Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

PrivyID, Platform Identitas Digital dari Indonesia Bergabung ke FIDO Alliance

0 89

Sejak didirikan pada 2016, PrivyID menjadi perusahaan RegTech (Regulatory Technology) yang menyediakan layanan identitas digital terpercaya serta tanda tangan digital yang berkekuatan hukum. Belum lama ini, PrivyID bahkan resmi menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung sebagai anggota FIDO Alliance.

Andrew Shikiar, Direktur Eksekutif dan CMO FIDO Alliance, mengatakan dengan menjadi anggota dari FIDO Alliance, PrivyID menunjukkan komitmennya untuk membangun model baru sistem autentikasi pengguna yang mengutamakan pengalaman yang lebih sederhana sekaligus lebih kuat. “Kami menantikan kontribusi PrivyID bersama aliansi untuk merevolusi sistem autentikasi dan memperkuat proses verifikasi identitas,” ujar Andrew, dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (27/3).

FIDO Alliance adalah asosiasi industri terbuka yang didirikan pada Juli 2012 dengan fokus menciptakan standar autentikasi yang akan mengurangi ketergantungan berlebihan pada kata sandi atau password. FIDO Alliance juga memiliki misi menciptakan alternatif dari penggunaan password yang lebih aman dan lebih sederhana bagi konsumen, sekaligus lebih mudah untuk digunakan dan dikelola oleh penyedia layanan.

Beberapa perusahaan yang juga menjadi anggota dari FIDO Alliance antara lain Google, Apple, Amazon, Paypal, Alibaba Group, dan Goldman Sachs.

Platform Identitas Digital PrivyID

PrivyID platformMarshall Pribadi, pendiri dan CEO PrivyIDPrivyID mengaku antusias bisa menjadi bagian dari FIDO Alliance. Karena Penyelarasan inovasi dan inisiatif strategis antara PrivyID dengan FIDO Alliance akan sangat membantu dalam memberikan solusi identitas digital yang kuat, terintegrasi, dan aman bagi pengguna. “Kami juga sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam program pertukaran pengetahuan dan kerjasama global dengan anggota aliansi lainnya”, ujarnya.

Sebagai anggota FIDO Alliance, PrivyID akan berkontribusi di salah satu kelompok kerja yang dibangun oleh aliansi, yaitu the Identity Verification and Binding Working Group atau IDWG. Kelompok kerja ini didirikan untuk memberikan panduan otoritatif, evaluasi kinerja, dan sertifikasi pada inovasi teknik validasi identitas pengguna yang memenuhi standar Pengenalan Nasabah dan Anti Pencucian Uang.

Salah satu bentuk inovasi prosedur ini adalah proses pencocokan biometrik swafoto (selfie) dengan identitas resmi yang diterbitkan pemerintah seperti KTP, sebuah solusi yang telah diterapkan PrivyID kepada 4,5 juta penggunanya.

Melalui kemitraan langsung dengan lebih dari 200 perusahaan di Indonesia, termasuk bank dan perusahaan teknologi informasi terbesar di Indonesia, PrivyID telah membuka akses bagi jutaan warga Indonesia ke berbagai jasa keuangan dan ritel secara aman.