Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Waresix, Startup Logistik Asal Indonesia Raih Pendanaan USD100 Juta

1 134

Masa pandemi saat beberapa startup gulung tikar, tidak demikian halnya dengan Waresix. Startup pengembang platform teknologi logistik asal Indonesia tersebut justru mengumumkan pendanaan Seri B, dan sepanjang tahun lalu, dengan total dana yang diraih mencapai sekitar US$ 100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.

Nama Waresix mungkin kurang populer dibanding sejumlah nama besar seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan lainnya. Karena memang tidak bersentuhan langsung dengan konsumen. Kendati demikian, mereka berhasil meyakinkan investor terkemuka seperti EV Growth dan Jungle Ventures, serta beberapa investor baru, termasuk SoftBank Ventures Asia, EMTEK Group, Pavilion Capital dan Redbadge Pacific.

Andree Susanto, CEO Waresix, mengatakan pihaknya menyambut berbagai investor dan mitra jangka panjang yang telah berkomitmen untuk mendukung Waresix sebagai motor penggerak baru dalam pertumbuhan perdagangan dan bisnis di Indonesia.

“Kami akan menggunakan modal kerja tersebut untuk mengembangkan infrastruktur teknologi logistik yang terbaik di Asia Tenggara, serta membentuk tim kelas dunia agar kami dapat menangkap peluang pasar yang besar,” kata Andree dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (11/9).

Sementara itu Edwin Wibowo, CFO Waresix, mengatakan bahwa Waresix tak hanya digerakkan oleh teknologi, namun juga semangat untuk menyelesaikan berbagai kendala di dunia nyata, serta berinovasi lewat teknologi. “Kami telah membuktikannya selama dua tahun terakhir. Itu sebabnya, klien-klien memilih kami dan bisnis kami terus berkembang hingga sekarang,” imbuhnya.

Baca juga: BGR Logistics Kembangkan Aplikasi Pemantau Pergerakan Barang Logistik

Waresix Kembangkan Platform Teknologi Logistik

WaresixWaresix ialah platform teknologi logistik di Indonesia yang bergerak dalam sektor pengiriman barang via darat (trucking) dan pergudangan. Layanan trucking, porsi terbesar dalam bisnis Waresix, berfokus pada pengiriman barang antarkota dengan cakupan first-mile dan mid-mile.

Platform Waresix berbeda dari buatan perusahaan logistik lain yang sebagian besar membangun passive load-board dan listing untuk mempertemukan penawaran dan permintaan. Waresix mengatasi tantangan logistik yang utama, lebih dari sekadar mempertemukan penawaran dan permintaan dengan membina ekosistem managed-service. 

Waresix telah mengembangkan platform terpadu yang mirip seperti sistem operasi bagi mitra-mitranya. Platform ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas harian mitra-mitra yang terkait dengan berbagai vendor dan pelanggannya. Platform tersebut menyajikan analisis ringkas dan terpadu tentang pengiriman barang yang dilakukan mitra-mitra pada berbagai kanal transportasi dan gudang transit.

Waresix memiliki pengalaman operasional yang luas sebagai penyedia layanan pihak ketiga (managed service). Dengan demikian, diklaim mampu menghadirkan berbagai solusi dengan nilai tambah penting dan menghasilkan efisiensi bagi klien-kliennya, lebih dari sekadar mempertemukan tingkat permintaan dan penawaran secara pasif.

Waresix Raup Laba Bersih Sejak Juni 2019

Waresix gudangBerbagai solusi Waresix, termasuk konsolidasi, optimasi back-haul, serta distribusi hub-and-spoke, dapat mewujudkan tingkat utilisasi truk yang 50% lebih tinggi ketimbang vendor logistik yang biasa. Sederet solusi ini ikut meningkatkan skala usaha Waresix dengan pesat, sekaligus mendatangkan laba bersih yang positif. Waresix telah membukukan keuntungan dalam bentuk laba bersih sejak Juni 2019.

Waresix kini melayani lebih dari 250 klien korporat ternama dari beragam industri, termasuk klien-klien di sektor komoditas, barang konsumsi yang cepat habis, kebutuhan industri, infrastruktur, dan ritel. Sejumlah pelanggan besarnya termasuk Unilever, Indofood, Siam Cement Group, Wings, JD.ID, dan beragam perusahaan multinasional lainnya.

Eksosistem logistik Waresix terdiri atas lebih dari 40.000 truk dan 375 gudang yang tersebar di lebih dari 100 kota dan kabupaten di Indonesia. Integrasi Waresix dengan sejumlah fasilitas logistik utama, seperti Pelabuhan Nasional di Indonesia, telah mendukung langkahnya untuk menjangkau wilayah-wilayah di luar Jawa dan Sumatera, bahkan seluruh pulau utama di Indonesia.

Di tengah kendala yang ditimbulkan pandemi COVID-19, Waresix mengklaim terus membuat pencapaian yang luar biasa. Hal ini berkat perkembangan pesat layanan first-mile and mid-mile trucking, serta mendukung arus barang-barang kebutuhan pokok secara efisien, dan membantu mata pencaharian ribuan pengemudi truk di seluruh negeri.

Menurut Waresix sektor logistik meski masih menjadi kendala utama bagi perekonomian Indonesia yang tumbuh pesat, sehingga optimis menyimpan peluang besar untuk inovasi di segmen e-trucking. Lebih lagi, pemerintah Indonesia terus berinvestasi dalam infrastruktur fisik yang menjadi penggerak industri. Untuk itu, Waresix berada di posisi yang baik untuk meningkatkan efisiensi ekosistem logistik Indonesia yang kompleks. Wajar jika para investor tertarik untuk mengucurkan dananya di bisnis yang sudah jelas memberikan keuntungan.