alexa

Bukan Hanya K-Pop dan Drakor, Korsel Juga Galakkan K-Startup

Gelombang budaya pop culture Hallyu melalui K-pop dan K-drama telah sukses membawa Korea Selatan (Korsel) menjadi salah satu ikon dunia. Tak hanya pop culture, tetapi negara ini juga dikenal dengan kemajuan teknologinya.

Dukungan pemerintah memiliki peran besar. Bahkan aktif mencari bibit-bibit perusahaan teknologi baru untuk dibimbing agar lebih siap di pasar. Tahun ini, pemerintah Korsel kembali menggelar K-Startup Grand Challenge 2021 (KSGC 2021).

Ini adalah program akselerasi startup global yang diselenggarakan dan dibiayai Pemerintah Korea dan Badan Promo Industri TI Nasional (NIPA). Startup dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, bisa megajukan aplikasi untuk mengikuti KSGC 2021, hingga tanggal 15 Juni 2021. Sampai saat ini sudah lebih dari 1.500 startup telah mendaftar.

Baca juga: Ini Tiga Karakter Penting Anak Muda yang Mendirikan Startup

Perluas Pasasr ke Korea Selatan dan Asia

KSGC 1Melalui KSGC 2021, para peserta berharap bisa memperluas pasarnya ke Korea Selatan dan juga pasar Asia. KSGC 2021 menawarkan kesempatan kepada 60 tim dan entrepreneur terpilih untuk mengikuti program pelatihan selama 3,5 bulan di Korea Selatan. Seluruh biaya akan ditanggung Pemerintah Korea Selatan. Selama mengikuti program tersebut, peserta akan didampingi para ahli di bidangnya, fasilitas co-working space, akses ke laboratorium riset dan pengembangan (R&D), kerja sama dengan perusahaan, akses ke pasar Asia, dan lain-lain.

Program akselerasi startup ini akan dihelat di kampus startup Pangyo Techno Valley, yang berlokasi di Seoul. Hadiahnya cukup menggiurkan. 10 startup teratas akan berhak mendapatkan bantuan senilai USD320,000, yang mana juara 1 akan menerima USD120,000. Jika ingin mendaftar, startup harus berusia kurang dari 7 tahun, dan perwakilannya harus warga negara non-Korea. Mereka juga harus menunjukkan minat yang jelas untuk berekspansi ke pasar Korea dan Asia Timur.

Sebagai informasi, K-Startup Grand Challenge pertama kali diluncurkan pada tahun 2016, bertujuan untuk memperluas ekosistem kewirausahaan terbuka di Asia dan membantu evolusi Korea Selatan menjadi pusat bisnis dan startup di regional. Pada tahun 2020, walau dunia tengah dilanda Covid-19, jumlah startup yang mendaftar acara tersebut justru naik 58 persen. Sebanyak 2.648 tim mendaftar dari 118 negara.

Beberapa startup dari seluruh dunia sudah berekspansi ke Korea Selatan dan Asia timur melalui program ini. Walau masih dilanda pandemi, pertumbuhan startup di Korea masih menggembirakan. Startup Chat API asal Korea, Senbird, misalnya, memperoleh dana USD100 melalui pendanaan Seri C, hingga meningkatkan valuasinya menjadi USD1.05 miliar. Senbird sekarang menjadi salah satu dari 12 startup unicorn dari Korea Selatan.

Perusahaan e-commerce terbesar Korea, Coupang, juga berhasil meraih dana USD4.6 miliar melalui penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat pada tahun ini. Pada kuartal pertama 2021, setidaknya 34 perusahaan (banyak di antaranya adalah startup) sudah mengajukan permohonan IPO ke Korea Exchange (KRX).

Tinggalkan komen