga di beberapa negara lainnya secara bertahap. Fitur ini juga akan terus dikembangkan seiring dengan penggunaan dari komunitasnya, berdasarkan masukan ke depannya.