Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Garmin: Smartwatch Berpotensi Bisa Deteksi Dini COVID-19

Inisiatif penelitian seputar pendeteksian Covid-19 terus dilakukan. Termasuk dilakukan oleh perusahaan gawai seperti Garmin. Belum lama, Garmin bekerja sama dengan para ilmuwan dari berbagai universitas dan institusi penelitian di seluruh dunia untuk meneliti potensi sebagai perangkat yang dapat membantu deteksi dini virus corona (Covid-19).

Melalui kerja sama ini, Garmin dan para ilmuwan mengkaji potensi smartwatch sebagai perangkat yang dapat membantu masyarakat untuk mengidentifikasi, melacak, dan memantau keberadaan Covid-19.

Penelitian ini berangkat dari dua premis sederhana. Pertama, peningkatan detak jantung sebagai tanda awal dari common cold (selesma), flu atau Covid-19. Kedua, smartwatch Garmin memiliki fitur pemantau detak jantung berbasis pergelangan tangan. Dengan menggabungkan dua hal tersebut, perangkat akan sangat membantu masyarakat untuk mendeteksi dini atas indikasi awal infeksi virus.

Dalam penelitian ini, Garmin ingin menganalisa lebih lanjut potensi perangkat Garmin agar dapat memberikan manfaat di tengah kondisi saat ini. Turut berpartisipasi dalam beberapa studi internasional, Garmin memberikan informasi bagaimana pengguna smartwatch Garmin dapat berkontribusi dalam penelitian ini.
Baca juga: Review Garmin vívoactive 3: Jam Tangan Pintar Pencatat Aktivitas Olahraga

Garmin Forerunner 645 Music. Foto oleh cnet.com Berikut adalah beberapa studi internasional utama dengan kontribusi Garmin:

Studi Covidentify

Penelitian ini untuk mencari tahu apakah perangkat wearable dapat mendeteksi penyakit. Garmin berpartisipasi dalam studi yang dilakukan oleh Duke University, yang disebut Covidentify, yang bertujuan untuk memperlambat penyebaran Covid-19. Penelitian ini berguna untuk mempelajari cara melacak penyebaran Covid-19, mendapati saat seseorang mungkin rentan tertular, dan yang mempunyai resiko tertinggi saat terinfeksi.

Garmin mendorong penggunanya untuk menautkan data pada smartwatch-nya ke studi ini untuk membantu para peneliti dalam mempelajari bagaimana detak jantung dan gerakan mereka terpengaruh oleh Covid-19. Orang yang sehat dan tetap di rumah juga dapat berpartisipasi dalam penelitian ini.

Scripps Research DETECT

Penelitian ini untuk mencari informasi lebih spesifik apakah smartwatch sudah jadi perangkat deteksi. Saat jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, hal tersebut bisa menjadi tanda seseorang terserang demam, flu, infeksi virus bahkan Covid-19.

Penelitian dari Scripps Research DETECT berusaha untuk mencari tahu apakah perubahan pada denyut jantung, aktivitas dan kualitas tidur pada individu, dapat menjadi indikasi awal dari penyakit yang sangat viral, seperti Covid-19.

Dalam penelitian ini, pengguna Garmin dapat ikut berpartisipasi melalui aplikasi MyDataHelps yang akan memandu mereka untuk memberikan persetujuan, menyinkronkan perangkat dan memasukkan data pribadi yang dibutuhkan dalam aplikasi. Melalui data ini, para ilmuwan berharap dapat mengidentifikasi kemungkinan munculnya penyakit seperti influenza pada pengguna dan memberikan langkah-langkah untuk menanggulangi wabah tersebut.

PhysioQ

Selanjutnya, apakah data wearable agregat dapat membantu keluarga dan dokter? Institusi penelitian lainnya, yaitu PhysioQ, baru saja membuka daftar tunggu untuk NEO, sebuah platform pemantauan Covid-19 gratis yang dibuat untuk memantau kondisi keluarga di rumah. Dengan menggunakan produk-produk andalan yang dipercaya oleh para peneliti, termasuk smartwatch Garmin dan pelacak aktivitas lainnya, keluarga dapat merasa tenang karena dapat melakukan pemantauan pada tingkat saturasi oksigen, detak denyut jantung, dan lainnya dari jauh.

Nantinya, data-data anonim yang berhasil dikumpulkan akan disumbangkan untuk membuat salah satu database terbuka Covid-19 terbesar di dunia. Beberapa peneliti telah menyetujui untuk menjalankan inisiatif ini, termasuk Dr. Andrew Ahn, seorang internis dan peneliti yang merawat pasien di garis depan, dan Dr. Chung-Kang Peng, Director of the Center for Dynamical Biomarkers dan Associate Professor of Medicine at Harvard Medical School.

Dr. Ahn mengungkapkan perangkat milik Garmin mampu memonitor SpO2 dan beat-to-beat intervals serta aktivitas dan kualitas tidur sehingga ini merupakan gamechanger yang sesungguhnya. Ia percaya bahwa insights yang diperoleh dari data ini dapat mengubah pendekatan uji klinis kami dan secara signifikan mempercepat proses deteksi penyakit.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.