Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Pantau Ekspedisi Barang, Amazon Siapkan Kamera Berteknologi AI

0 38

Awal Februari 2021 ini merupakan momen penting bagi Amazon, raksasa e-commerce asal Amerika Serikat. Setelah sang pendiri Jeff Bezos mengundurkan diri sebagai CEO, Amazon segera mengangkat nakhoda yang baru yaitu Andy Jassy. Bezos sendiri tidak sepenuhnya mundur, karena akan menyandang peran sebagai Executive Chair sekitar kuartal ketiga 2021.
Baca juga: AWS Siapkan Solusi Cloud Menyeluruh untuk Bisnis di 2021

Nah, selain perubahan struktur kepemimpinan, ada hal baru lainnya yang menarik di Amazon. Perusahaan berencana menggunakan kamera yang dilengkapi teknologi AI (Artificial Intelligence). Dilansir dari The Information (04/02), kamera tersebut bertugas mengawasi pengemudi yang melakukan pengiriman di rute mereka.

Amazon Pakai Kamera Canggih Driveri 

Netradyne Driveri unit Menurut juru bicara Amazon, Deborah Bass, perusahaan berinvestasi dalam keselamatan di seluruh pekerjaan. Sehingga ia bersama tim meluncurkan teknologi keamanan berbasis kamera terdepan di industri di seluruh armada pengiriman. “Teknologi ini akan memberikan peringatan setiap waktu kepada pengemudi untuk membantu mereka tetap aman saat berada di jalan,” ujar Deborah.

Platform kamera dan perangkat lunak yang akan dipakai oleh Amazon adalah “Driveri ”. Kamera tersebut disediakan oleh perusahaan bernama Netradyne dapat mendeteksi dan memperingatkan pengemudi tentang pelanggaran yang dilakukan di jalan raya atau praktik pengemudi yang berperilaku buruk. Dengan hasil pengawasan yang dilakukan oleh kamera berteknologi AI, nantinya dapat dikumpulkan sebagai bahan evaluasi digunakan Amazon untuk pengemudinya.

Amazon ingin mengurangi tabrakan dan perilaku pengemudi yang berisiko. Untuk itu, empat kamera HD secara konstan merekam keadaan di sekitar kabin dan pengemudi. Alarm peringatan akan mendeteksi  jika pengendara bertindak buruk, seperti gagal dalam pengereman atau mengebut di jalanan.

Dengan tindakan buruk pengemudi tersebut, maka secara otomatis akan mengunggah rekaman aktivitas yang terjadi tanpa diketahui. Pengemudi juga dapat menekan tombol untuk mulai merekam rekaman secara manual, jika terjadi insiden yang tidak diinginkan seperti keributan yang terjadi di jalan atau jika lokasi pengiriman ditutup.

Amazon sudah menggunakan kamera di truk jarak jauh untuk mendeteksi gerakan yang menganggu. Perusahaan ekspedisi jasa lainnya termasuk UPS telah menguji coba teknologi serupa. Seperti yang baru-baru ini dicatat oleh ProPublica, Amazon mungkin memberikan lebih banyak beban pada pengemudi sambil mengatasi kegagalan pada kondisi tertentu – yaitu, jadwal pengiriman yang sangat ketat yang dapat mendorong terjadinya risiko tambahan.

Kamera AI Pengawas di Gudang

amazon distance assistant Selain ditaruh pada kendaraan pengiriman, sebelumnya, Amazon meluncurkan sistem pelacakan kamera berteknologi AI. Hal itu dilakukan untuk menjalani aturan jaga jarak di kantor dan gudang yang dapat membantu mengurangi risiko tertular virus corona Covid-19 di antara para pekerjanya.

Sistem tersebut disebut Distance Assistant, menggunakan rekaman kamera di setiap gedung pada Amazon untuk mengidentifikasi aktivitas lalu lintas yang tinggi . Amazon, yang akan membuka sumber teknologi di balik sistem Distance Assistant, bukan perusahaan pertama yang beralih ke AI untuk melacak kepatuhan jaga jarak sosial.

“Monitor yang didirikan di gudang akan menyoroti pekerja yang menjaga jarak aman di lingkaran hijau, sementara pekerja yang lebih dekat akan disorot dalam lingkaran merah,” demikian pernyataan Amazon, seperti dikutip laman Reuters.

Walaupun teknologi ini dimulai oleh Amazon.com, ternyata sudah ada perusahaan yang menggunakan teknologi pelacakan kamera berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menjalankan aturan jaga jarak di perusahaan.